JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecek kesiapan operasional LRT Jakarta pada koridor Kelapa Gading–Manggarai, Jumat (28/8). Peninjauan dimulai dari Stasiun LRT Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, lalu berlanjut ke segmen perpanjangan Velodrome–Manggarai hingga titik akhir di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Langkah itu ditetapkan untuk memastikan perpanjangan jalur sepanjang sekitar 6,4 kilometer tersebut dapat melayani masyarakat pada tahun ini.
Dalam peninjauan tersebut, Pramono didampingi jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta pimpinan PT LRT Jakarta, badan usaha milik daerah pengelola moda angkutan massal berbasis rel itu. Ia mengecek sejumlah titik krusial, mulai dari peron, rangkaian kereta, sistem persinyalan, ruang operasi, hingga fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas pada stasiun-stasiun baru segmen perpanjangan. Ia juga mengamati langsung proses uji coba kereta di lintasan.
Fokus pada Keselamatan dan Kesiapan Sistem
Saat berada di Stasiun Manggarai, Pramono menegaskan bahwa percepatan penyelesaian proyek tidak boleh mengorbankan aspek keselamatan. Ia menyatakan seluruh tahapan uji kelayakan harus tuntas terlebih dahulu sebelum layanan dibuka untuk umum.
“Kami memerintahkan seluruh tim memastikan aspek keselamatan terpenuhi terlebih dahulu. Kecepatan penyelesaian tidak boleh mengorbankan keselamatan penumpang yang akan menggunakan layanan ini setiap hari,” ujar Pramono dalam peninjauan itu.
Ia menambahkan bahwa hasil pengecekan lapangan akan menjadi dasar penetapan jadwal operasi komersial. “Pemprov DKI Jakarta ingin memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang andal sejak hari pertama. Karena itu, setiap detail teknis kami periksa langsung di lapangan,” ujarnya.
Perpanjangan Velodrome–Manggarai Menuju Operasi Komersial
LRT Jakarta dikelola PT LRT Jakarta, anak perusahaan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Fase pertama koridor Pegangsaan Dua–Velodrome sepanjang 5,8 kilometer dengan enam stasiun telah beroperasi sejak 1 Desember 2019. Rangkaian kereta yang digunakan merupakan armada dua gerbong yang telah melayani fase pertama tersebut.
Segmen perpanjangan Velodrome–Manggarai dibangun dengan enam stasiun baru yang tersebar antara lain di kawasan Pulo Mas, Matraman, Salemba, hingga Manggarai. Pembiayaan pembangunannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang telah disahkan melalui peraturan daerah. Berdasarkan keterangan pengelola, progres pembangunan telah melampaui 90 persen dan memasuki tahap finaising, meliputi pemasangan sistem persinyalan, pelatihan petugas, serta uji coba rangkaian secara bertahap.
“Kami menindaklanjuti arahan Gubernur dengan mempercepat pekerjaan finaising, namun tetap melalui seluruh tahapan uji yang disyaratkan sebelum operasi komersial dimulai,” kata Direktur Utama PT LRT Jakarta usai peninjauan.
Integrasi di Simpul Manggarai
Kehadiran segmen perpanjangan itu diharapkan memperkuat integrasi antarmoda transportasi di ibu kota. Stasiun LRT Manggarai dirancang terhubung dengan Stasiun Manggarai milik Kereta Api Indonesia (KAI) yang melayani Commuter Line, sehingga penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai arah tanpa bergantung pada kendaraan pribadi. Waktu tempuh dari Pegangsaan Dua hingga Manggarai diperkirakan hanya sekitar 25 menit. Pengelola menyatakan jarak antarjadwal keberangkatan akan disesuaikan dengan hasil uji coba.
Pramono menyatakan integrasi tersebut menjadi kunci mengurai kemacetan di sisi timur dan selatan Jakarta. “Dengan terhubungnya LRT Jakarta di Manggarai, masyarakat memiliki pilihan transportasi publik yang lebih cepat dan terjangkau. Ini bagian dari komitmen kami memperluas jaringan transportasi publik berbasis rel,” tegasnya.
Dalam rapat koordinasi bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta usai peninjauan, Gubernur juga meminta sinkronisasi tarif antarmoda agar perjalanan penumpang semakin mudah. Keputusan mengenai skema tarif tersebut akan disampaikan dalam rapat kerja bersama Fraksi-fraksi DPRD DKI Jakarta sesuai mekanisme yang berlaku.
Arahan Tindak Lanjut
Menindaklanjuti hasil peninjauan, Pramono menetapkan sejumlah arahan. Pertama, percepatan penyelesaian pekerjaan finaising di seluruh stasiun baru. Kedua, kelengkapan uji kelayakan keselamatan sebelum operasi komersial. Ketiga, kesiapan sumber daya manusia, meliputi petugas stasiun dan masinis, serta sosialisasi pelayanan kepada masyarakat. Keempat, penyelesaian tata bangunan dan penataan kawasan di sekitar stasiun. Seluruh arahan tersebut akan dievaluasi dalam rapat koordinasi pekanan bersama badan usaha milik daerah terkait.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara, Pemprov DKI Jakarta bertanggung jawab menyelenggarakan sistem transportasi publik yang memadai. Penyempurnaan jaringan LRT Jakarta hingga Stasiun Manggarai menjadi bagian dari kewajiban tersebut.
Pemerintah provinsi menargetkan segmen Velodrome–Manggarai dapat dioperasikan pada tahun ini. Uji coba bertahap akan terus dilakukan sebelum layanan dibuka untuk umum, sehingga masyarakat koridor Kelapa Gading hingga Manggarai dapat segera menikmati moda angkutan massal berbasis rel yang lebih terintegrasi.
Comments (0)