Respons Farhan Usai Wawalkot Curhat Tak Diajak Urus Bandung

Suasana di lingkungan Pemerintahan Kota Bandung memanas setelah Wakil Wali Kota Erwin menyampaikan keluhannya secara terbuka. Erwin mengaku tidak pernah diajak berdiskusi atau dilibatkan dalam sejuml

Jul 07, 2026 - 22:53
0 0
Respons Farhan Usai Wawalkot Curhat Tak Diajak Urus Bandung

Suasana di lingkungan Pemerintahan Kota Bandung memanas setelah Wakil Wali Kota Erwin menyampaikan keluhannya secara terbuka. Erwin mengaku tidak pernah diajak berdiskusi atau dilibatkan dalam sejumlah kebijakan penting, mulai dari pembahasan anggaran daerah, rotasi dan mutasi pejabat, hingga perencanaan program kerja strategis. Kondisi ini menimbulkan spekulasi publik mengenai keretakan koordinasi antara dua pemimpin tertinggi di Kota Kembang tersebut.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan akhirnya angkat bicara menanggapi curhatan pasangannya itu. Ditemui awak media di Balai Kota Bandung, Selasa (7/7/2026), Farhan menyatakan akan segera menjalin komunikasi langsung dengan Erwin untuk meluruskan persoalan yang ada.

"Nanti saya ngobrol sama Pak Erwin. Iya, nanti saya akan komunikasi dengan Pak Erwin," ujar Farhan seperti dikutip dari laporan Apaberita.com.

Pernyataan singkat nan diplomatis itu menjadi sinyal bahwa Farhan berusaha meredam gejolak internal yang mulai mencuat ke permukaan. Namun di sisi lain, pernyataan ini juga memicu pertanyaan lebih dalam: apakah selama ini komunikasi antara dua tokoh ini benar-benar minim, atau ada faktor lain yang membuat Erwin merasa tersisih dalam roda pemerintahan?

Kronologi dan Kejanggalan Koordinasi

Pengakuan Erwin bukanlah isapan jempol. Dalam sebuah kesempatan sebelumnya, ia secara blak-blakan mengungkapkan posisinya yang nyaris tanpa peran substansial. Menurut Erwin, pertemuan terakhir yang melibatkan diskusi pemerintahan hanya terjadi dalam forum rapat pimpinan yang bersifat formal. Itu pun tidak membahas secara mendalam isu-isu krusial seperti anggaran atau perombakan birokrasi.

Padahal, berdasarkan peraturan perundang-undangan, wakil kepala daerah memiliki sejumlah tugas yang melekat, mulai dari membantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan, memantau kinja, hingga memberikan saran dan pertimbangan. Dalam praktiknya, keterlibatan wakil kepala daerah dalam pengambilan keputusan sangat bergantung pada pembagian peran dan keharmonisan komunikasi. Ketika komunikasi itu tidak berjalan, fungsi wakil rawan direduksi menjadi seremonial belaka.

Sumber internal di lingkungan Pemkot Bandung yang enggan disebutkan identitasnya mengakui adanya jarak dalam pola kerja antara Farhan dan Erwin. Minimnya jadwal pertemuan rutin dua tokoh ini di luar agenda resmi disebut-sebut menjadi salah satu penyebab. Selain itu, jajaran perangkat daerah juga kerap kebingungan menyikapi instruksi yang tidak selalu bersinergi.

Reaksi Warganet dan Sorotan Publik

Curhatan Erwin sontak menjadi perbincangan hangat di ranah maya. Banyak warganet Bandung yang menyayangkan jika benar terjadi diskomunikasi di level pimpinan tertinggi daerah. Tagar #BandungBersatu sempat mencuat, diiringi harapan publik agar kedua pemimpin bisa segera menemukan titik temu dan fokus kembali pada pelayanan masyarakat.

Tidak sedikit pula yang menilai bahwa situasi ini adalah pukulan telak bagi janji politik pasangan Farhan-Erwin saat berkampanye. Mereka dulu tampil kompak dan berikrar akan membangun Bandung dengan semangat kebersamaan. Kini, publik menunggu bukti nyata—apakah janji tersebut bisa diterjemahkan dalam kerja kolektif, atau justru menjadi ironi yang mengecewakan konstituen.

Di sisi lain, masih ada harapan besar agar komunikasi yang akan dibangun kembali ini tidak berakhir sekadar basa-basi politik. Publik menginginkan aksi nyata berupa pembaruan mekanisme koordinasi, pembagian tanggung jawab yang jelas, serta transparansi dalam setiap kebijakan strategis. Sebab, tanpa sinergi yang solid antara dua pemimpin ini, target pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga Bandung dikhawatirkan bakal menemui jalan terjal.

Ke depannya, DPRD Kota Bandung juga berencana memanggil kedua belah pihak untuk meminta klarifikasi. Ketua DPRD menegaskan bahwa keharmonisan kepala daerah dan wakilnya adalah fondasi stabilitas pemerintahan, dan lembaga legislatif akan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan sesuai koridor yang semestinya. Sementara itu, Farhan belum bersedia membeberkan lebih rinci kapan dan di mana pertemuan dengan Erwin akan digelar. Ia hanya meminta doa dan dukungan dari warga agar persoalan ini bisa segera tuntas dan Kota Bandung tidak kehilangan momentum pembangunan yang sudah dirancang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User