Prabowo Sambut Hangat Jaksa Agung dan Kapolri dalam Peringatan Hari Koperasi

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (12/7/2025). Sebelum memasuki ruang utama berlangsungnya seremon...

Jul 12, 2026 - 20:02
0 0

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (12/7/2025). Sebelum memasuki ruang utama berlangsungnya seremoni, Presiden dengan ramah menyambut dan bersalaman dengan sejumlah tokoh yang hadir, termasuk Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Momen tersebut langsung mencuri perhatian karena mencerminkan sinergi antara lembaga kepresidenan dengan institusi penegakan hukum dalam konteks pembinaan koperasi nasional.

Hadir pula dalam acara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi, serta jajaran pengurus Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi resmi dan pembacaan laporan Ketua Umum Dekopin yang menyoroti capaian sektor koperasi sepanjang tahun berjalan.

Peringatan Hari Koperasi yang Bertenaga

Peringatan Hari Koperasi tahun ini mengusung tema “Koperasi Tangguh, Ekonomi Rakyat Maju”. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa koperasi bukan sekadar entitas bisnis, melainkan alat vital untuk mewujudkan keadilan ekonomi. “Koperasi adalah ekosistem yang kita bangun bersama agar seluruh rakyat bisa merasakan pertumbuhan. Bukan hanya segelintir orang,” ujar Presiden.

Presiden juga memaparkan data terbaru yang mencatat jumlah koperasi aktif di Indonesia mencapai 127.846 unit, dengan total anggota lebih dari 28 juta orang. Angka ini, menurut Presiden, harus dibarengi dengan peningkatan kualitas tata kelola. “Jangan sampai jumlah yang besar ini menjadi bumerang karena lemahnya manajemen. Saya minta Kementerian Koperasi dan UKM melakukan audit berkala,” tegasnya.

Suasana di Istana Negara terlihat khidmat namun penuh kehangatan. Para peserta yang hadir, termasuk perwakilan koperasi dari berbagai daerah, menyimak pidato Presiden dengan antusias. Beberapa kali Presiden menyelipkan anekdot ringan yang mengundang senyuman, namun tetap menjaga ketegasan pesan utamanya.

Pesan Integritas dan Kehadiran Simbolik

Kehadiran Jaksa Agung dan Kapolri mendapat porsi khusus dalam sambutan Presiden. Prabowo secara eksplisit mengapresiasi kesediaan keduanya untuk hadir dan terlibat dalam pengawalan sektor koperasi. “Saya berterima kasih kepada Pak Jaksa Agung dan Pak Kapolri. Kehadiran keduanya merupakan simbol bahwa negara tidak akan menoleransi penyimpangan di tubuh koperasi, sekaligus memberikan rasa aman bagi koperasi-koperasi yang beroperasi dengan jujur,” kata Presiden.

Pernyataan itu merujuk pada sejumlah kasus koperasi fiktif dan penyalahgunaan dana anggota yang dalam beberapa tahun terakhir ditangani oleh aparat hukum. Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan mempercepat proses penertiban koperasi bermasalah melalui koordinasi antara Kementerian Koperasi dan UKM, Kejaksaan Agung, dan Kepolisian. “Kita sudah bentuk satuan tugas bersama. Saya minta dalam enam bulan ke depan sudah ada hasil konkret,” tambahnya.

Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi dalam sesi doorstop usai acara mengonfirmasi bahwa satuan tugas yang dimaksud telah merampungkan peta koperasi yang perlu direvitalisasi dan yang terindikasi melanggar hukum. “Saat ini kami bersama Kejaksaan dan Bareskrim Polri sedang mendalami 213 koperasi yang patut dicurigai. Kami tidak ingin masyarakat dirugikan,” ujarnya.

Sinergi Penegakan Hukum

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin ketika ditemui terpisah menyatakan komitmen institusinya untuk mendukung upaya pemerintah. “Kami akan memastikan setiap rupiah yang dikelola koperasi bisa dipertanggungjawabkan. Tidak ada ruang bagi pelaku penyelewengan,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan tidak selalu represif; Kejaksaan juga membuka pintu bagi program pendampingan hukum untuk koperasi yang ingin memperbaiki tata kelola.

Senada dengan itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan jajaran Polda di seluruh Indonesia untuk responsif terhadap laporan masyarakat terkait tindak pidana di sektor koperasi. “Kami sudah memiliki kanal pengaduan khusus dan akan menindaklanjuti setiap laporan dengan cepat. Koperasi yang sehat adalah fondasi ekonomi rakyat,” ujarnya.

Sejumlah pengamat ekonomi menyambut positif langkah integrasi ini. Mereka menilai bahwa tanpa adanya kepastian hukum dan penegakan aturan, kepercayaan masyarakat terhadap koperasi akan terus menurun. Di akhir acara, Presiden Prabowo kembali menyalami satu per satu tamu undangan, menandai penutupan puncak peringatan Hari Koperasi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut. Seluruh peserta kemudian mengikuti ramah-tamah dan sesi foto bersama di halaman Istana.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User