Roy Tukang Kunci Bantu Bongkar Brankas dari Penggeledahan Sentul
Aparat penegak hukum yang menggeledah sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, terpaksa meminta bantuan seorang ahli kunci untuk membuka brankas ba
Aparat penegak hukum yang menggeledah sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, terpaksa meminta bantuan seorang ahli kunci untuk membuka brankas baja yang disita dalam operasi tersebut. Roy—tukang kunci berpengalaman asal Jakarta Timur—dipanggil ke lokasi pengamanan barang bukti setelah penyidik tidak menemukan kombinasi maupun kunci fisik brankas merek Zhejiang Delux tipe D-120 yang berukuran 1,2 meter kubik.
Penggeledahan dilakukan pada Selasa pagi, 15 Oktober 2024, sebagai bagian dari penyidikan kasus dugaan pencucian uang dan suap proyek pengadaan alat kesehatan. Tim penyidik membawa brankas tersebut ke kantor sementara yang disiapkan di Mapolres Bogor, dan proses pembongkaran baru dapat dimulai keesokan harinya setelah Roy tiba.
Kronologi Pemanggilan Ahli Kunci
Menurut keterangan tertulis penyidik, brankas ditemukan dalam kamar tidur utama dengan kondisi terkunci rapat. Pemilik rumah, seorang pengusaha berinisial AS, tidak kooperatif memberikan kode akses. Alat pendeteksi logam menunjukkan brankas berisi benda padat, namun tidak memungkinkan untuk dipindai lebih detail karena ketebalan dinding baja 8 mm. Setelah berkoordinasi dengan pimpinan, tim memutuskan mencari tenaga ahli kunci yang bersertifikat untuk membuka paksa brankas tanpa merusak isi di dalamnya.
“Saya biasa membuka brankas hotel, brankas apartemen, tapi untuk brankas barang bukti baru pertama kali. Prosedurnya beda, harus ada saksi dari penyidik, pengacara, dan BAP-nya. Tapi secara teknis sama saja,” ujar Roy saat ditemui di sela istirahat pembongkaran.
Proses Pembongkaran 4 Jam
Roy mulai bekerja pada pukul 09.30 WIB. Ia menggunakan bor intan dua tahap, endoskop digital, dan stetoskop elektronik untuk mendeteksi posisi pin dalam mekanisme penguncian. Setelah membuat tiga lubang strategis di titik engsel dan panel samping, Roy mengakses tuas penggerak utama dan melepas sistem relocking yang terpicu. Seluruh proses berlangsung selama 3 jam 58 menit dan disaksikan oleh penyidik, petugas Bareskrim, serta dua orang saksi dari pihak pemilik rumah.
“Lubangnya kecil saja, saya tutup kembali agar tidak mudah terlihat. Yang penting isi brankas tidak rusak. Kuncinya adalah kesabaran—kalau tergesa-gesa, alat bisa patah di dalam baja yang keras ini,” tambah Roy.
Temuan Isi Brankas
Begitu pintu brankas terbuka, penyidik membuka isi satu per satu. Ditemukan uang tunai senilai Rp2,1 miliar dalam pecahan rupiah, 8.000 dolar Singapura, dan 50 lembar obligasi negara serta empat buku catatan keuangan. Selain itu, terdapat sembilan perhiasan emas dan sebuah flashdisk tersembunyi di balik lapisan busa. Penyidik langsung menyegel seluruh barang dan membawanya ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan lanjutan.
“Saya lihat raut muka penyidik langsung berubah serius ketika mengeluarkan lembaran obligasi. Mungkin itu kunci dari kasusnya,” ujar Roy menggambarkan suasana ruangan yang tegang.Tanggapan Ahli Hukum
Pakar hukum pidana Universitas Indonesia, Dr. Andi Faisal, menilai penggunaan jasa tukang kunci dalam penggeledahan lazim dilakukan asal sesuai aturan. “Pasal 38 KUHAP mengizinkan bantuan tenaga ahli yang dibutuhkan oleh penyidik. Asal proses administratifnya rapi, bisa diuji di persidangan,” jelasnya.
Penyidik belum menetapkan tersangka baru dari hasil temuan brankas, namun menaikkan status AS dari saksi menjadi tersangka tidak lama setelah pembongkaran. Kasus ini masih dalam pengembangan.
Comments (0)