Ruang seni digital imersif Space and Time Cube resmi dibuka untuk umum di Surabaya, Jawa Timur, pada 23 Agustus 2026. Sejak hari pertama beroperasi, ruang pameran tersebut dipadati pengunjung dari berbagai kalangan—mulai dari keluarga, pelajar, hingga pekerja kreatif—yang ingin menikmati pengalaman visual interaktif yang disajikan melalui proyeksi cahaya, layar raksasa, dan instalasi digital berskala besar.
Kedatangan pengunjung terpantau ramai sejak pagi hari. Mereka memasuki ruang pameran secara bertahap dan bergantian, mengikuti alur yang telah disiapkan pengelola agar setiap orang dapat menikmati sajian secara maksimal. Suasana di dalam ruangan dipenuhi cahaya berwarna yang berubah mengikuti irama musik, sementara sejumlah pengunjung tampak mengabadikan momen menggunakan kamera ponsel mereka.
Pengunjung Padati Ruang Seni pada Hari Pertama
Pada hari pembukaan, ruang seni ini menjadi salah satu tujuan utama warga Surabaya dan sekitarnya. Sebagian besar pengunjung datang bersama keluarga, sebagian lainnya bersama teman, dengan tujuan menikmati pengalaman baru yang tidak dapat ditemui pada museum atau galeri konvensional.
“Ini pengalaman pertama saya menikmati seni digital seperti ini. Suasananya berbeda, semua dikelilingi cahaya dan gambar bergerak, jadi sangat menarik untuk difoto,” ujar seorang pengunjung yang ditemui di lokasi.
Antusiasme serupa juga disampaikan pengunjung lainnya. Menurut mereka, kehadiran ruang seni digital imersif ini menambah pilihan destinasi hiburan berbasis edukasi di Surabaya, terutama bagi generasi muda yang akrab dengan teknologi. Pengelola menegaskan bahwa kapasitas kunjungan diatur secara bertahap demi menjaga kenyamanan dan keamanan seluruh pengunjung.
Konsep Seni Digital yang Menyajikan Pengalaman Multisensori
Berbeda dari pameran seni rupa pada umumnya, Space and Time Cube menyajikan karya seni dalam format digital yang bersifat imersif. Pengunjung tidak hanya melihat karya dari kejauhan, melainkan berada di tengah-tengah sajian visual yang bergerak, bersuara, dan sebagian merespons gerakan tubuh penonton.
Konsep tersebut, sebagaimana tersirat dari namanya, mengangkat tema ruang dan waktu. Sajian visual menampilkan perjalanan antariksa, panorama alam, hingga abstraksi geometris yang ditransformasikan melalui teknologi proyeksi. Kombinasi cahaya, warna, dan musik dirancang untuk membangkitkan kesan mendalam bagi setiap pengunjung.
Fenomena ruang seni digital imersif sendiri tengah berkembang pesat di berbagai kota besar dunia. Kehadirannya di Surabaya dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam mengembangkan ruang-ruang kreatif dan memperkuat posisi kota sebagai destinasi wisata urban.
Magnet Wisata Baru dan Penggerak Ekonomi Kreatif
Kehadiran Space and Time Cube diharapkan mampu menjadi magnet wisata baru bagi Surabaya. Ruang seni seperti ini kerap menjadi perbincangan di media sosial sehingga berpotensi menarik kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar kota.
Dari sisi ekonomi kreatif, keberadaan fasilitas ini juga membuka ruang kerja baru bagi seniman digital, desainer, hingga teknisi audiovisual. Keterlibatan pelaku industri kreatif lokal dalam penyelenggaraan pameran semacam ini menjadi nilai tambah yang menegaskan bahwa seni digital dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah Kota Surabaya menyatakan dukungannya terhadap pengembangan ruang pameran berbasis teknologi ini. Menindaklanjuti antusiasme masyarakat pada hari pertama, pengelola berkomitmen menghadirkan tema-tema pameran baru secara berkala agar pengunjung dapat kembali menikmati pengalaman yang berbeda.
Harapan Pengunjung dan Rencana Ke Depan
Sebagian pengunjung berharap ruang seni digital imersif serupa dapat hadir di lebih banyak kota di Indonesia. Mereka menilai pengalaman semacam ini penting untuk memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni, sekaligus memanfaatkan teknologi sebagai medium ekspresi budaya.
“Semoga ke depan ada lebih banyak pameran dengan tema berbeda, sehingga kami bisa datang lagi dan membawa lebih banyak teman,” ujar pengunjung lainnya.
Sementara itu, pengelola menyatakan akan terus mengevaluasi pelaksanaan di hari-hari pertama sebagai bahan perbaikan layanan. Keputusan penyesuaian jam operasional, skema tiket, dan pengaturan kunjungan akan ditetapkan setelah mempertimbangkan masukan dari pengunjung dan hasil evaluasi internal.
Dengan dibukanya Space and Time Cube, Surabaya kembali menunjukkan diri sebagai kota yang responsif terhadap perkembangan industri kreatif global. Kehadiran ruang seni ini tidak hanya menjadi hiburan visual, tetapi juga ruang belajar, berkarya, dan berinteraksi bagi masyarakat lintas generasi.
Comments (0)