Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Produksi Beras Naik Satu Juta Ton

LOMBOK BARAT — Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak lima bendungan baru melalui acara yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Senin ...

Jul 12, 2026 - 09:40
0 1
Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Produksi Beras Naik Satu Juta Ton

LOMBOK BARAT — Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak lima bendungan baru melalui acara yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (23/12/2024). Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa kelima infrastruktur strategis itu akan meningkatkan produksi beras nasional hingga satu juta ton per tahun, sekaligus menjadi tonggak penting dalam upaya swasembada pangan yang ditargetkan tercapai pada 2027.

“Dengan tambahan pasokan air dari lima bendungan ini, kita proyeksikan peningkatan produksi beras sekitar 800 ribu hingga satu juta ton. Ini lompatan besar untuk ketahanan pangan kita,” ujar Presiden di hadapan para menteri, kepala daerah, dan masyarakat setempat. Pernyataan itu merujuk pada hasil kajian Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertanian yang menyebutkan bahwa optimalisasi lahan didukung sistem irigasi baru akan mendongkrak produktivitas secara signifikan.

Lima Bendungan Strategis

Kelima bendungan yang diresmikan adalah Bendungan Meninting di NTB, Bendungan Jenelata di Sulawesi Selatan, Bendungan Pamukkulu di Sulawesi Selatan, Bendungan Sidan di Bali, dan Bendungan Tiu Suntuk di NTB. Pembangunannya menelan total anggaran sebesar Rp 2,3 triliun yang bersumber dari APBN tahun jamak sejak 2019.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam laporannya menyebutkan bahwa masing-masing bendungan memiliki kapasitas tampung dan jaringan irigasi yang dirancang untuk mengairi lahan pertanian di sekitarnya. Bendungan Meninting, misalnya, memiliki kapasitas 12,8 juta meter kubik dan akan mengairi area seluas 1.559 hektare. Sementara itu, Bendungan Jenelata mampu menampung 19,5 juta meter kubik air dan melayani irigasi untuk 2.400 hektare.

“Bendungan-bendungan ini bukan hanya untuk pengairan, tetapi juga berfungsi sebagai pengendali banjir dan sumber air baku masyarakat. Namun, fokus utama kami saat ini adalah memastikan airnya sampai ke sawah-sawah petani secara efisien,” ujar Dody seusai peresmian.

Dampak pada Produksi dan Swasembada

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi beras nasional pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 31,2 juta ton. Dengan tambahan satu juta ton dari optimalisasi lahan yang terairi bendungan-bendungan baru, stok nasional akan semakin mendekati target swasembada tanpa impor. Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, yang hadir dalam acara itu, menyatakan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan produksi secara bertahap hingga seluruh bendungan beroperasi penuh pada 2025.

“Kami sudah menyusun skema tanam dengan Kementan dan jajaran daerah. Lahan yang sebelumnya hanya satu kali tanam, dengan keberadaan bendungan ini bisa menjadi dua hingga tiga kali tanam setahun. Itu yang akan mendongkrak angka produksi secara nyata,” kata Arief.

Kementerian Pertanian dalam rapat koordinasi sebelumnya telah menetapkan sejumlah wilayah sebagai sentra percepatan tanam yang menerima pasokan air langsung dari bendungan baru. Di antaranya adalah Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Gowa, Kabupaten Tabanan, dan Kabupaten Sumbawa. Keputusan itu dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian tentang Daerah Irigasi Prioritas yang disahkan pada Oktober 2024.

Arahan Presiden

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan kelompok tani agar infrastruktur yang sudah dibangun tidak mubazir. Ia memerintahkan Kementerian BUMN dan perbankan nasional untuk mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus sektor pertanian guna mendukung petani membeli benih unggul dan pupuk tepat waktu.

“Saya tidak ingin bendungan megah tapi petaninya masih kesulitan air atau modal. Harus ada percepatan di hilir, termasuk distribusi pupuk dan alat mesin pertanian. Ini prioritas nasional,” tegas Prabowo. Ia juga menginstruksikan agar seluruh bendungan dilengkapi dengan sistem pemantauan debit air digital yang terintegrasi dengan pusat data Kementerian PU paling lambat akhir 2025.

Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, menyambut baik arahan itu. “Bendungan Meninting adalah harapan baru bagi petani di Lombok Barat dan Lombok Tengah. Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas teknis untuk merealisasikan jadwal tanam serentak,” ujarnya. Senada, Bupati Gowa menyatakan kesiapan mengawal distribusi air dari Bendungan Jenelata agar petani di wilayahnya dapat segera memanfaatkannya.

Di penghujung acara, Presiden Prabowo menandatangani prasasti peresmian dan melakukan penekanan tombol alarm secara simbolis yang menandai dibukanya pintu air lima bendungan. Masyarakat yang hadir menyaksikan prosesi itu melalui layar raksasa yang menampilkan siaran langsung dari masing-masing lokasi bendungan. Dengan beroperasinya seluruh bendungan ini, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User