Spanyol Jinakkan Belgia di Perempat Final, Merino Jadi Pahlawan
Los Angeles — Tim nasional Spanyol memastikan tempat di semifinal Piala Dunia FIFA 2026 setelah menundukkan Belgia dengan skor tipis 1-0 dalam laga yang berlangsung di Stadion Los Angeles, Minggu di...
Los Angeles — Tim nasional Spanyol memastikan tempat di semifinal Piala Dunia FIFA 2026 setelah menundukkan Belgia dengan skor tipis 1-0 dalam laga yang berlangsung di Stadion Los Angeles, Minggu dini hari WIB. Gol tunggal kemenangan La Roja dicetak oleh gelandang Mikel Merino pada babak kedua, memanfaatkan kelengahan lini belakang Belgia yang sepanjang pertandingan tampil disiplin. Kemenangan ini melanjutkan tren positif Spanyol yang belum terkalahkan sepanjang turnamen.
Pertandingan berlangsung dalam intensitas tinggi sejak menit awal. Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan dengan penguasaan bola mencapai 63 persen di sepanjang laga. Meski demikian, Belgia yang mengandalkan serangan balik cepat melalui Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Spanyol yang dikawal Aymeric Laporte dan Pau Torres.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Spanyol di Babak Pertama
Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung menekan pertahanan Belgia. Alvaro Morata yang menjadi ujung tombak beberapa kali mendapat peluang, namun selalu mampu digagalkan oleh kiper Thibaut Courtois yang tampil gemilang. Pada menit ke-12, tembakan jarak jauh Pedri masih membentur mistar gawang. Tekanan terus dilancarkan melalui sisi sayap dengan pergerakan Lamine Yamal dan Nico Williams yang lincah.
Belgia bukan tanpa peluang. Di menit ke-24, Romelu Lukaku nyaris membawa Belgia unggul setelah menerima umpan terobosan De Bruyne, namun sepakannya masih dapat ditepis oleh Unai Simon. Hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan. Statistik mencatat Spanyol melepaskan 8 tembakan dengan 3 tepat sasaran, sementara Belgia hanya dua kali mengancam.
Mikel Merino Muncul Sebagai Penentu
Babak kedua baru berjalan enam menit, tepatnya pada menit ke-51, Mikel Merino mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari skema sepak pojok yang dieksekusi Dani Olmo, bola liar di depan kotak penalti disambar Merino dengan tendangan voli kaki kiri yang tak mampu dijangkau Courtois. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan ini.
Seusai laga, Merino mengungkapkan rasa syukurnya.
“Saya hanya melihat bola datang dan langsung menyambarnya. Ini adalah momen yang luar biasa. Kerja keras seluruh tim membuahkan hasil,”ujar pemain yang merumput di klub Arsenal tersebut.
Belgia berusaha bangkit setelah ketertinggalan. Pelatih Domenico Tedesco memasukkan Leandro Trossard dan Yannick Carrasco untuk menambah daya gedor. Namun, solidnya koordinasi lini belakang Spanyol membuat setiap upaya Belgia mentah. Unai Simon bahkan melakukan penyelamatan krusial pada menit ke-78 saat mementahkan sundulan Lukaku dari jarak dekat.
Strategi Efektif Luis de la Fuente
Keberhasilan Spanyol tidak lepas dari strategi pelatih Luis de la Fuente yang menerapkan formasi 4-3-3 fleksibel. Ia memuji penampilan anak asuhnya.
“Kami tahu Belgia tim yang kuat secara fisik dan punya transisi cepat. Para pemain menjalankan instruksi dengan sempurna, terutama dalam menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan,”kata De la Fuente dalam konferensi pers usai pertandingan.
Statistik menunjukkan Spanyol mencatatkan 14 tembakan dengan 5 tepat sasaran, sementara Belgia hanya 7 tembakan dan 3 on target. Penguasaan bola 63 berbanding 37 persen menjadi bukti dominasi Spanyol. Kedisiplinan gelandang Rodri dalam memutus serangan dan distribusi bola menjadi kunci kemenangan.
Jalan Spanyol Menuju Semifinal
Hasil ini membawa Spanyol ke babak semifinal untuk keempat kalinya dalam sejarah Piala Dunia. Sebelumnya, mereka mencapai semifinal pada 1950, 2010 saat menjadi juara, dan 2022. Kini, mereka menunggu pemenang antara Brasil dan Portugal yang akan bertanding di babak delapan besar lainnya.
Di sisi lain, Belgia harus mengubur mimpi meraih gelar pertama mereka. Generasi emas yang dihuni De Bruyne, Lukaku, dan Courtois belum mampu mempersembahkan trofi besar sejak finis ketiga di Piala Dunia 2018. Kekalahan ini sekaligus menegaskan akhir era bagi sejumlah pemain senior Belgia yang kemungkinan besar akan gantung sepatu dari tim nasional.
Pertandingan berjalan dalam kendali penuh wasit asal Italia, Daniele Orsato, yang mengeluarkan tiga kartu kuning untuk pemain Belgia dan satu untuk Spanyol. Total penonton yang memadati Stadion Los Angeles tercatat sebanyak 71.250 orang, sebagian besar pendukung Spanyol yang menciptakan atmosfer layaknya laga kandang.
Dengan kemenangan ini, Spanyol memperpanjang rekor clean sheet mereka menjadi empat pertandingan berturut-turut di turnamen ini. Mereka kini difavoritkan untuk melaju ke final dan mengulang kesuksesan tahun 2010. Perjalanan masih panjang, tetapi La Roja menunjukkan kematangan dan mental juara yang solid di bawah asuhan De la Fuente.
Baca juga:
Comments (0)