Pramono Anung Nostalgia ke Setkab, Temui Teddy Indra Wijaya
Jakarta — Gubernur Daerah Khusus Jakarta Pramono Anung melakukan kunjungan ke Kantor Sekretariat Kabinet di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/7). Kedatangannya diterima langsung oleh S...
Jakarta — Gubernur Daerah Khusus Jakarta Pramono Anung melakukan kunjungan ke Kantor Sekretariat Kabinet di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/7). Kedatangannya diterima langsung oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam sebuah pertemuan tertutup yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Pertemuan ini menjadi momen penting yang mempertemukan dua sosok kunci pemerintahan dari dua era berbeda. Pramono Anung, yang kini memimpin Jakarta, pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Kabinet selama dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sementara Teddy Indra Wijaya merupakan pejabat yang saat ini memegang kendali roda Sekretariat Kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kunjungan ini ditegaskan sebagai agenda silaturahmi, namun memiliki resonansi simbolik yang kuat terkait kesinambungan tata kelola birokrasi di pusat pemerintahan.
Jejak Sejarah dan Nostalgia di Ruang Kerja Strategis
Kehadiran Pramono Anung di gedung yang pernah menjadi kantor kesehariannya selama hampir delapan tahun menyisakan kesan mendalam. Pramono tercatat sebagai salah satu Sekretaris Kabinet dengan masa jabatan terpanjang dalam sejarah reformasi. Ia ditunjuk pertama kali oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 117/P Tahun 2015 pada 12 Agustus 2015, dan terus menjabat hingga reshuffle kabinet di periode kedua. Selama masa baktinya, ia menjadi saksi dan penggerak utama dalam modernisasi sistem administrasi kabinet, termasuk percepatan digitalisasi dokumen dan sinkronisasi kebijakan lintas kementerian.
Rangkaian kunjungan tersebut mencakup peninjauan sejumlah ruang kerja yang telah mengalami sejumlah pembaruan. Pramono mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas transformasi yang terjadi. "Saya sangat senang bisa kembali ke sini. Banyak kenangan yang sulit dilupakan. Saya melihat sekarang Sekretariat Kabinet jauh lebih modern dan tertata dengan baik. Ini menunjukkan institusi ini terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Pernyataan Sikap dan Komitmen Seskab Teddy Indra Wijaya
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kunjungan mantan Seskab tersebut merupakan kehormatan bagi jajaran pegawai Sekretariat Kabinet. Dalam pertemuan itu, kedua tokoh berdiskusi santai mengenai dinamika pengelolaan administrasi pemerintahan, mulai dari penanganan krisis hingga mekanisme koordinasi kebijakan.
"Pak Pramono adalah pendahulu kami yang telah meninggalkan fondasi yang sangat kokoh bagi Sekretariat Kabinet. Kami ingin terus menjaga dan meningkatkan standar yang sudah ada. Silaturahmi seperti ini penting untuk saling belajar dan bertukar pikiran demi pelayanan publik yang lebih baik," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam perbincangan tersebut, Teddy juga menyampaikan sejumlah capaian dan tantangan yang dihadapi Sekretariat Kabinet saat ini, termasuk upaya memperkuat peran sebagai clearing house bagi seluruh regulasi yang akan disahkan oleh Presiden. Keduanya sepakat bahwa posisi Sekretariat Kabinet sangat krusial dalam memastikan setiap keputusan strategis berjalan selaras dan tidak menimbulkan ego sektoral.
Interaksi Hangat dan Makna Silaturahmi bagi Pemerintahan Presidensial
Di luar agenda formal, suasana nostalgia begitu terasa ketika Pramono Anung menyapa satu per satu pegawai Sekretariat Kabinet yang masih dikenalnya. Beberapa pejabat karier dan staf senior yang telah mengabdi sejak dekade lalu mendapat sapaan personal dari eks Seskab yang dikenal dekat dengan birokrat tersebut. Momen ini menegaskan tradisi baik dalam iklim birokrasi nasional, di mana hubungan profesional tidak terputus meski pemimpin telah berganti.
Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam ini ditutup dengan foto bersama di lobi utama Sekretariat Kabinet. Peristiwa ini menjadi simbol bahwa meski estafet kepemimpinan terus berjalan, jalinan solidaritas antarpemangku kebijakan tetap terjaga. Kunjungan Pramono Anung ke kediaman dinas birokrasi yang pernah dipimpinnya adalah cerminan matangnya budaya politik Indonesia, di mana pengalaman masa lalu dijadikan sebagai modal sosial untuk memperkuat struktur pemerintahan saat ini.
Dengan gaya kepemimpinan yang rendah hati, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan pintu Sekretariat Kabinet selalu terbuka bagi para pendahulu untuk memberikan masukan dan inspirasi. Langkah ini diyakini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, terlebih Jakarta kini dipimpin oleh figur yang memahami betul seluk-beluk dapur kekuasaan nasional.
Comments (0)