Rasio Dosen Asing UMY Tembus Peringkat 240 Dunia Versi QS WUR 2027

Jakarta, Apaberita.com – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali membuktikan diri sebagai kekuatan baru pendidikan tinggi global. Dalam pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR)

Jul 07, 2026 - 23:59
0 0
Rasio Dosen Asing UMY Tembus Peringkat 240 Dunia Versi QS WUR 2027

Jakarta, Apaberita.com – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali membuktikan diri sebagai kekuatan baru pendidikan tinggi global. Dalam pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) 2027, UMY berhasil merebut peringkat 240 dunia pada indikator International Faculty Ratio—sebuah pencapaian yang melesat 35 posisi dari tahun sebelumnya. Dengan raihan ini, UMY tidak hanya mengukir sejarah bagi kampusnya sendiri, tetapi juga menjadi yang terdepan di Indonesia, mengungguli seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pada indikator yang sama.

Indikator International Faculty Ratio mengukur sejauh mana suatu universitas mampu menarik dan mempertahankan dosen berkewarganegaraan asing. Proporsi dosen asing ini menjadi salah satu tolok ukur internasionalisasi kampus yang dinilai langsung oleh lembaga pemeringkat dunia Quacquarelli Symonds (QS). Posisi UMY yang kokoh di peringkat 240 menunjukkan bahwa kehadiran akademisi mancanegara di kampus Muhammadiyah tersebut terus bertambah signifikan dan diakui kualitasnya di level global.

Transformasi Internasional yang Semakin Membumi

Lonjakan peringkat ini bukan datang tiba-tiba. UMY dalam beberapa tahun terakhir memang gencar memperkuat jejaring global melalui rekrutmen dosen asing yang kompeten, perjanjian kemitraan riset lintas negara, serta program mobilitas akademik yang masif. Kampus ini tercatat memiliki lebih dari 100 kerja sama dengan universitas di lima benua, yang turut menjadi magnet bagi para profesor dan peneliti asing untuk bergabung. Hasilnya, ruang-ruang kelas di UMY kini semakin kaya akan perspektif internasional.

Pihak universitas menegaskan bahwa capaian ini selaras dengan arah baru institusi yang dirangkum dalam slogan “Lead the Change, Light the World”. Rektor UMY, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., dalam keterangannya kepada Apaberita.com menyampaikan optimismenya.

“Prestasi di indikator International Faculty Ratio ini merupakan buah dari konsistensi kami membangun atmosfer akademik berstandar dunia. Dosen asing yang bergabung di UMY tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset internasional yang lebih luas. Ini sejalan dengan tekad kami untuk terus memimpin perubahan dan menerangi dunia.”

Melampaui Kampus-Kampus Papan Atas

Yang membuat torehan UMY semakin istimewa adalah kemampuannya melampaui seluruh PTN dan PTS di Indonesia pada indikator spesifik ini. Sejumlah kampus besar seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang biasanya mendominasi pemeringkatan umum, harus mengakui keunggulan UMY dalam hal proporsi staf pengajar internasional. Fakta ini menunjukkan bahwa kampus swasta berbasis Islam modern yang berlokasi di Yogyakarta tersebut memiliki daya saing yang luar biasa dalam menarik minat akademisi global.

Para mahasiswa pun merasakan langsung dampak positifnya. Kehadiran dosen asing dari berbagai negara membuka wawasan multikultural, memperkenalkan metodologi riset terkini, dan memperluas jejaring alumni hingga ke luar negeri. Dosen-dosen tersebut berasal dari Malaysia, Australia, Inggris, Jerman, Yaman, dan sejumlah negara lainnya, membawa keahlian di bidang teknik, kedokteran, ekonomi, ilmu sosial, dan studi Islam kontemporer.

Dengan posisi yang semakin solid di pentas dunia, UMY bertekad menjadikan indikator International Faculty Ratio sebagai pijakan untuk mendongkrak seluruh aspek pemeringkatan QS WUR. Manajemen kampus optimistis bahwa investasi pada sumber daya manusia global ini akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas publikasi ilmiah bereputasi, indeks sitasi, serta reputasi akademik secara keseluruhan. Langkah UMY ini sekaligus menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain di Indonesia bahwa internasionalisasi bukanlah kemewahan, melainkan keniscayaan dalam persaingan abad ke-21.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan peristiwa penting.

Comments (0)

User