Sudaryono Bertemu Taj Yasin di Sarang: Kalau Ada Jalannya, Why Not?
JAKARTA — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah Sudaryono menggelar pertemuan dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023 Taj Yasin Maimoen di Pondok Pesantren Al A...
JAKARTA — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah Sudaryono menggelar pertemuan dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023 Taj Yasin Maimoen di Pondok Pesantren Al Anwar IV, Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut diisi diskusi intensif mengenai dinamika politik di Jawa Tengah menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024.
Sudaryono menyatakan, silaturahmi ke kediaman keluarga besar almarhum KH Maimoen Zubair itu merupakan bagian dari upaya Partai Gerindra membangun komunikasi dengan berbagai tokoh di Jawa Tengah. Ia menyebut perbincangan dengan putra ulama kharismatik yang akrab disapa Mbah Moen tersebut berjalan hangat dan produktif.
"Kami berdiskusi secara intens membahas berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan, termasuk masa depan Jawa Tengah. Kalau ada jalannya, why not?" ujar Sudaryono.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono menanggapi peluang kerja sama politik antara Partai Gerindra dan Taj Yasin Maimoen pada Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2024. Menurutnya, segala kemungkinan masih terbuka selama sejalan dengan aspirasi masyarakat serta arahan pimpinan pusat partai.
Silaturahmi ke Pondok Pesantren Al Anwar IV Sarang
Pondok Pesantren Al Anwar Sarang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam paling berpengaruh di kawasan pesisir utara Jawa Tengah. Pesantren ini diasuh almarhum KH Maimoen Zubair, ulama sepuh Nahdlatul Ulama yang wafat di Makkah, Arab Saudi, pada 6 Agustus 2019.
Dalam kunjungannya, Sudaryono diterima langsung oleh Taj Yasin Maimoen, putra Mbah Moen yang kini turut mengelola pesantren. Keduanya berbincang cukup lama membahas berbagai isu, mulai dari persoalan keagamaan, pendidikan pesantren, hingga konfigurasi politik regional di Jawa Tengah.
Sudaryono menegaskan, hubungan antara Partai Gerindra dan keluarga besar Pondok Pesantren Al Anwar telah terjalin baik sejak lama. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, kata dia, juga memiliki kedekatan khusus dengan almarhum Mbah Moen semasa hidupnya.
"Kedekatan Pak Prabowo dengan Mbah Moen bukan hal baru. Karena itu, silaturahmi ini sekaligus merawat hubungan baik yang sudah terbangun selama bertahun-tahun," tuturnya.
Sinyal Kerja Sama Jelang Pemilihan Gubernur Jawa Tengah
Pertemuan ini memunculkan sinyal mengenai arah dukungan Partai Gerindra pada Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2024. Taj Yasin, kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP), disebut sebagai salah satu figur potensial yang dapat diusung dalam kontestasi tersebut.
Nama Sudaryono sendiri sebelumnya sempat digadang-gadang maju sebagai bakal calon gubernur atau wakil gubernur Jawa Tengah. Namun, ia menyatakan akan menindaklanjuti apa pun keputusan partai, termasuk kemungkinan mendukung figur lain yang dinilai memiliki elektabilitas dan visi yang sejalan.
Menurut Sudaryono, Partai Gerindra membuka ruang komunikasi dengan seluruh kekuatan politik tanpa kecuali. Ia menilai Jawa Tengah membutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul beragam elemen masyarakat, termasuk kalangan pesantren dan warga nahdliyin.
"Politik itu dinamis. Yang penting adalah niat baik untuk membangun Jawa Tengah. Soal siapa berpasangan dengan siapa, semua akan diputuskan dalam mekanisme partai dan koalisi," katanya.
Jejak Politik Taj Yasin dan Basis Dukungan Nahdliyin
Taj Yasin Maimoen, yang akrab disapa Gus Yasin, menjabat Wakil Gubernur Jawa Tengah mendampingi Gubernur Ganjar Pranowo pada periode 2018–2023. Pasangan tersebut memenangi Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018, ditopang antara lain oleh basis pemilih nahdliyin di wilayah pantai utara Jawa.
Sebagai putra Mbah Moen, Gus Yasin memiliki jaringan kuat di kalangan santri dan alumni Pondok Pesantren Al Anwar yang tersebar di berbagai daerah. Faktor ini dinilai menjadi modal politik penting bagi setiap pasangan calon yang hendak bertarung di Jawa Tengah, provinsi dengan jumlah pemilih terbesar ketiga di Indonesia.
Dukungan jaringan ulama dan pesantren kerap menjadi penentu kemenangan dalam kontestasi pemilihan kepala daerah di Jawa Tengah. Karena itu, langkah Partai Gerindra merangkul tokoh pesantren dipandang sebagai bagian dari konsolidasi politik menghadapi pilkada yang diprediksi berlangsung kompetitif.
Hingga berita ini diturunkan, Partai Gerindra belum mengumumkan secara resmi pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung di Jawa Tengah. Sudaryono menyatakan, keputusan final akan disampaikan setelah seluruh proses penjaringan dan komunikasi politik rampung dilakukan.
"Kami meminta doa restu dari para kiai dan seluruh masyarakat Jawa Tengah agar proses demokrasi ini berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin terbaik," ucapnya.
Comments (0)