SSDM Polri Umumkan 350 Calon Taruna Akpol Lolos Seleksi 2026

Jakarta — Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri secara resmi menetapkan sebanyak 320 calon taruna dan 30 calon taruni sebagai peserta yang berhasil melewati seluruh rangkaian seleksi Akademi Kepolis...

SSDM Polri Umumkan 350 Calon Taruna Akpol Lolos Seleksi 2026

Jakarta — Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri secara resmi menetapkan sebanyak 320 calon taruna dan 30 calon taruni sebagai peserta yang berhasil melewati seluruh rangkaian seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Utama SSDM Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (27/7).

Kepala SSDM Polri, Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, menyatakan bahwa tahun ini pihaknya membuka total kuota sebanyak 350 orang yang akan menjalani pendidikan pembentukan perwira Polri. Dari jumlah tersebut, komposisi laki-laki tetap mendominasi dengan alokasi 320 kursi, sedangkan perempuan mendapatkan porsi 30 kursi. Angka ini mencerminkan kebijakan afirmasi yang secara bertahap terus ditingkatkan untuk memperluas keterwakilan perempuan di jajaran korps bhayangkara.

"Kami bersyukur proses seleksi tahun ini berjalan dengan sangat baik. Total peserta yang mendaftar mencapai puluhan ribu, dan setelah melalui berbagai tahapan yang ketat, akhirnya ditetapkan 350 calon taruna-taruni terbaik yang akan memulai pendidikan pada awal Agustus mendatang," ujar Dedi Prasetyo di hadapan awak media.

Transformasi Sistem Seleksi Berbasis Teknologi

Salah satu terobosan signifikan dalam rekrutmen Akpol 2026 adalah penerapan sistem ujian berbasis komputer dengan standar soal yang setara dengan kompetisi olimpiade akademik. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa hanya individu dengan kapasitas intelektual unggul yang mampu menembus tahap awal seleksi. Materi ujian mencakup penalaran logis, kemampuan verbal, numerik, serta pemahaman wawasan kebangsaan yang semuanya dirancang oleh tim ahli independen bekerja sama dengan kalangan akademisi dari sejumlah universitas terkemuka.

Menurut Kepala Biro Pengkajian dan Pengembangan SSDM Polri, Brigadir Jenderal Polisi Teguh Santoso, langkah ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk menghadirkan seleksi yang bersih, transparan, dan bebas dari intervensi pihak mana pun. "Sistem kami kunci sepenuhnya. Hasil ujian langsung keluar secara otomatis setelah peserta menyelesaikan seluruh soal. Tidak ada celah untuk manipulasi data atau titipan. Inilah era baru rekrutmen Polri yang mengedepankan meritokrasi," tegasnya.

Tahapan Seleksi yang Ketat dan Multidimensi

Sebelum mencapai tahap akhir, para calon taruna-taruni harus melewati serangkaian ujian yang komprehensif. Dimulai dari pendaftaran daring dan verifikasi berkas administrasi, peserta selanjutnya menjalani ujian akademik berbasis komputer yang menjadi titik eliminasi terbesar. Ratusan peserta gugur pada fase ini karena tidak mampu memenuhi ambang batas nilai minimal yang telah ditetapkan.

Setelah lolos dari ujian akademik, mereka menghadapi tes psikologi yang dirancang untuk mengukur kestabilan emosi, integritas, serta potensi kepemimpinan. Tahapan ini melibatkan psikolog profesional dan aparat pengawasan internal untuk menjamin objektivitas hasil penilaian. Tidak berhenti sampai di situ, tes kesehatan jasmani dan rohani dilakukan secara menyeluruh, mencakup pemeriksaan fisik, laboratorium, hingga rekam medis yang diaudit oleh tim dokter kepolisian.

Ujian kesamaptaan jasmani menjadi salah satu penentu utama, di mana peserta diwajibkan menyelesaikan lari jarak menengah, pull-up, push-up, shuttle run, serta renang dengan batas waktu dan standar yang ketat. Aspek antropometri atau pengukuran tinggi dan berat badan proporsional juga menjadi elemen kritis yang tidak dapat dikompromikan. Wakil Kepala SSDM Polri, Brigadir Jenderal Polisi Suharyono, menambahkan bahwa tidak ada toleransi sedikit pun terhadap penyimpangan fisik atau administrasi. "Kami hanya menerima yang prima secara jasmani dan rohani," ujarnya singkat.

Pengawasan Berlapis Demi Akuntabilitas Publik

Proses seleksi tahun ini diawasi secara ketat oleh berbagai pihak, termasuk Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri, Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam), serta melibatkan pengawas eksternal dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan perwakilan orang tua peserta. Transparansi menjadi kata kunci yang terus digaungkan oleh pimpinan SSDM Polri guna memulihkan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi.

"Kami undang siapa pun untuk melihat langsung proses ini. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua tahapan terbuka untuk diaudit dan disaksikan," kata Dedi Prasetyo menambahkan. Ia juga mengimbau agar masyarakat segera melapor jika menemukan indikasi kecurangan atau praktik percaloan yang mencatut nama pejabat Polri. Laporan tersebut, menurutnya, akan ditindaklanjuti secara tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Jadwal Pendidikan dan Pembekalan Awal

Ke-350 calon taruna-taruni yang dinyatakan lolos seleksi akan menjalani masa orientasi dan pelantikan dalam waktu dekat di kompleks Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah. Mereka dijadwalkan memulai pendidikan dasar kepolisian selama kurang lebih empat tahun, yang mencakup pendidikan akademik, pelatihan fisik militer, penguasaan taktik dan strategi kepolisian, serta penguatan etika dan moralitas sebagai penegak hukum.

Sebelum berangkat, seluruh peserta wajib mengikuti pembekalan dari orang tua dan tokoh masyarakat, sebagai bentuk dukungan moral agar mereka tetap rendah hati dan berdisiplin tinggi selama menempuh pendidikan. Pihak SSDM Polri juga telah berkoordinasi dengan jajaran Gubernur Akademi Kepolisian untuk memastikan seluruh fasilitas asrama, ruang kelas, dan sarana olah raga dalam kondisi prima menyambut para taruna baru.

Dengan penetapan ini, diharapkan lahir generasi perwira Polri yang profesional, modern, dan terpercaya, yang kelak akan mengemban tugas mulia melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat di seluruh penjuru Tanah Air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User