Sistem Digital Pantau Gizi MBG Siap Dioperasikan Minggu Depan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan bahwa orang tua peserta program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memperoleh akses penuh untuk memantau komposisi menu dan kandungan gizi anak-anak ...
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan bahwa orang tua peserta program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memperoleh akses penuh untuk memantau komposisi menu dan kandungan gizi anak-anak mereka melalui platform digital yang dijadwalkan beroperasi pada awal pekan mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya lembaga memperbaiki tata kelola program prioritas nasional yang menyasar puluhan juta siswa di seluruh Indonesia.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Jumat (27/7), Sudaryono menegaskan bahwa sistem pengawasan berbasis teknologi informasi itu merupakan wujud komitmen BGN dalam menjamin keterbukaan data sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pelaksanaan MBG.
Mulai Senin, 3 Agustus 2026, setiap orang tua dapat masuk ke dalam sistem kami dan melihat secara rinci apa yang dimakan anaknya di sekolah, dari jenis lauk, sayur, buah, sampai berapa gram protein dan kalori yang terkandung,ujarnya.
Platform Digital dan Mekanisme Pemantauan
Menurut Sudaryono, sistem yang dikembangkan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital itu dapat diakses melalui laman resmi BGN maupun aplikasi seluler yang akan segera diluncurkan. Orang tua cukup memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) serta kode unik siswa untuk mendapatkan tampilan menu harian yang tersaji di satuan pendidikan masing-masing. Informasi yang disajikan mencakup foto hidangan, daftar bahan baku, nilai zat gizi makro dan mikro, hingga sertifikasi mutu dari laboratorium pangan yang telah ditunjuk.
Ia menambahkan bahwa data akan diperbarui setiap hari sebelum jam makan siang sekolah dimulai, sehingga orang tua dapat mengetahui menu yang akan disantap oleh putra-putri mereka pada hari itu.
Bahkan jika ada perubahan mendadak karena ketersediaan bahan di daerah, sistem akan menampilkan notifikasi beserta penyesuaian komposisi gizinya,tambahnya.
Langkah Keras Sebelum Pengumuman
Kebijakan transparansi ini diumumkan tidak lama setelah BGN mengambil tindakan tegas terhadap jajaran internalnya. Berdasarkan hasil audit investigatif yang dilakukan bekerja sama dengan Inspektorat Jenderal, BGN memberhentikan 261 pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran berat, seperti penyimpangan dalam pengadaan bahan makanan dan manipulasi data distribusi. Langkah pemecatan massal tersebut dipandang sebagai bagian dari strategi besar membersihkan ekosistem MBG sebelum mekanisme pengawasan publik diperkenalkan.
Kita tidak mungkin bicara transparansi ke masyarakat kalau di dalam masih ada oknum yang mencoba bersembunyi. Maka dari itu, reformasi internal menjadi syarat mutlak yang kami selesaikan terlebih dahulu,tegas Sudaryono. Ia tidak memerinci lebih lanjut bentuk pelanggaran yang dilakukan para pegawai tersebut, tetapi memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan.
Respons dan Harapan Publik
Pengumuman tersebut langsung mendapat tanggapan positif dari sejumlah kalangan. Ketua Umum Serikat Orang Tua Murid Nusantara, Herlina Kartasasmita, menyatakan bahwa akses pemantauan ini akan sangat membantu keluarga dalam mengawal asupan gizi anak-anak.
Kami sudah lama menunggu sistem seperti ini. Dengan adanya platform digital, orang tua tidak lagi gelap informasi soal kualitas makanan yang dibiayai oleh pajak rakyat,katanya. Ia berharap pemerintah daerah ikut proaktif menyosialisasikan penggunaan sistem kepada wali murid di wilayahnya.
Senada dengan itu, pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Dodi Rahmat, menilai bahwa langkah BGN bisa menjadi preseden baik bagi transparansi program bantuan sosial lainnya.
Ini adalah bentuk nyata dari akuntabilitas publik yang terukur. Jika berhasil, bukan tidak mungkin model ini direplikasi untuk program lain seperti bantuan pangan non-tunai,ujarnya dalam keterangan terpisah.
Target Cakupan dan Evaluasi Berkelanjutan
Saat ini, program MBG sudah menjangkau sekitar 32,4 juta siswa di lebih dari 220.000 satuan pendidikan di 514 kabupaten/kota. Dengan dioperasikannya sistem digital, BGN menargetkan seluruh satuan pendidikan yang telah menerima manfaat dapat terhubung ke platform dalam waktu dua pekan. Tim teknis akan disiagakan di setiap provinsi untuk membantu sekolah yang mengalami kendala konektivitas atau perangkat.
Selain pemantauan menu, Sudaryono mengungkapkan bahwa platform tersebut akan dilengkapi fitur umpan balik dua arah. Orang tua dapat memberikan penilaian atau laporan singkat mengenai kualitas makanan yang sampai kepada anak mereka, yang nantinya akan direkapitulasi secara otomatis untuk keperluan evaluasi vendor dan perbaikan layanan.
Kami ingin program ini benar-benar dikelola dengan prinsip pemerintahan terbuka. Semua masukan akan kami baca dan tindak lanjuti,pungkasnya.
Dengan waktu peluncuran yang kurang dari sepekan, publik kini menanti realisasi janji tersebut. Keberhasilan sistem ini akan menjadi parameter penting bagi kredibilitas BGN dalam menjalankan salah satu proyek paling ambisius di era pemerintahan saat ini.
Comments (0)