Presiden Prabowo Temui Kadin Pusat dan Daerah di Istana
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, baik dari tingkat pusat maupun daerah, di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada...
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, baik dari tingkat pusat maupun daerah, di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (31/7/2026). Agenda pertemuan tersebut berlangsung sejak pukul 09.30 WIB dan dihadiri oleh perwakilan Kadin dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mempercepat pembangunan ekonomi nasional. Kepala Negara menyatakan bahwa kolaborasi yang erat antara eksekutif dan pelaku industri menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif.
"Saya mengapresiasi kehadiran Bapak dan Ibu sekalian dari Kadin pusat dan daerah. Pemerintah berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan dunia usaha, karena pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak dapat dicapai tanpa keterlibatan aktif sektor swasta," ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya yang disampaikan di hadapan para pengusaha.
Pembahasan Utama dalam Pertemuan
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian pelaku usaha, di antaranya adalah kebijakan investasi, percepatan hilirisasi industri, serta stabilitas harga bahan baku. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang turut hadir dalam rapat tersebut memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah yang membutuhkan dukungan dunia usaha.
Dalam rapat yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut, Presiden Prabowo juga mendengarkan secara langsung aspirasi dari perwakilan Kadin daerah. Beberapa gubernur Kadin menyampaikan persoalan infrastruktur logistik yang masih menjadi hambatan di wilayah timur Indonesia, serta kebutuhan akan kepastian regulasi di tingkat daerah.
"Kami menerima masukan yang sangat berharga dari teman-teman Kadin daerah. Semua catatan ini akan ditindaklanjuti oleh kementerian terkait dalam rapat koordinasi lanjutan," tegas Presiden Prabowo.
Komitmen Pemerintah terhadap Dunia Usaha
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus menyederhanakan birokrasi dan memangkas regulasi yang menghambat investasi. Berdasarkan arahan Presiden, setiap kementerian diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perizinan berusaha agar proses investasi menjadi lebih cepat dan transparan.
Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan insentif fiskal baru bagi sektor-sektor prioritas, termasuk industri pengolahan dan ekonomi digital. Kebijakan tersebut, menurut Presiden, akan disahkan melalui Peraturan Pemerintah dalam waktu dekat setelah melalui pembahasan dengan DPR.
"Kita harus berani melakukan lompatan. Saya minta semua pihak tidak terjebak pada pola pikir lama. Pemerintah siap memfasilitasi, tetapi dunia usaha juga harus siap berkompetisi dengan standar internasional," ujar Presiden Prabowo menegaskan.
Respons Kadin terhadap Pertemuan
Ketua Umum Kadin Indonesia yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pemerintah dalam mendengarkan suara pengusaha. Ia menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan langkah positif dalam membangun iklim investasi yang sehat dan prediktabel.
"Kami menyambut baik komitmen Presiden untuk melakukan reformasi regulasi. Ini adalah sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam menciptakan ekosistem bisnis yang kompetitif. Kadin siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam setiap tahapan pembangunan," kata Ketua Umum Kadin dalam keterangan persnya setelah pertemuan.
Selain itu, perwakilan Kadin daerah juga menyampaikan harapan agar hasil pertemuan ini dapat ditindaklanjuti dengan rapat koordinasi teknis yang melibatkan kementerian terkait. Beberapa isu yang diangkat antara lain adalah percepatan pembangunan pelabuhan di kawasan timur, penyederhanaan pajak daerah, serta program kemitraan antara usaha besar dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Langkah Tindak Lanjut
Menindaklanjuti pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memerintahkan para menteri ekonomi untuk membentuk satuan tugas khusus yang akan bertugas memantau implementasi kebijakan yang telah disepakati. Satuan tugas tersebut diharapkan dapat bekerja secara efektif dan melaporkan perkembangan secara berkala kepada Presiden.
Dalam penutupannya, Presiden Prabowo kembali mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan, tetapi juga dari pemerataan kesejahteraan yang dirasakan seluruh rakyat Indonesia. Ia pun meminta Kadin untuk turut berperan aktif dalam program-program pemberdayaan masyarakat di daerah masing-masing.
Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian dialog rutin antara pemerintah dan dunia usaha yang akan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk memastikan bahwa kebijakan ekonomi yang diambil selalu selaras dengan kebutuhan riil di lapangan.
Comments (0)