Rumah Panggung di Kemang Bogor Hangus Akibat Korsleting Listrik

Bogor – Sebuah rumah panggung berbahan bambu di wilayah Kemang, Kabupaten Bogor, ludes dilalap api pada Selasa sore (15/7/2026). Kebakaran yang menghanguskan bangunan semi permanen itu diduga kuat d...

Jul 16, 2026 - 18:38
0 0
Rumah Panggung di Kemang Bogor Hangus Akibat Korsleting Listrik

Bogor – Sebuah rumah panggung berbahan bambu di wilayah Kemang, Kabupaten Bogor, ludes dilalap api pada Selasa sore (15/7/2026). Kebakaran yang menghanguskan bangunan semi permanen itu diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik. Beruntung, respons cepat petugas pemadam kebakaran membuat si jago merah dapat dijinakkan dalam waktu 35 menit tanpa menimbulkan korban jiwa.

Kronologi Kejadian

Peristiwa nahas itu pertama kali disadari oleh warga sekitar pukul 14.00 WIB. Seorang saksi mata, Ahmad (52), yang bermukim tepat di seberang jalan, melihat kepulan asap tebal membubung dari bagian belakang rumah milik keluarga Suryadi (45). “Awalnya hanya asap putih, lalu tiba-tiba muncul nyala api yang cepat membesar karena bangunannya dari bambu,” ujar Ahmad saat ditemui di lokasi.

Warga spontan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, seperti ember berisi air dan karung basah. Namun, material bambu yang kering justru membuat kobaran api kian tak terkendali. Dalam hitungan menit, hampir seluruh atap dan dinding rumah telah disambar api. Melihat situasi semakin kritis, warga langsung menghubungi kantor pemadam kebakaran setempat.

Upaya Pemadaman oleh Damkar

Kepala Regu Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Iptu Heru Santoso, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan pada pukul 14.15 WIB. “Kami segera mengerahkan dua unit armada pemadam dari Pos Kemang. Jarak tempuh sekitar 10 menit, sehingga tim tiba di lokasi pada pukul 14.25 WIB,” jelasnya.

Setibanya di tempat kejadian, petugas langsung melakukan pemadaman dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi ke titik-titik api yang masih menyala. Meski rumah sudah hampir seluruhnya terbakar, fokus utama damkar adalah mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Beruntung, rumah-rumah tetangga yang hanya berjarak sekitar tiga meter berhasil diselamatkan berkat pembasahan dinding dan atap secara terus-menerus. Setelah berjibaku selama 35 menit, tepat pada pukul 15.00 WIB, api dinyatakan padam total. Proses pendinginan masih dilanjutkan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.

Penyebab dan Dugaan Korsleting

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, petugas menemukan titik awal api berasal dari ruang tengah, tepat di dekat instalasi listrik yang sudah berumur puluhan tahun. “Indikasi kuat mengarah ke korsleting listrik. Kabel-kabel di rumah ini sudah tidak memenuhi standar keselamatan dan banyak sambungan yang tidak terlindungi,” ungkap Iptu Heru. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti, tetapi dugaan hubungan arus pendek menjadi skenario paling kuat.

Pemilik rumah, Suryadi, yang saat kejadian sedang bekerja di luar kota, mengaku terpukul atas musibah tersebut. Ia memastikan tidak ada anggota keluarga yang berada di dalam rumah ketika kebakaran terjadi. “Saya sudah dihubungi tetangga. Istri dan kedua anak saya sedang mengunjungi saudara di Jakarta, jadi Alhamdulillah semuanya selamat,” tuturnya melalui sambungan telepon. Kendati demikian, seluruh harta benda, termasuk perabotan dan dokumen penting, hangus tak tersisa. Kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Respons Warga dan Imbauan Keselamatan

Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi warga Kampung Kemang. Rumah bambu tersebut merupakan salah satu dari sedikit hunian tradisional yang masih bertahan di tengah modernisasi kawasan. “Ini pelajaran berharga buat kami semua. Rumah panggung memang adem, tapi risiko kebakarannya tinggi kalau listrik tidak rapi,” ujar Ahmad, saksi mata yang turut membantu warga lain menjauhkan barang-barang berharga dari rumah yang terbakar.

Menanggapi insiden ini, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat, terutama pemilik rumah berbahan kayu atau bambu, untuk rutin memeriksa instalasi listrik minimal enam bulan sekali. Selain itu, penggunaan material tahan api pada bagian tertentu rumah serta penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap hunian sangat dianjurkan. “Lebih baik mencegah daripada harus menanggung kerugian seperti ini. Kesadaran akan bahaya listrik harus ditingkatkan,” tegas Iptu Heru.

Hingga berita ini diturunkan, puing-puing sisa kebakaran masih dalam proses pembersihan oleh warga dan petugas kebersihan. Pemerintah desa setempat berjanji akan memberikan bantuan kepada keluarga korban serta mengkaji ulang standar keamanan listrik di permukiman padat penduduk.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User