Presiden Prabowo Tekankan Kedekatan Kiai dan Ulama dengan Rakyat di Puncak Munas NU Bangkalan

Bangkalan – Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Kabupate

Jul 06, 2026 - 14:01
0 0
Presiden Prabowo Tekankan Kedekatan Kiai dan Ulama dengan Rakyat di Puncak Munas NU Bangkalan

Bangkalan – Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menempatkan para kiai dan ulama sebagai figur sentral yang memiliki hubungan paling erat dengan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.

Melalui laporan tim Apaberita.com di lokasi, Presiden menyampaikan pandangannya mengenai peran strategis para pemuka agama dalam menjaga kedekatan dengan umat. Kehadiran para kiai dan ulama dinilai tidak hanya sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai jembatan aspirasi di lapisan akar rumput. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden di hadapan ribuan peserta munas pada Selasa (23/6/2026).

Kedekatan yang Melampaui Struktur Formal

Presiden Prabowo menekankan bahwa organisasi seperti NU merupakan wadah yang mempertemukan para tokoh agama dengan denyut nadi kehidupan rakyat. Beliau menegaskan bahwa kiai dan ulama menjadi pihak yang paling memahami persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat, terutama yang berada jauh dari pusat kekuasaan. Kedekatan ini terbangun bukan melalui birokrasi formal, melainkan melalui interaksi langsung dan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Nahdlatul Ulama, organisasi para kiai, para ulama. Para kiai dan para ulama adalah menurut saya tokoh-tokoh yang paling dekat dengan rakyat. Paling dekat apalagi dengan rakyat di pedesaan

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Presiden melihat NU bukan sekadar organisasi kemasyarakatan biasa. Ia merepresentasikan jaringan sosial budaya yang menyentuh langsung basis masyarakat tradisional. Dalam banyak kesempatan, keberadaan kiai dan ulama sering kali menjadi penentu stabilitas dan harmoni di tingkat lokal. Oleh karena itu, pengakuan dari kepala negara ini memiliki makna politis dan sosiologis yang mendalam.

Presiden juga mengungkapkan rasa nyamannya berada di tengah-tengah keluarga besar NU. Ia menyebut sudah mengenal lingkungan NU sejak kecil, yang menunjukkan bahwa kedekatannya dengan organisasi ini bukanlah sesuatu yang artifisial. Hal ini turut memperkuat relasi antara pemerintah dan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Kedekatan personal yang dimaksud Presiden dapat dimaknai sebagai modal sosial untuk memperkuat sinergi antara negara dan masyarakat sipil dalam berbagai program pembangunan nasional.

Penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU kali ini berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pimpinan cabang dari seluruh Indonesia. Momentum ini menandai komitmen bersama untuk terus merawat tradisi keislaman yang moderat dan menjaga persatuan bangsa. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan dari rangkaian kegiatan strategis NU dan dampaknya terhadap dinamika sosial politik tanah air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User