JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani meminta pemerintah mengoptimalkan penanganan darurat bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat. Dalam keterangan yang disampaikan pada Senin (12/10), Puan menegaskan bahwa keselamatan warga di wilayah terdampak harus menjadi prioritas utama. Permintaan tersebut disampaikan menyusul bencana yang terjadi pada 10 Oktober 2026 akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.
Banjir bandang tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka. Berdasarkan data sementara, bencana ini berdampak pada tiga kecamatan dan enam kelurahan di Kota Padang. Lebih dari 600 jiwa dilaporkan mengungsi di sejumlah lokasi yang tersebar di wilayah terdampak. Proses pendataan dan pemutakhiran informasi mengenai jumlah korban maupun pengungsi masih terus berlangsung hingga saat ini.
Evakuasi Dramatis di Koto Tangah
Salah satu titik terparah berada di kawasan Koto Tangah, di mana luapan sungai membuat sejumlah warga terjebak di tengah arus yang deras. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan melakukan evakuasi dramatis terhadap lebih dari 50 warga. Proses penyelamatan dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan tali untuk menjangkau korban yang terisolasi. Kondisi arus yang kuat serta medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat.
Selain di Koto Tangah, banjir bandang juga dilaporkan melanda Kecamatan Kuranji dan Nanggalo. Hujan deras yang berlangsung sejak dini hari menyebabkan debit air sungai meningkat secara signifikan dan meluap ke permukiman warga. Warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, sementara sebagian lainnya dievakuasi oleh petugas.
Puan Tekankan Keselamatan Warga sebagai Prioritas
Dalam pernyataannya, Puan Maharani menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana yang menimpa masyarakat Padang. Ia menegaskan bahwa pemerintah, baik pusat maupun daerah, harus bergerak cepat untuk memastikan keselamatan seluruh warga yang terdampak. Menurutnya, respons cepat dan tepat waktu merupakan faktor kunci dalam menyelamatkan nyawa, terutama bagi mereka yang terjebak di lokasi banjir.
Puan menegaskan bahwa bencana banjir bandang di Kota Padang merupakan keprihatinan bersama. Ia meminta pemerintah mengoptimalkan penanganan darurat serta memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak. Menurutnya, keselamatan warga adalah hal yang paling utama.
Lebih lanjut, Puan menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan relawan yang telah bekerja keras membantu masyarakat yang terjebak banjir. Ia menilai dedikasi mereka sangat berarti dalam upaya penyelamatan. Puan juga menekankan bahwa bagi keluarga yang menghadapi bahaya, pertolongan tepat waktu dan kepastian tempat berlindung sangat penting untuk menjaga keselamatan orang-orang terkasih.
Puan mengingatkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berhenti pada evakuasi. Menurutnya, pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk mereka yang harus mengungsi, dapat terpenuhi. Hal ini mencakup penyediaan tempat pengungsian yang aman dan nyaman, serta fasilitas pendukung yang memadai.
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Pengungsi
Dalam keterangannya, Puan menekankan pentingnya perhatian terhadap warga yang terpaksa meninggalkan rumah. Ia meminta pemerintah memberikan kepastian perlindungan bagi para pengungsi, mulai dari akses kesehatan hingga bantuan logistik. Puan juga meminta agar fasilitas kesehatan di lokasi pengungsian dapat dipastikan tersedia. Selain itu, bantuan berupa selimut dan pakaian layak pakai harus segera disalurkan kepada para pengungsi. Hal ini penting untuk mencegah munculnya masalah kesehatan di tengah kondisi darurat.
Puan menambahkan bahwa pemerintah perlu menyediakan lokasi pengungsian yang aman dan nyaman, jauh dari jangkauan banjir susulan. Ia juga meminta agar koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga terkait terus diperkuat. Menurutnya, sinergi antarlembaga sangat diperlukan agar penanganan bencana dapat berjalan efektif dan efisien.
Sebagai informasi, Puan Maharani merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI. Dalam berbagai kesempatan, ia kerap menyoroti isu-isu kemanusiaan dan kebencanaan. Kepeduliannya terhadap bencana alam telah ditunjukkan dalam sejumlah peristiwa sebelumnya, di mana ia selalu mendorong pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat yang kesulitan.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan evakuasi dan pendataan di lokasi terdampak. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan yang masih tinggi. Pemerintah daerah setempat juga telah mendirikan posko darurat di beberapa titik untuk memudahkan distribusi bantuan.
Bencana banjir bandang di Padang ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. DPR RI melalui Komisi terkait disebut akan terus mengawasi penanganan bencana ini agar berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Puan berharap seluruh pihak dapat bersinergi untuk meringankan beban masyarakat terdampak.
Comments (0)