JAKARTA — Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ternyata masih diwarnai oleh pemahaman yang keliru. Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sebanyak 95 persen masyarakat Indonesia menyikat gigi pada waktu yang kurang tepat. Meski rutin menyikat gigi dua kali sehari, pola waktu yang salah membuat perlindungan terhadap kesehatan gigi menjadi tidak maksimal.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua PB PDGI, drg. Tari Tritarayati, SH., MH.Kes, dalam sebuah sosialisasi kesehatan gigi masyarakat di Jakarta. Ia menekankan bahwa kebiasaan menyikat gigi yang diwariskan secara turun-temurun sering kali berfokus pada ritme mandi harian, bukan pada siklus aktivitas makan dan tidur yang sebenarnya menentukan pembentukan plak pada permukaan gigi.
Kronologi dan Temuan Waktu Menyikat Gigi yang Keliru
Berdasarkan hasil pemantauan dan edukasi lapangan yang dilakukan oleh PB PDGI, terdapat pola kebiasaan salah yang hampir seragam di tengah masyarakat. Berikut adalah gambaran fenomena perilaku menyikat gigi di Indonesia:
- Menyikat gigi saat mandi pagi: Mayoritas masyarakat membersihkan gigi saat mandi pagi sebelum menyantap sarapan. Padahal, makanan sarapan yang dikonsumsi setelahnya justru meninggalkan sisa-sisa makanan dan asam yang menempel seharian di dalam mulut.
- Melewatkan sikat gigi sebelum tidur malam: Banyak orang yang menyikat gigi saat mandi sore, namun tidak mengulangnya kembali sebelum tidur di malam hari. Saat tidur, produksi air liur berkurang sehingga bakteri berkembang jauh lebih cepat.
- Menyikat gigi langsung setelah makan makanan asam: Sebagian warga yang sadar kebersihan langsung menyikat gigi seketika setelah makan makanan asam, yang justru dapat mengikis lapisan enamel gigi yang sedang melunak.
Menurut drg. Tari Tritarayati, kesalahan persepsi ini berakar dari kurangnya pemahaman mendalam mengenai mekanisme kerja bakteri pembuat karies di dalam rongga mulut.
"Masyarakat memang sudah rajin menyikat gigi dua kali sehari. Namun, waktunya yang masih kurang tepat. Mayoritas menyikat gigi saat mandi pagi sebelum sarapan dan mandi sore. Yang benar adalah menyikat gigi setelah sarapan pagi dan sebelum tidur di malam hari," tegas drg. Tari Tritarayati.
Bahaya Penumpukan Plak dan Kerusakan Gigi Kronis
Kesalahan waktu menyikat gigi ini membawa dampak buruk jangka panjang bagi kesehatan masyarakat. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dan Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa angka prevalensi masalah gigi rusak, berlubang, atau karies di Indonesia masih tergolong sangat tinggi, yakni mencapai di atas 88 persen.
Ketika seseorang menyikat gigi sebelum sarapan, lapisan pelindung gigi memang bersih sejenak. Namun, saat makanan sarapan masuk, sisa-sisa karbohidrat dan gula akan langsung diolah oleh bakteri menjadi zat asam. Asam inilah yang kemudian merusak enamel gigi selama berjam-jam hingga waktu mandi sore tiba.
- Pembentukan Karies Gigi: Bakteri memproses gula sisa makanan menjadi asam yang mengikis kalsium enamel secara terus-menerus.
- Bau Mulut (Halitosis): Sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi membusuk sepanjang hari dan sepanjang malam.
- Gusi Berdarah dan Peradangan: Plak yang menumpuk dan mengeras menjadi karang gigi dapat memicu gingivitis atau radang gusi.
- Kerusakan Saraf Gigi: Gigi berlubang yang dibiarkan tanpa penanganan bisa mencapai lapisan pulpa dan menyebabkan nyeri hebat serta infeksi sistemik.
Langkah Edukasi dan Imbauan PB PDGI untuk Masyarakat
Menanggapi kondisi tersebut, PB PDGI terus menggalakkan program edukasi nasional untuk mengubah perilaku kebersihan mulut masyarakat Indonesia. Dokter gigi di seluruh jajaran pengurus daerah dikerahkan untuk memberikan sosialisasi berkala di sekolah-sekolah, pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), serta komunitas umum.
PB PDGI membagikan panduan praktis yang mudah diterapkan sehari-hari untuk memastikan kebersihan gigi dan mulut terjaga secara optimal:
- Sarapan terlebih dahulu: Selesaikan sarapan pagi Anda, tunggu sekitar 20 hingga 30 menit, lalu sikatlah gigi hingga bersih sebelum memulai aktivitas harian.
- Sikat gigi sebelum tidur malam: Pastikan rongga mulut dalam keadaan benar-benar bersih dari sisa makanan malam sebelum memejamkan mata. Jangan mengonsumsi makanan atau minuman manis setelah menyikat gigi malam.
- Gunakan teknik yang lembut: Gunakan sikat gigi berbulu halus dengan pasta gigi berfluorida, lalu gosok dengan gerakan melingkar dari arah gusi ke gigi secara perlahan.
- Pemeriksaan rutin: Kunjungi dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk pembersihan karang gigi (scaling) dan deteksi dini masalah kesehatan mulut.
Dengan perubahan pola dan waktu menyikat gigi yang tepat, PB PDGI optimistis angka kejadian gigi berlubang di Indonesia dapat ditekan secara drastis dalam beberapa tahun ke depan, demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang senyumnya sehat dan bebas dari masalah kesehatan gigi.
Comments (0)