Sep 17, 2026
Nasional

BANTEN — Basarnas Resmi Hentikan Pencarian Awak KM Arupadatu I

Suasana haru menyelimuti posko utama Pencarian dan Pertolongan (SAR) di Banten ketika sirene penanda berakhirnya operasi resmi dibunyikan. Setelah melakuka

BANTEN — Basarnas Resmi Hentikan Pencarian Awak KM Arupadatu I

Suasana haru menyelimuti posko utama Pencarian dan Pertolongan (SAR) di Banten ketika sirene penanda berakhirnya operasi resmi dibunyikan. Setelah melakukan penyisiran intensif selama 7 hari penuh, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, serta relawan terpaksa mengambil keputusan berat. Gubernur Banten Andra Soni, didampingi Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad dan Komandan Lanal setempat, secara resmi mengumumkan penghentian operasi pencarian terhadap korban tenggelamnya kapal KM Arupadatu I yang membawa sejumlah awak dan insan pers.

Keputusan menuntaskan operasi pencarian ini diambil sesuai dengan aturan standar operasional prosedur (SOP) pencarian dan pertolongan nasional. Meskipun seluruh armada utama telah dikerahkan ke titik-titik krusial perairan, keberadaan jurnalis beserta beberapa awak kapal yang dilaporkan hilang hingga kini belum membuahkan hasil maksimal di tengah cuaca laut yang esktrem.

Evaluasi dan Penutupan Resmi Operasi SAR

Dalam konferensi pers yang digelar di dermaga pelabuhan, Gubernur Banten menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa KM Arupadatu I. Pemerintah daerah mengapresiasi kerja keras tanpa henti yang ditunjukkan oleh seluruh tim penyelamat yang berjuang melawan ombak tinggi selama sepekan terakhir.

"Kami telah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, menyisir hingga belasan mil laut dari lokasi awal kejadian. Namun demi keselamatan personel dan sesuai regulasi SOP penanggulangan bencana, operasi SAR skala besar secara resmi kami tutup," ujar Gubernur Banten Andra Soni saat memberikan keterangannya kepada pers.

Sementara itu, Kepala Basarnas Banten Al Amrad menegaskan bahwa meskipun status operasi secara kelembagaan dan penyisiran aktif telah dihentikan, pemantauan pasif akan tetap berjalan. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda atau petunjuk baru mengenai keberadaan korban oleh nelayan maupun kapal yang melintas, operasi pencarian dapat segera dibuka kembali.

"Penghentian operasi ini bukan berarti kami berhenti peduli, melainkan pemindahan fokus dari penyisiran aktif di laut menjadi pemantauan siaga," tegas Al Amrad menjelaskan skema penanganan lanjutan.

Rekapitulasi Pelaksanaan Operasi Pencarian

Pencarian KM Arupadatu I dan seluruh penumpangnya telah melibatkan puluhan alutsista laut serta udara dari berbagai instansi terkait. Berikut adalah ringkasan teknis operasi penyisiran SAR yang telah dilaksanakan selama sepekan terakhir:

Parameter Operasi Keterangan Teknis
Durasi Pencarian 7 Hari Intensif (Sesuai UU No. 29 Tahun 2014)
Luas Area Penyisiran Lebih dari 250 mil laut persegi
Unsur yang Terlibat Basarnas, Lanal Banten, Polairud, BPBD, Relawan Nelayan
Armada Utama 3 Kapal Patroli, 4 Rigid Inflatable Boat (RIB), Helikopter SAR

Tantangan terbesar yang dihadapi oleh armada penyelamat selama sepekan terakhir meliputi gelombang tinggi yang mencapai 2,5 hingga 4 meter di perairan terbuka, ditambah kuatnya arus bawah laut yang memicu pergeseran posisi objek pencarian secara cepat dan tidak terprediksi.

Duka Mendalam bagi Komunitas Pers dan Keluarga

Kabar penutupan pencarian ini membawa duka mendalam, khususnya bagi komunitas wartawan dan keluarga korban. Jurnalis yang berada di atas KM Arupadatu I tersebut diketahui tengah menjalankan tugas liputan jurnalistik mengenai kondisi pelayaran perairan setempat saat musibah naas itu terjadi. Berbagai organisasi profesi jurnalis menyampaikan apresiasi atas kegigihan tim SAR sekaligus memanjatkan doa bagi seluruh keluarga korban agar diberikan kekuatan dan ketabahan.

Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh nakhoda kapal pelayaran komersial serta nelayan tradisional di sekitar Selat Sunda dan perairan Banten untuk segera memberikan laporan resmi ke pos SAR terdekat apabila menemukan puing kapal maupun indikasi korban di kemudian hari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User