SalamAir Resmi Buka Rute Muscat–Medan, Konektivitas Timur Tengah Diperkuat
DELI SERDANG — Maskapai penerbangan asal Oman, SalamAir, resmi membuka rute internasional Muscat–Medan setelah penerbangan perdananya mendarat di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten De...
DELI SERDANG — Maskapai penerbangan asal Oman, SalamAir, resmi membuka rute internasional Muscat–Medan setelah penerbangan perdananya mendarat di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada pekan ini. Pembukaan rute tersebut menandai bertambahnya konektivitas udara langsung antara Indonesia dan kawasan Timur Tengah, yang diharapkan pemerintah mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari kawasan tersebut ke Indonesia, khususnya Sumatera Utara.
Kedatangan pesawat perdana SalamAir disambut dengan prosesi penyiraman air (water salute) di area apron Bandar Udara Internasional Kualanamu. Jajaran pengelola bandara, perwakilan pemerintah daerah, serta unsur Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata hadir dalam seremoni penyambutan tersebut sebagai bentuk dukungan resmi atas beroperasinya rute baru ini.
SalamAir Layani Muscat–Medan Dua Kali Sepekan
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, rute Muscat–Medan dilayani dua kali dalam sepekan menggunakan pesawat Airbus A320neo berkapasitas sekitar 180 kursi. Waktu tempuh penerbangan langsung dari Bandar Udara Internasional Muscat menuju Kualanamu diperkirakan mencapai tujuh jam.
SalamAir merupakan maskapai berbiaya hemat milik Oman yang berkantor pusat di Muscat dan telah mengoperasikan jaringan penerbangan ke berbagai destinasi di kawasan Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Eropa. Medan menjadi destinasi terbaru maskapai tersebut di Asia Tenggara sekaligus pintu masuk baru menuju wilayah barat Indonesia.
Manajemen SalamAir menyatakan pembukaan rute ini menindaklanjuti meningkatnya permintaan perjalanan antara Oman dan Indonesia, baik untuk keperluan wisata, bisnis, maupun kunjungan keluarga.
“Kami melihat potensi besar pada pasar Indonesia bagian barat. Rute Muscat–Medan diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat kedua negara sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas,” ujar Direktur Komersial SalamAir dalam keterangan resminya.
Pemerintah Bidik Pasar Wisatawan Timur Tengah
Kementerian Pariwisata menyambut baik beroperasinya rute baru tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa konektivitas udara langsung merupakan prasyarat utama dalam meningkatkan kunjungan wisman, terutama dari pasar jarak jauh seperti kawasan Timur Tengah.
Wisman asal Timur Tengah dikenal memiliki karakteristik kunjungan yang menguntungkan bagi industri pariwisata nasional. Rata-rata lama tinggal wisman dari kawasan ini tercatat lebih panjang dibandingkan wisman dari pasar lain, dengan tingkat belanja per kunjungan yang juga lebih tinggi.
“Kehadiran penerbangan langsung Muscat–Medan memperkuat upaya pemerintah memperluas pasar wisatawan mancanegara. Kami menindaklanjuti pembukaan rute ini dengan promosi terpadu agar kapasitas kursi yang tersedia terisi oleh wisatawan yang datang menikmati destinasi Indonesia,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pariwisata.
Dalam Rapat Koordinasi lintas kementerian sebelumnya, pemerintah telah menetapkan perluasan konektivitas udara internasional sebagai salah satu prioritas kebijakan pariwisata nasional. Keputusan maskapai asing membuka rute baru ke Indonesia dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan industri penerbangan global terhadap pasar domestik.
Kualanamu Perluas Jaringan Penerbangan Internasional
Pengelola Bandar Udara Internasional Kualanamu menyatakan kesiapan penuh melayani operasional penerbangan internasional SalamAir, mulai dari layanan darat, keimigrasian, hingga kepabeanan. Penambahan rute Muscat–Medan melengkapi jaringan penerbangan internasional yang telah beroperasi di Kualanamu, antara lain menuju Kuala Lumpur, Penang, Singapura, Jeddah, dan Madinah.
Manajemen bandara mencatat tren pergerakan penumpang internasional di Kualanamu terus meningkat seiring pulihnya industri penerbangan global. Kehadiran SalamAir diharapkan menambah volume penumpang internasional secara signifikan sekaligus memperkuat posisi Kualanamu sebagai pintu gerbang utama Indonesia bagian barat.
“Kami memastikan seluruh fasilitas dan layanan siap mendukung operasional rute baru ini. Kepercayaan maskapai internasional untuk membuka layanan di Kualanamu merupakan hasil koordinasi yang baik antara operator bandara, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura Aviasi selaku pengelola Bandar Udara Internasional Kualanamu.
Dampak bagi Pariwisata Sumatera Utara
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menilai rute baru ini membuka peluang promosi destinasi unggulan daerah, terutama Danau Toba yang telah ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Akses udara langsung dari Timur Tengah diyakini mempermudah wisman menjangkau kawasan Danau Toba, Berastagi, dan destinasi lainnya tanpa harus transit terlebih dahulu di Jakarta.
Pelaku industri pariwisata setempat, termasuk perhimpunan hotel dan biro perjalanan, menyatakan kesiapan menyusun paket wisata yang sesuai dengan preferensi wisatawan Timur Tengah, seperti layanan ramah keluarga, kuliner halal, serta fasilitas ibadah yang memadai.
Pemerintah pusat dan pemerintah daerah sepakat menindaklanjuti pembukaan rute ini melalui Rapat Koordinasi lanjutan guna memastikan keberlanjutan okupansi penerbangan. Ke depan, peningkatan frekuensi penerbangan akan dikaji berdasarkan perkembangan permintaan pasar dan evaluasi kinerja rute secara berkala.
Comments (0)