Pramono Anung Koordinasi TNI-Polri Jaga Kondusivitas Menteng Pascabentrokan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan sinergi penuh antara jajaran TNI dan Polri untuk mengamankan kawasan Menteng, Jakarta Pusat, setelah bentrokan berdarah yang menewaskan dua orang da...

Pramono Anung Koordinasi TNI-Polri Jaga Kondusivitas Menteng Pascabentrokan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan sinergi penuh antara jajaran TNI dan Polri untuk mengamankan kawasan Menteng, Jakarta Pusat, setelah bentrokan berdarah yang menewaskan dua orang dan melukai lima warga lainnya pada Senin malam (20/7). Perintah itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Darurat di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/7) pukul 08.30 WIB, yang dihadiri Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya, dan Wali Kota Jakarta Pusat.

Insiden terjadi sekitar pukul 22.15 WIB di Jalan Cikini Raya, tepat di depan Rumah Makan Padang Sederhana. Dua kelompok warga terlibat aksi saling serang menggunakan senjata tajam, balok kayu, dan batu. Menurut Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Hengki Haryadi, penyebab awal bentrokan adalah sengketa lahan parkir yang berlangsung selama sepekan dan telah dilaporkan ke kelurahan.

Kronologi Bentrokan Maut

Kepala Polres Metro Jakpus Komisaris Besar Hengki Haryadi menjelaskan kronologi secara rinci.

"Dari hasil olah tempat kejadian perkara, kami menemukan fakta bahwa kedua kelompok telah merencanakan pertemuan untuk menyelesaikan masalah parkir. Namun, suasana cepat memanas dan berujung pada penyerangan massal. Kami menemukan barang bukti berupa lima bilah celurit, tiga batang kayu, dan puluhan batu di lokasi,"
ujar Hengki. Polisi segera mengerahkan 200 personel dari Polres Metro Jakpus dan Brimob Polda Metro Jaya untuk membubarkan massa dan mengamankan area.

Selain dua korban meninggal di tempat akibat luka tusuk di bagian dada dan leher, lima korban luka berat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Hingga Selasa siang, dua di antaranya masih menjalani perawatan intensif. Polisi telah menetapkan tiga tersangka, yaitu FZ (28), AR (31), dan DS (25), serta mengamankan lima orang lainnya yang diduga sebagai provokator.

Instruksi Gubernur: Patroli TNI-Polri Diperluas

Pramono Anung menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak akan mentoleransi tindakan kekerasan yang meresahkan warga di wilayah strategis ibu kota.

"Saya sudah perintahkan kepada jajaran Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Sosial untuk berkolaborasi dengan TNI-Polri. Seluruh kawasan Menteng, mulai dari Cikini, Gondangdia, Menteng Dalam, hingga sekitar Taman Menteng, akan menjadi fokus patroli gabungan selama 14 hari ke depan. Tidak boleh ada ruang bagi aksi premanisme dan konflik horizontal,"
tegas Pramono.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan menyatakan pihaknya akan menerjunkan dua kompi dari Batalyon Infanteri 201/Jaya Yudha dan satu peleton dari Komando Rayon Militer setempat.

"Kami akan tempatkan personel di 15 titik strategis yang telah dipetakan oleh aparat keamanan. Selain patroli dialogis, kami juga siapkan posko pengaduan masyarakat di setiap kelurahan. Tugas kami memastikan negara hadir di tengah kekhawatiran warga,"
kata Hasan.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Muhammad Fadil Imran menambahkan, operasi cipta kondisi akan digelar serentak di 12 titik rawan Jakarta Pusat. Operasi meliputi pemeriksaan senjata tajam, minuman keras, dan identifikasi kelompok pemuda yang kerap berkumpul di jam rawan.

"Kami tidak hanya menindak para pelaku di lapangan, tetapi juga memburu aktor intelektual yang memprovokasi melalui media sosial. Saat ini tim siber Polda sedang melakukan patroli digital untuk mengidentifikasi akun-akun penyebar ujaran kebencian terkait peristiwa ini,"
ujar Fadil.

Langkah Pemprov: Posko Mediasi dan Bantuan Hukum

Di luar aspek keamanan, Gubernur Pramono juga memerintahkan Dinas Sosial DKI Jakarta untuk mendirikan posko mediasi dan bantuan hukum di Kantor Kelurahan Cikini. Posko akan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta.

"Kita harus menyelesaikan akar persoalan. Sengketa lahan parkir seperti ini seharusnya bisa diselesaikan melalui musyawarah. Saya minta lurah dan camat segera menggelar rembuk warga agar tidak ada lagi korban berikutnya. Pemerintah juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban dan menanggung biaya pengobatan korban luka,"
imbuh Pramono.

Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh lurah di Kecamatan Menteng untuk menginventarisasi potensi konflik sosial di wilayah masing-masing.

"Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Setiap perselisihan warga, sekecil apa pun, harus segera dimediasi sebelum berkembang menjadi bentrokan fisik. Mulai hari ini, saya wajibkan laporan harian potensi konflik dari seluruh RW di Menteng,"
tegas Dhany.

Evaluasi Keamanan dan Pencegahan Jangka Panjang

Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung Gubernur DKI itu juga menghasilkan keputusan strategis: evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan lingkungan di wilayah Menteng. Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya sepakat membentuk Tim Terpadu Pencegahan Konflik Sosial yang melibatkan unsur intelijen TNI, BIN Daerah, dan Reserse Kriminal Polri. Tim bertugas memetakan jaringan kelompok masyarakat yang rentan terpapar provokasi serta memberikan rekomendasi penanganan kepada pemerintah daerah.

Hingga Selasa pukul 17.00 WIB, situasi di Menteng dilaporkan kondusif. Aktivitas ekonomi di sepanjang Jalan Cikini Raya mulai pulih, meskipun penjagaan ketat aparat gabungan masih terlihat di beberapa ruas jalan. Sepuluh unit mobil patroli dan dua armada water cannon disiagakan di sekitar Taman Menteng.

"Kami akan terus memantau situasi selama 24 jam penuh. Tokoh agama dan tokoh masyarakat juga kami libatkan aktif untuk meredam potensi provokasi. Keamanan Jakarta adalah tanggung jawab kita bersama,"
pungkas Pramono Anung dalam konferensi pers seusai rapat.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi dan segera melapor ke posko keamanan terdekat apabila menemukan potensi gangguan ketertiban umum. Pemprov DKI membuka saluran pengaduan darurat 112 yang terintegrasi dengan pusat komando TNI-Polri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User