Seorang bocah laki-laki berinisial I (4) ditemukan meninggal dunia setelah terjebak selama sekitar empat jam di dalam lu
Berdasarkan informasi yang dihimpun Apaberita.com, korban terperosok ke dalam lubang yang memiliki kedalaman sekitar 3,7 meter. Lubang tersebut disebut berada di area proyek dan memiliki diameter yan
Berdasarkan informasi yang dihimpun Apaberita.com, korban terperosok ke dalam lubang yang memiliki kedalaman sekitar 3,7 meter. Lubang tersebut disebut berada di area proyek dan memiliki diameter yang sangat sempit, yakni hanya 30x30 sentimeter. Tim penyelamat dari berbagai unsur harus bekerja ekstra keras untuk menjangkau tubuh bocah malang itu yang tersangkut di dalam tanah.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula ketika korban bermain di sekitar lokasi proyek. Tanpa disadari, ia melangkah ke area lubang yang tidak tertutup sempurna. Tubuh mungilnya langsung masuk ke dalam lubang dan terjebak di kedalaman lebih dari tiga meter. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan kepada pihak berwenang.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu hingga empat jam. Regu penyelamat dari kepolisian, pemadam kebakaran, dan tim SAR diterjunkan ke lokasi. Mereka menggunakan peralatan khusus untuk menjangkau korban tanpa merusak struktur tanah di sekitarnya.
Kondisi Lubang yang Mematikan
Dari foto yang diperoleh Apaberita.com, tampak lubang tersebut berukuran sangat kecil, hampir tidak memungkinkan orang dewasa untuk masuk ke dalamnya. Data kepolisian menyebutkan diameter lubang hanya 30x30 sentimeter dengan kedalaman mencapai 3,7 meter. Ini menjadi tantangan utama dalam upaya penyelamatan karena sempitnya ruang gerak membuat evakuasi berjalan lambat.
"Korban terperosok ke dalam lubang proyek dengan kedalaman kurang lebih 3,5 sampai dengan 4 meter dan diameter lubang kurang lebih 30x30 cm," ujar Kapolsek Tebet AKP Ischak saat dihubungi, Senin (29/6/2026).
Korban Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit
Setelah berhasil diangkat dari dalam lubang, korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun sayangnya, nyawa bocah tersebut tidak dapat diselamatkan. Diduga kuat, selain mengalami kekurangan oksigen, korban juga menderita luka serius akibat tekanan dan gesekan di dalam lubang sempit selama berjam-jam.
Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini secara mendalam, termasuk memintai keterangan pengelola proyek dan sejumlah saksi mata. Kelalaian dalam menutup atau mengamankan area proyek yang membahayakan menjadi sorotan utama dalam penyelidikan. Masyarakat berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali dan meminta pengawasan lebih ketat terhadap proyek-proyek yang berdekatan dengan permukiman warga.
Comments (0)