SDN Srengseng Sawah 15 Dinyatakan Steril Pascateror Bom

JAKARTA – Tim gabungan penjinak bom dari Satuan Gegana Polda Metro Jaya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan komplek SD Negeri Srengsen...

Jul 13, 2026 - 21:30
0 0

JAKARTA – Tim gabungan penjinak bom dari Satuan Gegana Polda Metro Jaya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan komplek SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, dalam kondisi steril setelah mendapat teror pada Selasa siang (10/6). Penelusuran menyeluruh selama hampir tiga jam tidak menemukan bahan peledak, dan aktivitas belajar-mengajar dinyatakan dapat kembali dilanjutkan setelah seluruh prosedur kontinjensi keamanan dijalankan.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Komisaris Besar Polisi Andi Wijaya, Kepala Satuan Gegana Polda Metro Jaya, yang memimpin operasi penyisiran. “Kami sudah melakukan pemindaian di seluruh sudut ruang kelas, halaman, tempat parkir, dan jalur akses sekolah dengan tiga unit anjing pelacak bahan peledak serta robot penjinak bom. Hasilnya negatif. Tidak ada satu pun benda mencurigakan yang mengandung unsur eksplosif,” ujarnya. Ia menegaskan, meskipun teror kali ini berupa ancaman kosong, aparat tidak akan menoleransi dan telah mengantongi sejumlah petunjuk untuk melacak pelaku.

Kronologi dan Evakuasi Dini

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, peristiwa bermula sekitar pukul 09.15 WIB, tatkala petugas kebersihan sekolah menemukan sebuah kardus terbungkus lakban hitam bertuliskan "BOM" di gerbang samping. Petugas segera melapor ke kepala sekolah. Dalam waktu kurang dari lima menit, instruksi evakuasi diberikan. Seluruh 348 murid, 27 guru, dan karyawan tata usaha digiring menuju titik kumpul aman di lapangan serbaguna milik kelurahan setempat yang berjarak 200 meter. Proses evakuasi berlangsung tertib dan tanpa kepanikan. Pihak sekolah telah rutin menggelar simulasi tanggap darurat sejak dua tahun terakhir, sehingga protokol berjalan sesuai standar operasional prosedur.

Kepala SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Ibu Siti Nurhayati, mengonfirmasi bahwa begitu menerima laporan ia langsung menghubungi Kanit Reskrim Polsek Jagakarsa. “Dalam situasi sesingkat itu, kami hanya berpikir tentang keselamatan seluruh peserta didik. Alhamdulillah, respons dari jajaran kepolisian sangat cepat,” katanya seraya memuji kesigapan aparat. Polsek Jagakarsa tiba di lokasi dalam tempo delapan menit dan langsung memasang garis polisi, kemudian memanggil bala bantuan dari Polda Metro Jaya.

Penyisiran Multi-Lapis dan Kerja Sama Lintas Lembaga

Tidak hanya mengandalkan Gegana, penanganan ancaman ini melibatkan struktur koordinasi yang meliputi Densus 88 dan BNPT. Peran Densus difokuskan pada asesmen intelijen dan profiling potensi jaringan, mengingat modus ancaman bom sering digunakan kelompok radikal untuk menyebarkan ketakutan ke fasilitas publik. Sementara itu, BNPT menerjunkan tim psikososial guna memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang sempat histeris.

Direktur Pencegahan BNPT, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Suryono, mengutarakan bahwa sekolah merupakan salah satu objek vital lunak yang secara regulasi harus mendapat perlindungan khusus. “Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pengamanan Objek Vital Lingkungan Pendidikan, setiap ancaman terhadap sekolah diperlakukan sebagai gangguan serius terhadap stabilitas nasional. Kami berkoordinasi penuh dengan Polri dan pemerintah daerah untuk meningkatkan pengamanan,” tegasnya dalam sesi jumpa pers di Mapolres Jakarta Selatan.

Proses penyisiran melewati tiga fase. Fase pertama menggunakan detektor metal dan perangkat X-Ray portabel untuk memindai paket mencurigakan tanpa merusak struktur. Fase kedua melibatkan K-9 yang mengendus jejak senyawa nitrat. Fase ketiga adalah pengecekan manual terbatas oleh personel bersenjata perlindungan berat. Seluruh tahapan direkam dan didokumentasikan sebagai barang bukti. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, tidak ditemukan komponen detonator maupun bahan kimia prekursor dalam kardus, melainkan hanya potongan koran bekas dan pecahan keramik.

Langkah Hukum dan Pengamanan Lanjutan

Polres Metro Jakarta Selatan kini tengah memburu terduga pelaku. Kapolres Metro Jaksel, Komisaris Besar Polisi Ady Wibowo, mengatakan bahwa timnya sudah memeriksa enam saksi dan mengantongi rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan sosok laki-laki dewasa menurunkan kardus dari motor matik sekitar pukul 08.20 WIB. “Kami masih melakukan pendalaman. Ancaman ini disangkakan melanggar Pasal 15 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme juncto Pasal 336 KUHP. Potensi hukumannya serius, bisa di atas 15 tahun penjara,” ujarnya.

Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi yang digelar Rabu (11/6) di kantor Camat Jagakarsa, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menetapkan kebijakan pendampingan keamanan di 73 sekolah yang terdata rawan di Jakarta Selatan. Setiap sekolah akan mendapat satu personel Satpam yang dilatih deteksi dini dan satu alat panic button yang terhubung langsung ke Pusat Komando Polres. Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI, Taga Radja Gah, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari penganggaran perubahan APBD 2025 yang telah disahkan dalam Rapat Paripurna DPRD DKI.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, mengimbau agar pemerintah pusat mempercepat pembentukan satuan tugas perlindungan satuan pendidikan di seluruh provinsi. “Teror dan intimidasi ke sekolah tidak boleh dibiarkan. Kami akan mempertanyakan progres ini dalam rapat kerja dengan BNPT dan Kemendikbud pekan depan,” kata politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Kegiatan belajar di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi dinyatakan kembali normal mulai Kamis, 12 Juni 2025, setelah BNPT menggelar trauma healing bagi para murid. Orang tua wali murid yang sempat khawatir berangsur tenang setelah mendapat penjelasan langsung dari kepolisian. Pihak sekolah berkomitmen untuk memperketat pemeriksaan tamu dan memperkuat sinergi dengan Babinsa serta Bhabinkamtibmas setempat. Kepastian sterilitas pascateror ini diharapkan menjadi momentum bagi semua pemangku kepentingan untuk tidak melonggarkan kewaspadaan terhadap setiap bentuk ancaman terhadap ruang belajar.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User