Oct 15, 2026
Politik

Sultan Malaysia Akuisisi Saham Perusahaan Tambang Logam Tanah Jarang

KUALA LUMPUR — Sultan Ibrahim Iskandar resmi mengakuisisi 2,25 persen saham Southern Alliance Mining Ltd., perusahaan pertambangan bijih besi yang tercatat di Bursa Singapura, sebagai langkah strate...

Sultan Malaysia Akuisisi Saham Perusahaan Tambang Logam Tanah Jarang

KUALA LUMPUR — Sultan Ibrahim Iskandar resmi mengakuisisi 2,25 persen saham Southern Alliance Mining Ltd., perusahaan pertambangan bijih besi yang tercatat di Bursa Singapura, sebagai langkah strategis memperluas kepemilikan di sektor logam tanah jarang (rare earth element). Transaksi senilai SGD 6,1 juta atau setara USD 4,8 juta tersebut diperoleh dari Direktur Pelaksana perusahaan, Pek Kok Sam, pada harga SGD 0,425 per saham.

Berdasarkan pernyataan resmi perusahaan yang dipublikasikan pada Senin malam waktu setempat, harga akuisisi tersebut tercatat hampir 12 persen lebih tinggi dibandingkan harga penutupan saham pada hari sebelumnya. Dampak transaksi ini langsung terlihat pada perdagangan Selasa pagi, ketika saham Southern Alliance Mining menguat 10,5 persen menjadi SGD 0,42 di pasar modal Singapura.

Langkah ini menegaskan posisi Sultan Ibrahim sebagai salah satu figur monarki dengan portofolio bisnis terluas di Asia Tenggara, mencakup sektor properti, telekomunikasi, hingga infrastruktur. Kepemilikan saham di perusahaan tambang yang tengah bertransformasi ke sektor mineral strategis itu dipandang sebagai manuver jangka panjang yang menyasar rantai pasok global logam tanah jarang.

Ekspansi ke Sektor Mineral Strategis

Southern Alliance Mining diketahui tengah memperkuat posisinya di industri logam tanah jarang melalui sejumlah akuisisi strategis. Pada September 2025, perusahaan tersebut merampungkan akuisisi 40 persen saham MCRE Resources, entitas yang bermitra dengan China Rare Earth Corp. untuk operasi penambangan logam tanah jarang di negara bagian Perak.

Selain itu, perusahaan tengah mengupayakan pengambilalihan Paramount Synergy Sdn Bhd. guna menggarap proyek mineral langka di Johor. Wilayah tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan Sultan Ibrahim, yang menjabat sebagai penguasa turun-temurun negara bagian tersebut.

"Perusahaan sedang memposisikan diri di garis depan sektor yang sedang berkembang pesat, seiring meningkatnya permintaan global terhadap mineral kritis," demikian pernyataan resmi Southern Alliance Mining.

Logam tanah jarang menjadi komoditas yang semakin diperhitungkan dalam industri global karena perannya sebagai bahan baku utama teknologi mutakhir, mulai dari kendaraan listrik, turbin angin, perangkat elektronik, hingga peralatan pertahanan. Penguasaan rantai pasok mineral ini menjadi prioritas berbagai negara, termasuk Malaysia yang memiliki cadangan signifikan di beberapa negara bagian.

Posisi Monarki dalam Perekonomian Nasional

Sultan Ibrahim saat ini menjabat sebagai Raja Malaysia untuk periode lima tahun di bawah sistem monarki bergilir yang khas dianut negara tersebut. Dalam sistem itu, sembilan penguasa turun-temurun dari negara bagian berbeda bergantian menduduki takhta tertinggi federasi.

Kendati demikian, kepemilikan saham di sektor swasta bukan hal baru bagi Sultan Ibrahim. Jaringan bisnisnya telah terbangun lama melalui berbagai perusahaan yang bergerak di sektor strategis. Langkah akuisisi saham Southern Alliance Mining dinilai sejalan dengan strategi diversifikasi aset yang selama ini dijalankan.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan Istana Nasional Malaysia belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan konfirmasi terkait transaksi tersebut. Pihak perusahaan juga belum merilis keterangan tambahan mengenai rencana pengembangan usaha pasca-akuisisi.

Dinamika Pasar dan Proyeksi ke Depan

Reaksi pasar terhadap masuknya Sultan Ibrahim ke jajaran pemegang saham tercermin pada penguatan harga saham Southern Alliance Mining. Analis menilai kehadiran figur monarki dalam struktur kepemilikan dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan, terutama di sektor mineral kritis yang tengah menjadi perhatian global.

Malaysia sendiri memiliki sejumlah wilayah dengan potensi cadangan logam tanah jarang yang belum sepenuhnya tergarap. Pemerintah federal dan pemerintah negara bagian terus mendorong pengembangan sektor ini sebagai bagian dari strategi hilirisasi industri dan penguatan ketahanan ekonomi nasional.

Dengan akuisisi ini, Southern Alliance Mining berpotensi mempercepat realisasi proyek-proyek penambangan yang sedang berjalan, sekaligus memperluas jejak operasionalnya di wilayah Johor dan Perak. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada dinamika regulasi pertambangan, harga komoditas global, serta kemitraan strategis dengan pelaku industri internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User