Sep 17, 2026
Nasional

Sudin KPKP Jakpus Sterilisasi 105 Kucing untuk Tekan Populasi Liar

Upaya pengendalian populasi hewan penular rabies (HPR) terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelauta

Sudin KPKP Jakpus Sterilisasi 105 Kucing untuk Tekan Populasi Liar

Upaya pengendalian populasi hewan penular rabies (HPR) terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Pusat, sebanyak 105 ekor kucing jantan berhasil menjalani tindakan sterilisasi massal gratis guna menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan serta meningkatkan derajat kesehatan hewan peliharaan maupun kucing jalanan.

Kegiatan yang menyasar ratusan kucing berpemilik dan kucing liar ini dilaksanakan secara bertahap di fasilitas layanan kesehatan hewan setempat. Antusiasme masyarakat terlihat dari cepatnya kuota pendaftaran yang terisi penuh hanya dalam hitungan jam sejak pengumuman dibuka.

Strategi Efektif Kendalikan Populasi Kucing Ibu Kota

Ledakan populasi kucing tak berpemilik kerap memicu berbagai persoalan lingkungan di kawasan urban yang padat penduduk, mulai dari tumpukan kotoran, potensi penularan penyakit zoonosis, hingga ancaman keselamatan hewan itu sendiri. Sterilisasi dipandang sebagai metode humanis paling solutif dibanding tindakan penertiban konvensional.

"Langkah sterilisasi massal ini bukan semata-mata membatasi angka kelahiran, tetapi merupakan wujud tanggung jawab bersama dalam mewujudkan kesejahteraan hewan di tengah padatnya lingkungan perkotaan Jakarta," ujar perwakilan petugas teknis kesehatan hewan Sudin KPKP Jakarta Pusat.

Fokus sterilisasi pada kucing jantan (kastrasi) dipilih karena prosedur bedah relatif lebih singkat dengan durasi pemulihan luka pascaoperasi yang lebih cepat dibanding ovariohisterektomi pada kucing betina. Hal ini memungkinkan tim medis menangani volume hewan yang lebih besar dalam satu hari pelaksanaan.

Menjaga Status Jakarta Bebas Rabies

Selain menekan angka overpopulasi, program ini terintegrasi langsung dengan upaya pemeliharaan status DKI Jakarta Bebas Rabies yang telah diraih sejak dua dekade silam. Kucing-kucing yang disterilkan juga diperiksa kesehatannya secara menyeluruh oleh dokter hewan berwenang.

Indikator Program Capaian & Dampak
Total Hewan Terdampak 105 ekor kucing jantan
Target Wilayah Kawasan pemukiman padat di Jakarta Pusat
Manfaat Kesehatan Menurunkan risiko penyakit reproduksi & agresi teritorial
Biaya Layanan Gratis (dibiayai APBD Provinsi DKI Jakarta)

Melalui intervensi ini, Sudin KPKP Jakpus menargetkan terbentuknya lingkungan yang lebih aman, higienis, dan ramah terhadap hewan. Program sterilisasi gratis ini menyasar sejumlah kategori penerima manfaat, antara lain:

  • Warga ber-KTP DKI Jakarta yang memiliki keterbatasan biaya untuk sterilisasi mandiri.
  • Komunitas pecinta kucing lokal dan relawan street feeder yang aktif mengelola koloni kucing liar.
  • Kucing lingkungan yang berada di sekitar pasar tradisional dan fasilitas umum.

Sinergi Komunitas dan Keberlanjutan Program

Keberhasilan sterilisasi 105 ekor kucing jantan ini tak lepas dari kolaborasi aktif komunitas pencinta hewan. Kesadaran warga perkotaan mengenai prinsip kepemilikan hewan yang bertanggung jawab (responsible pet ownership) semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Sudin KPKP Jakarta Pusat berkomitmen untuk terus menyelenggarakan program serupa di kecamatan-kecamatan lain sepanjang tahun anggaran berjalan. Pemerintah berharap masyarakat proaktif memanfaatkan layanan berkala ini demi terciptanya Jakarta yang sehat, tertib, dan beradab dalam memperlakukan satwa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User