Presiden Venezuela Umumkan Keadaan Darurat Usai Diguncang 2 Kali Gempa Dahsyat
Apaberita.com - Pemimpin Sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengumumkan keadaan darurat nasional pada Kamis (25/6/2026) setelah dua gempa bumi dahsyat dan lebih dari 20 gempa susulan mengguncan
Apaberita.com - Pemimpin Sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengumumkan keadaan darurat nasional pada Kamis (25/6/2026) setelah dua gempa bumi dahsyat dan lebih dari 20 gempa susulan mengguncang negara tersebut. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 disusul gempa kedua bermagnitudo 7,5 hanya dalam selang waktu singkat, menyebabkan kerusakan parah di ibu kota Caracas dan sekitarnya.
Guncangan kuat tersebut memicu kepanikan di kalangan warga yang berhamburan ke jalan-jalan saat gedung-gedung bergoyang hebat. Sejumlah laporan menyebutkan beberapa bangunan mengalami keruntuhan, terutama di kawasan padat penduduk. Kerusakan paling signifikan terjadi pada infrastruktur Bandara Internasional Maiquetia yang terletak di dekat Caracas. Rodríguez mengonfirmasi bahwa bandara utama negara itu akan ditutup untuk seluruh operasi penerbangan menyusul "kerusakan serius" pada struktur terminal dan landasan pacu.
Bandara Utama Lumpuh, Evakuasi Diperluas
Keputusan penutupan Bandara Internasional Maiquetia diambil setelah inspeksi darurat yang dilakukan oleh otoritas penerbangan sipil dan tim teknis kementerian transportasi. Retakan besar ditemukan pada beberapa bagian landasan, sementara langit-langit terminal utama dilaporkan ambruk sebagian. Seluruh penerbangan domestik dan internasional dialihkan atau ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut. Penutupan ini berpotensi melumpuhkan konektivitas Venezuela dengan dunia luar, mengingat Maiquetia merupakan pintu gerbang utama bagi lalu lintas penumpang dan bantuan kemanusiaan.
Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, Rodríguez menyampaikan konfirmasi adanya korban jiwa dan menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga yang terdampak.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada mereka yang dengan sedih kehilangan anggota keluarga," ujar Rodríguez dengan nada berduka.
Meskipun demikian, ia belum mengungkapkan jumlah pasti korban meninggal atau luka-luka, dengan alasan bahwa proses evakuasi dan pendataan masih berlangsung di lapangan. Tim penyelamat dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional Venezuela telah dikerahkan ke sejumlah lokasi yang diduga terdapat korban tertimbun reruntuhan. Pascagempa susulan yang terus terjadi juga mempersulit proses pencarian dan evakuasi.
Dampak Luas dan Upaya Penanganan Darurat
Selain kerusakan fisik, gempa juga menyebabkan gangguan pada jaringan listrik dan telekomunikasi di beberapa wilayah, termasuk sebagian Caracas. Rumah sakit di kota-kota terdampak dilaporkan kewalahan menangani pasien yang mengalami luka ringan hingga berat. Pemerintah mengimbau warga untuk tetap tenang dan menghindari bangunan-bangunan tinggi yang berpotensi runtuh akibat gempa susulan.
Pusat Peringatan Tsunami regional sempat mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi pascagempa besar, namun peringatan kemudian dicabut setelah pemantauan lebih lanjut. Koordinasi dengan lembaga kemanusiaan internasional mulai dijajaki mengingat kebutuhan mendesak akan tenda, obat-obatan, dan alat berat untuk pencarian korban. Sejumlah negara di kawasan Amerika Latin menyatakan kesiapan mengirim tim bantuan jika diminta oleh pemerintah Venezuela.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas kegempaan masih terus dipantau oleh otoritas setempat. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas penyelamat yang sebagian besar masih berada di lapangan.
Comments (0)