Program Makan Bergizi Gratis Kembali Dinikmati Pelajar di Depok

Depok, Apaberita — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disalurkan kepada ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin (13/7/2007). Pendistri...

Jul 13, 2026 - 13:51
0 1
Program Makan Bergizi Gratis Kembali Dinikmati Pelajar di Depok

Depok, Apaberita — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disalurkan kepada ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin (13/7/2007). Pendistribusian yang dimulai pukul 09.30 WIB ini menandai dimulainya kembali program nasional setelah sempat mengalami penundaan selama dua pekan akibat proses evaluasi logistik oleh Badan Gizi Nasional.

Kepala SDN Meruyung, Dra. Endang Sri Wahyuni, M.Pd., menegaskan bahwa seluruh peserta didik dari kelas satu hingga kelas enam mendapatkan jatah makanan secara merata. "Kami menindaklanjuti surat edaran dari Dinas Pendidikan Kota Depok tertanggal 10 Juli 2007 perihal pelaksanaan MBG tahap kedua. Hari ini seluruh siswa berjumlah 847 anak menerima ompreng berisi nasi, lauk pauk, sayuran, dan buah potong," ujarnya saat ditemui Apaberita di sela kegiatan.

Mekanisme Distribusi dan Pengawasan Ketat

Proses pembagian diawali dengan kedatangan dua unit kendaraan logistik dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Limo pada pukul 08.15 WIB. Puluhan guru dan tenaga kependidikan selanjutnya memeriksa kondisi makanan berdasarkan standar keamanan pangan yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Nota Kesepahaman nomor 07/BPOM/RI/VI/2007.

Koordinator SPPG Kecamatan Limo, Haryanto, S.Gz., menyatakan bahwa menu pada hari pertama pelaksanaan telah melalui uji laboratorium mikrobiologi pada 11 Juli 2007. "Kami menyediakan tiga varian menu secara bergilir. Menu hari ini adalah nasi putih, ayam ungkep bumbu kuning, tumis brokoli wortel, telur rebus, dan pisang ambon. Total kalori per porsi mencapai 487 kkal dengan komposisi protein 22 gram. Standar ini mengacu pada Angka Kecukupan Gizi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia," jelasnya.

Pengawas sekolah setempat, Drs. Maruli Tampubolon, hadir langsung memantau jalannya distribusi. Ia menekankan aspek transparansi dan ketepatan waktu sebagai prioritas utama. "Kami tidak menoleransi keterlambatan distribusi melebihi 15 menit dari jadwal yang ditetapkan. Evaluasi mingguan akan kami lakukan bersama pihak sekolah dan SPPG," tegasnya.

Antusiasme Siswa dan Dukungan Wali Murid

Siswa kelas IV B, Muhammad Rizky (10), mengungkapkan kegembiraannya saat menerima ompreng yang dibagikan wali kelas. "Senang sekali, nasinya masih hangat dan ayamnya enak. Biasanya saya bawa bekal dari rumah, tapi sekarang bisa makan bareng teman-teman dengan menu yang sama," tuturnya.

Ketua Komite Sekolah, Ahmad Fauzi, S.E., menyambut positif keberlanjutan program ini. Berdasarkan keputusan rapat komite pada 5 Juli 2007, pihaknya telah mengalokasikan dana pendamping operasional sebesar Rp2.750.000 per bulan untuk mendukung kelancaran distribusi di tingkat sekolah. "Partisipasi orang tua sangat tinggi. Data terakhir menunjukkan 94,3 persen wali murid menyetujui pelaksanaan MBG di sekolah ini. Ini bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat," ucapnya.

Landasan Regulasi dan Kebijakan Nasional

Pelaksanaan MBG di Kota Depok merupakan bagian dari program strategis nasional yang diamanatkan melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2006 tentang Percepatan Penanganan Gizi Anak Usia Sekolah. Badan Gizi Nasional mencatat Kota Depok termasuk dalam 17 kabupaten/kota prioritas tahap pertama bersama Kota Bogor, Kota Bekasi, dan wilayah penyangga ibu kota lainnya.

Kepala Bidang Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Depok, dr. Ratna Dewi Safitri, M.K.M., mengungkapkan data prevalensi gizi kurang di kalangan anak usia sekolah dasar di wilayah tersebut. "Survei kami pada Maret 2007 menunjukkan angka stunting pada anak usia 7-12 tahun di Kecamatan Limo mencapai 14,8 persen. Dengan intervensi MBG yang menyasar 5.600 siswa di 12 sekolah negeri dan swasta, kami menargetkan penurunan hingga 5,2 persen dalam waktu 18 bulan," paparnya.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Ir. Budi Santoso, M.M., dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa pengalokasian anggaran program MBG sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2007 yang dikucurkan melalui mekanisme Dana Alokasi Khusus Nonfisik. "Untuk Kota Depok, total pagu anggaran yang disetujui Kementerian Keuangan mencapai Rp47,3 miliar. Angka ini mencakup biaya produksi makanan, logistik, pengawasan mutu, dan insentif tenaga dapur SPPG," jelasnya.

Fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Depok turut memberikan dukungan politik melalui pengesahan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Sistem Ketahanan Pangan dan Gizi Daerah. Ketua Komisi D DPRD Kota Depok yang membidangi kesejahteraan rakyat, Drs. H. Maman Sulaiman, saat dikonfirmasi Apaberita melalui sambungan telepon menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan. "DPRD membentuk Tim Pengawas Pelaksana MBG yang terdiri atas tujuh anggota lintas fraksi. Kami akan menggelar rapat dengar pendapat triwulanan dengan eksekutif untuk memastikan program ini tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan," tegasnya.

Program MBG yang kembali bergulir di SDN Meruyung ini diyakini akan menjadi momentum penguatan gizi anak sekolah yang berkelanjutan. Sejumlah 3.400 sekolah dasar negeri dan swasta di seluruh Indonesia ditargetkan menjadi penerima manfaat pada tahun ajaran 2007/2008, berdasarkan data resmi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User