Presiden Prabowo Temui Kadin Pusat dan Daerah Bahas Iklim Usaha
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, baik pengurus pusat maupun daerah, di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada ...
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, baik pengurus pusat maupun daerah, di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (31/7/2026). Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas penguatan iklim usaha nasional serta menindaklanjuti berbagai masukan dari kalangan pengusaha terkait kebijakan ekonomi pemerintah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pertemuan yang dimulai pada pukul 10.00 WIB tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Kadin Indonesia beserta perwakilan ketua Kadin provinsi dari berbagai wilayah. Kehadiran para pengurus daerah tersebut dinilai penting untuk memastikan aspirasi dunia usaha di luar Pulau Jawa turut didengar langsung oleh kepala negara.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus menciptakan stabilitas politik dan hukum sebagai prasyarat utama bagi pertumbuhan investasi. Ia menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah dan dunia usaha merupakan kunci dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin menantang.
Pemerintah Dorong Hilirisasi dan Ketahanan Pangan
Dalam rapat yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan arahan terkait percepatan program hilirisasi industri. Kepala Negara menekankan bahwa pengolahan sumber daya alam di dalam negeri harus terus ditingkatkan guna memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Saya tegaskan, pemerintah akan konsisten menjalankan kebijakan hilirisasi. Ini bukan sekadar wacana, tetapi keputusan yang telah ditetapkan dalam berbagai forum perencanaan nasional. Kami ingin seluruh rantai pasok industri dapat dinikmati oleh rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya di hadapan pengurus Kadin.
Selain hilirisasi, Presiden juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan dan energi. Ia mengajak para pengusaha untuk berinvestasi di sektor pertanian modern, perkebunan, serta energi baru terbarukan. Menurutnya, sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi di masa mendatang.
Kadin Sampaikan Sejumlah Catatan Kritis
Dalam kesempatan tersebut, jajaran Kadin menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait kondisi lapangan. Beberapa isu yang mengemuka antara lain soal kepastian hukum, kemudahan perizinan berusaha, serta kebutuhan akan insentif fiskal bagi industri padat karya.
Ketua Umum Kadin Indonesia, dalam paparannya, menyatakan bahwa dunia usaha menyambut baik berbagai kebijakan pemerintah yang pro-investasi. Namun, ia juga mengingatkan bahwa implementasi di daerah kerap kali masih menghadapi kendala birokrasi. “Kami berharap ada sinkronisasi antara kebijakan pusat dan pelaksanaan di daerah. Rapat koordinasi seperti ini sangat penting untuk menyamakan persepsi,” tuturnya.
Para pengurus Kadin daerah juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan potensi unggulan masing-masing wilayah. Beberapa di antaranya menyoroti soal infrastruktur logistik yang masih perlu ditingkatkan, terutama di kawasan timur Indonesia, guna menekan biaya distribusi dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Komitmen Tindak Lanjut dan Rapat Koordinasi Berkala
Menutup pertemuan, Presiden Prabowo meminta agar seluruh masukan yang disampaikan oleh Kadin dapat ditindaklanjuti oleh kementerian terkait. Ia memerintahkan jajaran Kabinet untuk melakukan Rapat Koordinasi lanjutan dalam waktu dekat guna membahas secara teknis berbagai usulan yang telah dipaparkan.
“Saya minta agar tidak ada lagi sekat antara pemerintah dan pengusaha. Kita semua adalah bagian dari bangsa yang sama, yang ingin melihat Indonesia maju. Setiap keputusan yang diambil harus berpihak pada kepentingan rakyat banyak,” tegas Presiden.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dalam memperbaiki iklim investasi nasional. Pemerintah menegaskan bahwa dialog terbuka dengan dunia usaha akan terus dilakukan secara berkala, sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, Sekretariat Negara belum merilis pernyataan resmi tambahan terkait hasil detail pertemuan. Namun, sinyal positif dari pertemuan ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap optimisme pelaku usaha di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Comments (0)