Prabowo, SBY, Jokowi Gelar Silaturahmi Kenegaraan di Istana
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan silaturahmi kenegaraan dengan dua pemimpin sebelumnya, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), di...
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan silaturahmi kenegaraan dengan dua pemimpin sebelumnya, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu (20/4). Momen langka tersebut diabadikan dalam sebuah foto dan diunggah Prabowo melalui akun Instagram @prabowo, memperlihatkan ketiganya duduk berdampingan dengan senyum lebar.
Foto itu langsung menjadi perbincangan publik dan elite politik, mengingat ini adalah kali pertama ketiga tokoh tersebut tampil bersama dalam satu forum sejak Prabowo dilantik sebagai Presiden ke-8 RI pada 20 Oktober 2024. Pertemuan berlangsung sekitar dua jam dalam suasana tertutup, hanya dihadiri sejumlah pejabat protokol dan pendamping utama.
Bahasan Strategis dan Kontribusi Pemikiran
Meski tidak ada konferensi pers resmi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan kepada awak media. Ia menyebut silaturahmi itu membahas berbagai isu kebangsaan, mulai dari stabilitas politik pasca-Pemilu 2024, penguatan ekonomi nasional, hingga dinamika geopolitik global yang memicu kenaikan harga pangan dan energi.
“Presiden Prabowo banyak menyerap masukan dari Pak SBY dan Pak Jokowi yang memiliki pengalaman panjang memimpin bangsa. Beliau sangat menghormati para pendahulu dan ingin memastikan transisi pemerintahan berjalan semakin solid,” ujar Prasetyo. Menurutnya, SBY memberikan perspektif mengenai pentingnya menjaga hubungan sipil-militer yang profesional, sementara Jokowi lebih banyak berbagi pengalaman tentang hilirisasi dan transformasi digital.
Prabowo sendiri memaparkan capaian awal pemerintahannya, termasuk program prioritas Makan Bergizi Gratis yang telah menyalurkan bantuan ke 2,1 juta siswa di 11 provinsi per April 2025. Selain itu, ia juga menyampaikan rencana percepatan swasembada pangan dan pengembangan industri pertahanan nasional.
Respons Positif Lintas Partai
Pertemuan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai inisiatif Prabowo memperlihatkan jiwa kenegarawanan. “Ini adalah langkah maju untuk rekonsiliasi nasional. Pak Jokowi tetap menjadi bagian dari bangsa, dan kehadirannya memberi dukungan moral bagi pemerintahan yang sah,” katanya di Jakarta, Senin (21/4).
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, mengapresiasi peran ayahnya dalam pertemuan itu. “Silaturahmi semacam ini adalah tradisi baik yang harus kita rawat. Perbedaan pandangan politik tidak boleh menghalangi semangat membangun bangsa,” ujar AHY lewat akun media sosialnya.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Adi Prayitno, menilai pertemuan tiga presiden ini memiliki arti simbolis yang kuat. “Ini bukan sekadar foto bersama. Momentum ini menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia mampu mengelola konflik politik tanpa meninggalkan persatuan. Investor dan dunia internasional akan melihat Indonesia sebagai negara yang stabil,” katanya.
Makna Rekonsiliasi dan Stabilitas Pemerintahan
Secara historis, hubungan antara presiden terdahulu dan penggantinya sering kali diwarnai ketegangan. Namun, pertemuan ini seolah menuntaskan jejak rivalitas politik yang sempat memanas pada Pemilu 2014, 2019, hingga 2024. SBY yang mendukung kubu berbeda pada Pilpres 2024, dan Jokowi yang menjadi simbol kompetisi sengit, kini duduk bersama Prabowo dalam satu meja.
Analis politik mencatat bahwa pertemuan ini juga berdampak positif bagi stabilitas koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Dukungan implisit dari dua mantan presiden yang memiliki basis massa signifikan dapat meredam friksi di internal parlemen maupun di tengah masyarakat. “Ini adalah investasi politik yang sangat berharga,” kata Adi Prayitno.
Di sisi lain, warganet meramaikan unggahan Prabowo dengan beragam komentar. Sebagian besar memuji kebesaran hati para pemimpin, sementara sisanya menyuarakan harapan agar silaturahmi tersebut tidak sekadar seremoni. Pantauan Apaberita, tagar #TigaPresiden sempat menduduki trending topic nomor satu di X (Twitter) pada Minggu malam.
Pesan Persatuan dari Istana
Dalam unggahan Instagramnya, Prabowo menulis kalimat sederhana namun penuh makna. “Silaturahmi kebangsaan bersama Pak SBY dan Pak Jokowi di Istana Merdeka. Alhamdulillah, suasana penuh keakraban. Bersatu kita teguh.” Takarir itu ditanggapi lebih dari 1,5 juta tanda suka dan 35 ribu komentar dalam waktu kurang dari 24 jam.
Jokowi, yang selama ini dikenal dengan gaya blusukan dan media sosial, juga membagikan ulang foto tersebut di akun @jokowi. “Senang bisa bersilaturahmi dengan Pak Prabowo dan Pak SBY. Semoga kita semua bisa terus bersama membangun Indonesia,” tulisnya.
Sementara itu, SBY melalui juru bicaranya, Ossy Dermawan, menyatakan bahwa pertemuan itu merupakan inisiatif Presiden Prabowo. “Beliau mengundang langsung Bapak SBY dan Pak Jokowi. Diskusi berlangsung terbuka dan produktif,” ungkap Ossy.
Dengan terselenggaranya pertemuan ini, panggung politik nasional kian menunjukkan kematangan. Ketiga mantan presiden—kini satu di antaranya masih menjabat—telah memberikan contoh bahwa kepentingan bangsa jauh di atas perbedaan individu dan kelompok.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai rencana pertemuan lanjutan. Namun, Istana mengisyaratkan bahwa forum semacam ini akan terus dirawat sebagai bagian dari tradisi kenegaraan.
Comments (0)