KAI Siapkan 1.232 Unit Hunian pada Tahap Awal TOD Manggarai
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menetapkan Blok F dan Blok G sebagai titik awal pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit-Oriented Development/TOD) Manggarai di Jakarta Selatan. Pa...
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menetapkan Blok F dan Blok G sebagai titik awal pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit-Oriented Development/TOD) Manggarai di Jakarta Selatan. Pada tahap pertama proyek ini, perseroan merencanakan pembangunan 1.232 unit hunian vertikal di atas lahan seluas 2,19 hektare. Rangkaian pembangunan dijadwalkan resmi dimulai melalui kegiatan groundbreaking pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Rencana tersebut disampaikan perseroan sebagai bagian dari upaya menata kawasan di sekitar Stasiun Manggarai, salah satu stasiun tersibuk yang menjadi simpul perpindahan penumpang kereta di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kawasan TOD nantinya tidak hanya diisi hunian, tetapi juga fasilitas penunjang yang terhubung langsung dengan moda transportasi umum.
Luas Lahan dan Komposisi Hunian
Berdasarkan data teknis yang dirilis perseroan, Blok F mencakup area seluas sekitar 15.014 meter persegi, sementara Blok G memiliki luas sekitar 6.925 meter persegi. Dengan demikian, total lahan yang digarap pada tahap awal mencapai sekitar 21.939 meter persegi atau setara dengan 2,19 hektare.
Di atas lahan tersebut, KAI menyiapkan 1.232 unit hunian yang terbagi dalam tiga pilihan tipe, yakni tipe 28, tipe 36, dan tipe 45. Kehadiran beberapa pilihan tipe ini diharapkan menjangkau kebutuhan masyarakat yang beragam, baik bagi pekerja maupun keluarga yang membutuhkan tempat tinggal dekat dengan stasiun.
Selain unit hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan area komersial atau ritel. Fasilitas tersebut dirancang untuk menunjang kebutuhan harian warga, seperti pusat perbelanjaan skala kecil hingga menengah, serta berbagai aktivitas penunjang di sekitar kawasan stasiun.
Alasan Pengembangan Hunian Terintegrasi
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa pengembangan kawasan hunian yang terintegrasi langsung dengan stasiun merupakan langkah strategis untuk menyesuaikan peran Stasiun Manggarai sebagai salah satu pusat pergerakan mobilitas masyarakat urban. Menurutnya, kebutuhan akan hunian di sekitar stasiun semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah pengguna transportasi umum di ibu kota.
Bobby menegaskan bahwa kedekatan antara tempat tinggal dan transportasi publik dapat membuat perjalanan warga lebih efisien. Ia menilai konektivitas menjadi bagian penting agar kawasan hunian dapat terhubung dengan stasiun maupun berbagai aktivitas sehari-hari masyarakat. Dengan pola ini, waktu tempuh warga menuju tempat kerja atau pusat kegiatan dapat ditekan secara signifikan.
Konsep pembangunan yang menempatkan hunian di kawasan stasiun dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong efisiensi mobilitas perkotaan. Warga yang tinggal di kawasan TOD tidak lagi memerlukan kendaraan pribadi untuk menjangkau moda transportasi umum, sehingga berpotensi mengurangi kemacetan dan emisi karbon di wilayah Jakarta Selatan.
Tahapan Proyek dan Koordinasi Lintas Instansi
Rangkaian tahap awal pembangunan proyek TOD Manggarai dijadwalkan ditandai secara resmi melalui kegiatan groundbreaking pada 21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya proses pembangunan fisik di atas lahan Blok F dan Blok G.
Sejalan dengan agenda pembangunan tersebut, KAI terus mengintensifkan koordinasi lintas instansi guna merampungkan penyusunan Master Plan serta Panduan Rancang Kota Kawasan Berorientasi Transit Manggarai. Seluruh dokumen perencanaan itu menjadi bagian krusial dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bobby menyatakan bahwa pengembangan Blok F dan Blok G merupakan bagian dari penataan kawasan Manggarai secara bertahap. Ia memastikan KAI akan menjaga agar pengembangan kawasan tetap selaras dengan aspek transportasi, konektivitas, dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya.
Prospek Kawasan TOD Manggarai
Keberadaan hunian vertikal di sekitar Stasiun Manggarai diharapkan mampu menjawab kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat yang mengandalkan kereta sebagai moda transportasi utama. Dengan 1.232 unit hunian yang disiapkan, kawasan ini kelak menjadi salah satu permukiman terpadu yang terlayani infrastruktur transportasi publik secara langsung.
Fasilitas ritel yang turut dibangun dalam kawasan diharapkan menghidupkan aktivitas ekonomi lokal dan memberikan kemudahan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan harian. Ke depan, penataan Manggarai secara menyeluruh akan terus dilanjutkan, menjadikan kawasan ini bagian penting dari wajah baru transportasi dan permukiman perkotaan di ibu kota.
Melalui proyek ini, KAI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kawasan yang tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat aktivitas yang terhubung dengan jaringan transportasi umum. Pengembangan TOD Manggarai pun menjadi bagian dari transformasi kawasan stasiun menjadi ruang publik yang lebih produktif bagi masyarakat.
Comments (0)