Sudindik Jaksel Siapkan Hybrid Belajar Pascakebakaran SDN 04
JAKARTA - Suku Dinas Pendidikan (Sudindik) Wilayah I Jakarta Selatan menyiapkan skema pembelajaran hybrid bagi siswa SDN 04 Srengseng Sawah pascakebakaran yang melanda gedung sekolah pada Kamis, 6 Agu...
JAKARTA - Suku Dinas Pendidikan (Sudindik) Wilayah I Jakarta Selatan menyiapkan skema pembelajaran hybrid bagi siswa SDN 04 Srengseng Sawah pascakebakaran yang melanda gedung sekolah pada Kamis, 6 Agustus 2026. Keputusan ini diambil untuk menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar sekaligus mengakomodasi kondisi psikologis siswa yang mengalami trauma akibat insiden tersebut.
Kepala Sudindik Wilayah I Jakarta Selatan, Bambang Sutrisno, dalam keterangan persnya di lokasi kejadian, menegaskan bahwa pihaknya telah menyusun dua opsi utama, yakni Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) penuh bagi siswa yang membutuhkan pemulihan trauma, serta opsi hybrid yang menggabungkan tatap muka terbatas dan daring. "Kami menyiapkan skema hybrid bagi siswa pasca kebakaran yang terjadi di SDN 04 Srengseng Sawah. PJJ disiapkan bagi siswa yang trauma," ujar Bambang kepada awak media.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kebakaran yang menghanguskan sebagian ruang kelas dan kantor guru tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun sejumlah siswa dilaporkan mengalami guncangan psikologis. Rapat Koordinasi internal Sudindik Wilayah I Jaksel digelar pada Jumat pagi untuk menindaklanjuti laporan dari kepala sekolah dan tim psikolog pendamping.
Langkah Tanggap Darurat Sudindik Wilayah I
Bambang menyatakan bahwa keputusan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi meski infrastruktur sekolah rusak. "Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, kami berkewajiban menjamin hak setiap warga negara memperoleh pendidikan yang layak. Karena itu, kami bergerak cepat," tegasnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Sudindik Wilayah I Jaksel juga menetapkan sejumlah langkah strategis. Pertama, pendataan menyeluruh terhadap 240 siswa yang terdampak, termasuk identifikasi tingkat trauma melalui asesmen psikologis yang dilakukan oleh tim dari Puskesmas Kecamatan Jagakarsa. Kedua, penyediaan ruang belajar darurat di SDN 05 Srengseng Sawah yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kebakaran.
"Kami sudah berkoordinasi dengan kepala SDN 05 untuk meminjam dua ruang kelas sebagai lokasi pembelajaran tatap muka terbatas. Namun, untuk siswa yang masih menunjukkan gejala trauma berat, kami rekomendasikan PJJ penuh hingga dinyatakan pulih oleh psikolog," jelas Bambang.
Skema Hybrid dan Dukungan Psikososial
Skema hybrid yang disiapkan membagi siswa ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama, yakni siswa yang tidak terdampak trauma, akan mengikuti pembelajaran tatap muka di ruang darurat dengan kapasitas 50 persen dari normal. Kelompok kedua, siswa yang membutuhkan penanganan khusus, akan mengikuti PJJ melalui platform daring yang telah disediakan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Kepala SDN 04 Srengseng Sawah, Ratna Dewi, dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan modul pembelajaran daring yang diunggah ke laman resmi sekolah. "Kami juga membuka hotline konseling bagi orang tua yang ingin berkonsultasi mengenai kondisi anaknya. Ini bagian dari upaya pemulihan psikososial," ujarnya.
Fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta turut menyoroti insiden ini. Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ahmad Fauzi, dalam keterangannya mendesak Sudindik untuk melakukan audit menyeluruh terhadap instalasi listrik di seluruh sekolah dasar di Jakarta Selatan. "Kami akan meminta laporan tertulis dari Sudindik dalam rapat dengar pendapat pekan depan. Ini harus menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya.
Jadwal dan Evaluasi Berkala
Sudindik Wilayah I Jaksel menetapkan bahwa skema hybrid ini akan mulai diberlakukan pada Senin, 10 Agustus 2026. Evaluasi akan dilakukan setiap pekan untuk menilai efektivitas pembelajaran dan perkembangan psikologis siswa. Bambang menambahkan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk memastikan proses pembersihan dan perbaikan gedung SDN 04 berjalan sesuai standar keselamatan.
"Kami menargetkan perbaikan gedung selesai dalam dua bulan ke depan. Selama masa transisi, kami pastikan tidak ada satu pun siswa yang tertinggal hak belajarnya. Semua keputusan ini kami ambil dengan mengedepankan keselamatan dan kenyamanan anak didik," pungkas Bambang.
Orang tua siswa, yang diwakili oleh Ketua Komite Sekolah, Siti Rahma, menyambut baik langkah Sudindik. "Kami bersyukur ada opsi PJJ bagi anak-anak yang masih takut. Ini menunjukkan pemerintah hadir di tengah kesulitan," katanya. Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, dengan dugaan awal berasal dari korsleting listrik di ruang server sekolah.
Comments (0)