Pressing Tinggi Jadi Penentu Persebaya Taklukkan Persija
SURABAYA – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa penerapan strategi menekan lawan di sepertiga lapangan akhir menjadi faktor penentu keberhasilan timnya meraih kemenangan ti...
SURABAYA – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa penerapan strategi menekan lawan di sepertiga lapangan akhir menjadi faktor penentu keberhasilan timnya meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persija Jakarta. Dalam pertandingan penyisihan Grup B Piala Presiden 2024 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat (14/6/2024) malam, Green Force mendominasi babak pertama dengan intensitas tekanan yang tinggi.
Gol kemenangan dicetak oleh penyerang asing, Flavio Silva, pada menit ke-67 melalui skema serangan balik cepat yang berawal dari keberhasilan merebut bola di wilayah pertahanan Persija. Tavares menyebut bahwa filosofi bermain agresif tanpa bola itulah yang mematikan kreativitas Macan Kemayoran sejak peluit awal dibunyikan.
Dominasi Tekanan Sejak Peluit Awal
Pada babak pertama, Persebaya langsung mengambil inisiatif menyerang dengan menempatkan empat pemain depan untuk menutup ruang operan bek-bek Persija. Koordinasi antara gelandang serang, Marselino Ferdinan, dan dua sayap cepat, membuat aliran bola tim tamu kerap terhenti sebelum melewati garis tengah. Tiga peluang emas tercipta dalam 20 menit awal, dua di antaranya berasal dari hasil turnover di zona pertahanan lawan.
“Kami sengaja merancang permainan dengan blok tinggi agar Persija tidak nyaman membangun serangan dari bawah. Para pemain menjalankan instruksi dengan sangat disiplin,” ujar Tavares dalam konferensi pers selepas laga. Taktik tersebut diakui sangat efektif untuk meredam gelandang kunci Persija yang biasanya menjadi motor serangan lewat umpan-umpan pendek.
Respon Persija dan Komentar Thomas Doll
Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll, mengakui bahwa timnya gagal mengantisipasi agresivitas Persebaya sejak awal laga. “Kami sudah memprediksi tekanan tinggi, tapi eksekusi di lapangan tidak berjalan baik. Banyak kesalahan elementer dalam mengolah bola pertama yang berujung pada hilangnya penguasaan,” kata Doll. Akibatnya, penjaga gawang Andritany Ardhiyasa tercatat melakukan tiga penyelamatan krusial untuk menjaga skor tetap imbang di paruh pertama.
Memasuki babak kedua, tempo permainan justru semakin meningkat. Persebaya tidak menurunkan blok pertahanannya, bahkan menambah intensitas dengan memasukkan pemain pengganti yang memiliki daya jelajah tinggi. Jeam Kelly Sroyer, yang masuk pada menit ke-60, langsung memberikan dimensi baru lewat akselerasinya dari sisi kanan, memaksa bek kiri Persija bertahan lebih dalam.
Pressing Tinggi Jadi Identitas Baru Green Force
Sejak ditangani Bernardo Tavares musim ini, Persebaya memang menunjukkan perubahan karakter bermain yang mengedepankan kolektivitas tanpa bola. Statistik dari laga tersebut menunjukkan bahwa pemain Persebaya berhasil melakukan 23 kali tekel sukses dan 14 intersepsi, sebagian besar terjadi di area pertahanan Persija. Angka itu dua kali lipat lebih banyak dibandingkan laga sebelumnya, menandakan bahwa instruksi pressing berjalan dengan sempurna.
Inside forward, Bruno Moreira, yang berposisi lebih ke dalam, menjadi motor pressing dengan mobilitas tinggi. Ia kerap memotong umpan-umpan silang dan memaksa pemain lawan melakukan sapuan yang justru menghasilkan lemparan ke dalam di area berbahaya. Tavares menilai, peran Moreira sangat vital dalam skema transisi positif yang menjadi senjata utama Persebaya musim ini.
Kutipan Kunci dari Sang Arsitek
Setelah peluit panjang berbunyi, Tavares memberikan apresiasi khusus kepada seluruh pemainnya. Menurutnya, kemenangan ini adalah buah dari latihan taktikal yang rutin digelar selama dua pekan menjelang turnamen. “Kami tahu Persija memiliki kualitas individu yang bagus, jadi kami harus menekan secara kolektif agar mereka tidak bisa mengeluarkan kemampuan itu. Gol yang tercipta adalah hasil dari kombinasi pressing dan penyelesaian akhir yang baik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa timnya tidak akan mengubah pendekatan untuk pertandingan selanjutnya. Filosofi permainan menyerang dan tanpa kompromi akan tetap dipertahankan. Kemenangan ini sekaligus menjadi modal berharga bagi Persebaya yang memimpin klasemen sementara Grup B dengan tiga poin, unggul selisih gol atas tim lain yang baru akan bertanding keesokan harinya.
Pada laga berikutnya, Green Force akan menghadapi pemuncak grup bertahan yang dijadwalkan berlangsung di stadion yang sama pada Selasa (18/6/2024). Dengan momentum positif dan identitas bermain yang semakin solid, para pendukung setia Persebaya berharap tim kesayangannya mampu melaju jauh hingga ke partai puncak turnamen pramusim paling bergengsi ini.
Comments (0)