Riki Ardiansyah Pimpin FAJI Bengkulu, Target Dongkrak Prestasi Atlet
BENGKULU – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Provinsi Bengkulu resmi memiliki nahkoda baru. Riki Ardiansyah terpilih memimpin induk olahraga arung jera
BENGKULU – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Provinsi Bengkulu resmi memiliki nahkoda baru. Riki Ardiansyah terpilih memimpin induk olahraga arung jeram Bumi Rafflesia itu untuk periode kepengurusan 2025–2029 melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) yang digelar di Kota Bengkulu, akhir pekan lalu.
Amanah yang diemban Riki bukan perkara mudah. Ia dituntut mampu mendongkrak prestasi atlet arung jeram Bengkulu di berbagai ajang—mulai dari kejuaraan daerah, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga panggung nasional seperti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Pekan Olahraga Nasional (PON).
Sosok Riki bukan wajah baru di kalangan pegiat olahraga air di Bengkulu. Ia dikenal aktif membina atlet muda dan memiliki jaringan luas di komunitas arung jeram. Pengalaman itu dinilai menjadi modal penting untuk membenahi organisasi yang selama ini dianggap masih tertidur.
Misi Besar Mengembalikan Kejayaan Arung Jeram Bengkulu
Dalam sambutan perdananya usai terpilih, Riki menegaskan komitmennya menjadikan FAJI Bengkulu sebagai etalase pembinaan atlet arung jeram di kawasan Sumatera. Menurutnya, Bengkulu memiliki segala modal untuk berprestasi: alam yang menantang, atlet bertalenta, dan tradisi olahraga air yang kuat.
"Arung jeram ini olahraga yang sangat potensial di Bengkulu. Alam kita kaya akan sungai-sungai menantang. Tugas kami memastikan potensi itu berbanding lurus dengan prestasi atlet di lintasan. Tidak ada alasan atlet Bengkulu tertinggal dari daerah lain," tegas Riki.
Ia mengakui pembinaan atlet selama ini masih berjalan sporadis. Sejumlah pengurus cabang (pengcab) di kabupaten/kota bahkan cenderung vakum. Karena itu, konsolidasi organisasi menjadi agenda pertama yang akan digarap dalam seratus hari kepemimpinannya.
Program Kerja Prioritas Kepengurusan Baru
Untuk mewujudkan target prestasi, Riki bersama jajaran pengurus merumuskan sejumlah program kerja prioritas, di antaranya:
- Konsolidasi organisasi dengan mengaktifkan kembali pengcab FAJI di 10 kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.
- Pembinaan atlet berjenjang melalui penjaringan bakat usia dini di sekolah dan komunitas sungai.
- Pelatihan wasit dan juri agar Bengkulu memiliki perangkat pertandingan berlisensi.
- Kalender kompetisi rutin sebagai ajang uji tanding atlet sebelum turun di kejuaraan besar.
- Pembenahan sarana latihan serta pemetaan sungai potensial untuk pusat pembinaan.
"Kita tidak bisa menuntut prestasi tanpa sistem pembinaan yang jelas. Semua harus berjalan berjenjang, dari pengcab sampai provinsi. Atlet butuh kompetisi rutin, bukan sekadar latihan sesekali," ucap Riki.
Selain persoalan pembinaan, keterbatasan peralatan dan pendanaan juga menjadi tantangan klasik. Riki menyebut pihaknya akan menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan operator wisata arung jeram agar kebutuhan perahu, dayung, hingga perlengkapan keselamatan atlet dapat terpenuhi secara bertahap.
Modal Alam Bumi Rafflesia
Bengkulu sesungguhnya memiliki modal alam luar biasa untuk pengembangan arung jeram. Sungai Ketahun di Kabupaten Bengkulu Utara, misalnya, kerap menjadi lokasi latihan sekaligus destinasi wisata minat khusus karena karakter jeramnya yang menantang. Belum lagi aliran sungai di kawasan Rejang Lebong dan Lebong yang menyimpan potensi serupa.
Potensi itu, kata Riki, bisa dikembangkan menjadi paket lengkap: pembinaan atlet sekaligus sport tourism. Event arung jeram yang dikemas profesional diyakini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus memberi panggung bagi atlet lokal untuk unjuk kemampuan.
Dukungan pun mengalir dari kalangan pemangku olahraga. KONI Bengkulu berharap kepengurusan baru mampu mengembalikan kontribusi cabang arung jeram bagi kontingen Bumi Rafflesia di ajang Porprov, Pra-PON, hingga PON 2028 mendatang.
Dengan terpilihnya Riki Ardiansyah, publik olahraga Bengkulu kini menanti gebrakan nyata. Targetnya jelas: atlet arung jeram Bengkulu kembali berbicara di pentas nasional, dan sungai-sungai Bumi Rafflesia menjadi saksi lahirnya juara-juara baru.
[SOCIAL_TWEET]: Riki Ardiansyah resmi pimpin FAJI Bengkulu 2025-2029! Target besar: dongkrak prestasi atlet arung jeram Bumi Rafflesia hingga ke PON 2028. 🚣 #FAJI #ArungJeram #Bengkulu[SOCIAL_TG]: 🚣 RIKI ARDIANSYAH PIMPIN FAJI BENGKULU Terpilih lewat Musprov, Riki Ardiansyah kini nahkodai FAJI Bengkulu 2025-2029. Misi besarnya: konsolidasi 10 pengcab, pembinaan atlet berjenjang, dan target prestasi hingga PON 2028. Selengkapnya di Apaberita.com
Comments (0)