Sepasang Biawak Jatuh di Dapur saat Warga Ciampea Memasak
CIAMPEA, BOGOR — Sepasang biawak berukuran besar jatuh dari langit-langit dapur ketika seorang ibu rumah tangga tengah memasak di kediamannya di Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Kam...
CIAMPEA, BOGOR — Sepasang biawak berukuran besar jatuh dari langit-langit dapur ketika seorang ibu rumah tangga tengah memasak di kediamannya di Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Kamis (17/7/2026). Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB itu sontak mengejutkan pemilik rumah dan sejumlah tetangga yang mendengar suara benturan keras dari bagian belakang bangunan.
Warga setempat, Siti Rohani (47 tahun), menyatakan bahwa dirinya sedang menyiapkan menu makan siang ketika mendadak mendengar suara gemuruh dari atas plafon. "Saya sedang menumis bumbu, tiba-tiba ada suara retakan lalu bledug, dua ekor biawak jatuh bersamaan dari plafon, satu mendarat di dekat kompor, satunya lagi di meja dapur. Saya langsung berteriak dan lari ke luar," tutur Siti sambil masih tampak syok. Dua reptil itu diduga memasuki ruang antara atap dan plafon melalui celah di bagian genting yang terbuka.
Kronologi dan Kepanikan
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kepanikan bermula saat suara gaduh terdengar dari dapur rumah Siti. Beberapa tetangga yang berdatangan segera mendapati pemilik rumah dalam kondisi gemetaran di halaman. Salah satu tetangga, Ahmad Fauzi (52 tahun), mengaku melihat langsung kedua biawak tersebut berukuran cukup besar—masing-masing diperkirakan memiliki panjang sekitar 1,2 meter dan berat lebih dari 6 kilogram. "Satunya langsung merayap ke sudut dapur, yang lainnya sempat naik ke rak piring sebelum akhirnya masuk ke kolong lemari. Kami tidak berani mendekat karena khawatir diserang," kata Ahmad.
Jenis biawak yang jatuh diidentifikasi sebagai biawak air (Varanus salvator), spesies yang umum dijumpai di wilayah Bogor, terutama yang dekat dengan aliran sungai. Desa Cibadak sendiri berbatasan dengan Sungai Cisadane, sehingga kemunculan satwa liar di permukiman bukan kali pertama terjadi. Meski demikian, peristiwa jatuhnya dua ekor sekaligus dari atap rumah dianggap sebagai kejadian luar biasa oleh warga.
Evakuasi oleh Petugas
Warga yang tidak sanggup menangani sendiri segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor. Tim rescue yang dipimpin oleh Komandan Regu Andri Setiawan tiba di lokasi sekitar pukul 11.15 WIB dengan membawa peralatan penjepit dan karung khusus. Proses evakuasi berlangsung hampir 45 menit karena posisi biawak yang bersembunyi di balik perabotan dapur.
"Kami harus menggeser beberapa perabot secara hati-hati agar tidak melukai hewan maupun warga. Kedua biawak dalam kondisi stres, jadi perlu pendekatan perlahan," jelas Andri Setiawan di sela proses evakuasi. Petugas berhasil mengamankan kedua reptil tanpa insiden dan langsung memasukkannya ke dalam kandang angkut. Tidak ada korban luka dalam peristiwa ini, baik dari pihak warga maupun dari hewan tersebut.
Penanganan dan Imbauan
Kepala Desa Cibadak, Sutrisno, turut hadir ke lokasi dan memastikan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat telah dilakukan. "Kedua biawak akan diserahkan ke BKSDA untuk dilepasliarkan di habitat yang sesuai, jauh dari pemukiman. Kami juga akan mengecek rumah-rumah warga yang berpotensi menjadi celah masuk satwa liar," ujar Sutrisno.
Pihak BKSDA melalui Kepala Seksi Wilayah II Bogor, Muhammad Fadly, mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan kemunculan satwa liar untuk rutin memeriksa kondisi atap dan plafon rumah. "Terutama di musim kemarau seperti sekarang, satwa mencari tempat berteduh yang sejuk dan gelap, tidak jarang mereka masuk ke celah bangunan. Kami mengimbau agar warga tidak bertindak sendiri jika menjumpai satwa liar, segera hubungi petugas," tegasnya.
Peristiwa ini menjadi perbincangan di kalangan warga Desa Cibadak dan sekitarnya. Sejumlah warga mengaku akan lebih waspada dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa di sekitar rumah. Siti Rohani, sang pemilik rumah, menyatakan akan segera memperbaiki atap dapurnya yang selama ini memang sudah renggang. "Kejadian ini jadi pelajaran berharga buat kami semua, jangan sampai ada celah sekecil apa pun di atap, karena bisa jadi jalan masuk hewan liar," tutupnya dengan nada lega.
Comments (0)