Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level Siaga, Warga Pesisir dan Pelayaran Diimbau Waspada

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada)

Jul 07, 2026 - 23:01
0 0
Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level Siaga, Warga Pesisir dan Pelayaran Diimbau Waspada

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) per Sabtu (4/7/2026). Gunung api yang berada di perairan Selat Sunda, tepatnya di antara Provinsi Lampung dan Banten, ini menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan sehingga memerlukan kewaspadaan ekstra dari semua pihak.

Kenaikan status ini menandakan bahwa potensi bahaya erupsi semakin besar. Masyarakat yang bermukim di sepanjang pesisir pantai di sekitar Selat Sunda, khususnya di wilayah Kabupaten Pandeglang (Banten) dan Kabupaten Lampung Selatan (Lampung), diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan. PVMBG merekomendasikan agar warga dan wisatawan tidak mendekati kawasan kawah dalam radius 2 kilometer untuk menghindari risiko lontaran material vulkanik, aliran lava, dan awan panas.

Imbauan Keselamatan Pelayaran

Seiring dengan peningkatan status tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten turut mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh pengguna jasa transportasi laut. Kepala KSOP Banten, Raden Yogie Nugraha, menegaskan bahwa seluruh nakhoda, perusahaan pelayaran, dan agen kapal yang melintasi Selat Sunda harus meningkatkan pengawasan dan mematuhi arahan keselamatan.

Menurut laporan Apaberita.com, Raden Yogie menyampaikan bahwa informasi dari PVMBG menjadi dasar bagi KSOP untuk mengingatkan semua pihak agar tidak mengabaikan potensi bahaya. “Kami meminta seluruh operator kapal untuk selalu memantau informasi terbaru dari otoritas terkait dan menyesuaikan rute pelayaran jika diperlukan. Keselamatan jiwa dan harta benda menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Gunung Anak Krakatau dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Letusan besar pada Desember 2018 memicu tsunami yang menghantam pesisir Banten dan Lampung, menewaskan ratusan orang. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik di selat ini dapat berdampak langsung ke daratan. Oleh karena itu, masyarakat pesisir diimbau tidak hanya mewaspadai abu vulkanik, tetapi juga potensi gelombang laut jika terjadi erupsi susulan.

PVMBG terus memantau secara real-time aktivitas seismik, deformasi tubuh gunung, serta emisi gas dari kawah Anak Krakatau. Data ini akan menjadi acuan dalam menentukan langkah mitigasi selanjutnya. Apabila status dinaikkan lagi menjadi Level IV (Awas), maka radius bahaya akan diperluas dan pengungsian warga mungkin akan diberlakukan.

Media kami, Apaberita.com, akan terus menyajikan perkembangan terkini mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kami mengimbau pembaca untuk mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan Badan Geologi, serta tidak mudah terpengaruh kabar yang tidak jelas sumbernya. Kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman bencana gunung api.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User