Sep 17, 2026
Nasional

PPS: 92 Tahanan Palestina Tewas di Penjara Israel

RAMALLAH, APABERITA.COM — Perhimpunan Tahanan Palestina (Palestinian Prisoners Society atau PPS) merilis data memprihatinkan terkait lonjakan tingkat kemat

PPS: 92 Tahanan Palestina Tewas di Penjara Israel

RAMALLAH, APABERITA.COM — Perhimpunan Tahanan Palestina (Palestinian Prisoners Society atau PPS) merilis data memprihatinkan terkait lonjakan tingkat kematian warga Palestina yang berada dalam penahanan otoritas militer Israel. Lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada hak-hak narapidana tersebut mengonfirmasi bahwa sedikitnya 92 tahanan Palestina tewas di dalam fasilitas penjara Israel sejak eskalasi konflik berdarah dimulai pada 7 Oktober 2023 lalu.

Laporan resmi PPS menegaskan bahwa angka tersebut merupakan jumlah kematian terverifikasi di mana identitas para korban telah berhasil didokumentasikan secara lengkap. Namun, organisasi tersebut menggarisbawahi bahwa jumlah sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi, mengingat banyaknya warga Gaza yang ditahan secara paksa tanpa status hukum yang jelas dan berada dalam kondisi diisolasi total dari dunia luar.

Kronologi Escalasi dan Gelombang Penangkapan Massal

Sejak serangan mematikan 7 Oktober 2023 dan operasi militer berskala besar yang menyertainya di Jalur Gaza serta Tepi Barat, kondisi di seluruh fasilitas penahanan Israel dilaporkan memburuk secara drastis. PPS mencatat kronologi tindakan represif yang berujung pada lonjakan kematian tahanan sebagai berikut:

  1. Gelombang Penangkapan Kilat (Oktober–Desember 2023): Pasukan keamanan Israel melancarkan razia masif di Tepi Barat dan menahan ribuan pekerja Gaza. Fasilitas penahanan darurat seperti kamp militer Sde Teiman mulai dipenuhi tahanan tanpa proses hukum yang transparan.
  2. Penerapan Kebijakan Isolasi Total (Januari–Mei 2024): Otoritas penjara memutus akses kunjungan keluarga, membatasi pertemuan dengan tim pengacara, serta menghentikan pasokan obat-obatan esensial bagi tahanan yang menderita penyakit kronis.
  3. Lonjakan Kematian Akibat Penyiksaan (Juni 2024–Sekarang): Laporan independen dan kesaksian para tahanan yang dibebaskan mengungkap praktik penyiksaan fisik yang parah, malnutrisi ekstrem, serta penolakan perawatan medis darurat yang berujung fatal.

Kesaksian Penyiksaan dan Kondisi Penjara yang Mematikan

Berbagai organisasi hak asasi manusia internasional dan lokal menggambarkan kondisi di penjara-penjara Israel seperti Megiddo, Negev, dan Ofer sebagai lingkungan yang mematikan. Tahanan yang dibebaskan melaporkan adanya pemukulan rutin, penggunaan anjing penyerang, dan penempatan di ruang tahanan yang sangat padat tanpa sanitasi memadai.

"Apa yang terjadi di dalam penjara-penjara Israel saat ini bukan sekadar penahanan, melainkan proses pembunuhan lambat secara sistematis terhadap warga Palestina. Kami menyaksikan pengabaian medis yang disengaja dan penyiksaan tanpa henti," tegas juru bicara PPS dalam pernyataan resminya.

Selain penyiksaan fisik, krisis pangan di dalam penjara juga menjadi penyebab utama penurunan kondisi kesehatan para tahanan. Porsi makanan yang diberikan dilaporkan sangat minim dan sering kali tidak layak konsumsi, menyebabkan banyak tahanan mengalami penurunan berat badan drastis hingga menderita kelaparan ekstrem.

Tuntutan Investigasi Internasional dan Hukum Humaniter

Tingginya angka kematian di fasilitas tahanan Israel memicu desakan keras dari komunitas internasional. Berbagai badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mendesak otoritas Israel untuk memberikan akses penuh bagi tim independen guna melakukan inspeksi mendadak ke penjara-penjara militer.

Tindakan penahanan tanpa pengadilan yang jelas dan dugaan perlakuan tak manusiawi terhadap tahanan dinilai melanggar Konvensi Jenewa IV tentang perlindungan warga sipil pada masa perang. Para aktivis HAM mendesak Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk memasukkan berkas kematian 92 tahanan Palestina ini ke dalam berkas penyelidikan kejahatan perang yang sedang berlangsung.

Hingga saat ini, jumlah total warga Palestina yang mendekam di penjara-penjara Israel diperkirakan telah melampaui angka 9.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak. Mayoritas dari mereka berstatus sebagai tahanan administratif yang ditahan tanpa tuduhan resmi maupun proses peradilan yang adil.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User