Pramono Harap Proyek Flyover Latumenten Rampung 15 Desember

Apaberita.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan proyek pembangunan Flyover Latumenten di Jakarta Barat tuntas pada 15 Desember 2026. Infrastruktur ini dinilai krusial karena

Jul 07, 2026 - 23:15
0 1
Pramono Harap Proyek Flyover Latumenten Rampung 15 Desember

Apaberita.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan proyek pembangunan Flyover Latumenten di Jakarta Barat tuntas pada 15 Desember 2026. Infrastruktur ini dinilai krusial karena akan menghilangkan perlintasan sebidang rel kereta api yang selama ini menjadi simpul kemacetan parah. Dengan rampungnya flyover, waktu tempuh kendaraan dari dan menuju kawasan Grogol, Pluit, hingga Slipi diprediksi terpangkas 10 hingga 15 menit.

Saat meninjau langsung progres proyek pada Kamis (2/7/2026), Pramono menyebut Flyover Latumenten sebagai salah satu proyek yang paling dinantikan oleh warga Ibu Kota. Ia menekankan, tingginya volume kendaraan yang melintas di area tersebut setiap hari membuat penanganan kemacetan tidak bisa ditunda lagi. “Di sini kalau pagi, siang, sore kemacetannya tinggi sekali. Maka ketika saya mendapatkan usulan agar flyover ini segera dikerjakan, saya sampaikan ini menjadi prioritas utama untuk mengurai kemacetan di daerah Grogol, Pluit, Slipi, dan sebagainya,” ujar Pramono di lokasi proyek.

Solusi Kemacetan Kronis

Kawasan Latumenten selama ini dikenal sebagai titik kemacetan akut di Jakarta Barat. Perlintasan sebidang yang kerap tertutup saat kereta melintas menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter. Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, penutupan palang pintu bisa berlangsung 5–10 menit setiap kali kereta lewat, dan terjadi berkali-kali dalam satu jam pada jam sibuk. Kondisi ini diperparah oleh pertemuan arus lalu lintas dari berbagai arah, yakni dari Grogol menuju Pluit, Slipi, dan sebaliknya.

Dengan adanya flyover sepanjang ratusan meter ini, kendaraan pribadi maupun angkutan umum tidak lagi perlu berhenti saat kereta api melintas. Pengendara dapat langsung melaju di atas jalur layang, sementara kendaraan yang tetap berada di jalur bawah akan menghadapi situasi yang jauh lebih longgar. Dinas Bina Marga DKI Jakarta memperkirakan pengurangan kepadatan lalu lintas di simpang Latumenten bisa mencapai 40 persen setelah flyover beroperasi penuh.

Bagian dari Penataan Mobilitas Jakarta

Proyek Flyover Latumenten merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membenahi sistem transportasi dan mobilitas warganya. Pembangunan ini juga menjadi pelengkap jaringan jalan layang dan simpang susun yang telah lebih dulu dibangun di sekitar Jakarta Barat, seperti Simpang Susun Semanggi dan jalur layang Pluit–Grogol.

Pramono berharap seluruh pihak, termasuk kontraktor pelaksana dan warga sekitar, bersinergi agar target 15 Desember 2026 dapat tercapai tanpa hambatan berarti. “Saya minta dukungan semua pihak. Begitu flyover ini jadi, mobilitas warga di Jakarta Barat akan terasa perubahannya secara signifikan,” tutupnya. Proyek ini diharapkan tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di koridor barat Jakarta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan peristiwa penting.

Comments (0)

User