Prabowo Pimpin Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung kegiatan Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Selasa (12/11/2024). Kegiatan ini menandai keberhasilan program keta...

Jul 20, 2026 - 03:28
0 0
Prabowo Pimpin Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung kegiatan Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Selasa (12/11/2024). Kegiatan ini menandai keberhasilan program ketahanan pangan yang digagas oleh TNI di bawah komando Presiden selaku Panglima Tertinggi. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa panen raya ini merupakan bukti konkret sinergi antara militer dan sektor pertanian dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Latar Belakang Program Panen Raya TNI

Program Panen Raya TNI diluncurkan sejak awal tahun 2024 sebagai bagian dari instruksi Presiden untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar pangkalan militer. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Agus Subiyanto, sebanyak 1.200 hektar lahan di 85 pangkalan TNI di seluruh Indonesia telah ditanami padi, jagung, dan kedelai. "Lahan seluas 500 hektar di Lanud Abdulrachman Saleh ini menjadi salah satu lokasi utama yang menunjukkan hasil optimal," ujar Jenderal Agus dalam rapat koordinasi yang digelar sehari sebelum panen raya.

Kegiatan panen ini juga melibatkan 2.500 personel TNI dari tiga matra, serta 1.000 petani binaan dari desa sekitar. Menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2024 tentang Percepatan Peningkatan Produksi Pangan, TNI bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Ir. Hadi Susanto, menyatakan bahwa hasil panen di Malang mencapai 7,2 ton per hektar, di atas rata-rata nasional sebesar 5,6 ton per hektar.

Pelaksanaan Panen Raya di Lanud Abdulrachman Saleh

Presiden Prabowo tiba di Lanud Abdulrachman Saleh pukul 08.30 WIB disambut oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam seremoni yang berlangsung selama tiga jam, Presiden secara simbolis memotong padi menggunakan sabit dan menaiki mesin panen combine harvester. "Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga ketahanan pangan rakyat," tegas Presiden Prabowo saat memberikan pidato di lapangan.

Proses panen melibatkan 300 unit mesin panen yang disiagakan oleh TNI AU dan Kodam V/Brawijaya. Hasil panen berupa gabah kering panen (GKP) langsung dikirim ke gudang Bulog di Malang untuk dikonversi menjadi beras. Kepala Bulog Wilayah Jawa Timur, Budi Setiawan, menyatakan bahwa beras hasil panen ini akan didistribusikan ke 20 kabupaten/kota rawan pangan di Jawa Timur.

"Dengan panen raya ini, kita tidak hanya mengamankan pasokan beras, tetapi juga menekan harga di tingkat petani. Saya instruksikan agar seluruh hasil panen dibeli dengan harga sesuai HPP (Harga Pembelian Pemerintah)," tegas Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Pernyataan Presiden dan Dampak Kebijakan

Dalam keterangan pers usai panen, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kemandirian pangan di tengah ancaman krisis global. "Berdasarkan data BPS, impor beras kita menurun 30% pada semester pertama 2024. Ini hasil kerja keras kita semua. Saya memerintahkan TNI untuk terus memperluas lahan pertanian dan memastikan tidak ada satu hektar lahan kosong yang tidak produktif," ujarnya. Presiden juga mengapresiasi peran Fraksi-Fraksi di DPR yang mendukung anggaran program ini melalui APBN 2024 yang disahkan pada September lalu.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan bahwa program Panen Raya TNI sejalan dengan target produksi beras nasional mencapai 32 juta ton pada 2025. "Berdasarkan rapat koordinasi, lahan pertanian TNI akan ditambah menjadi 2.000 hektar di tahun depan. Ini akan menyerap 10.000 tenaga kerja petani milenial," jelasnya.

Harapan dan Tindak Lanjut

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa kegiatan panen raya akan terus digalakkan setiap musim tanam. "Kami telah menyusun rencana aksi untuk 2025 dengan target perluasan lahan di Papua, Kalimantan, dan Sumatra. Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi Nasional TNI pada pekan lalu," katanya. Diharapkan, program ini dapat mengurangi ketergantungan pada pangan impor dan meningkatkan kesejahteraan petani sekitar pangkalan.

Presiden Prabowo menutup rangkaian acara dengan meninjau pameran alat mesin pertanian yang dipamerkan di apron Lanud. Sambutan petani setempat, seperti Pak Slamet (52) dari Desa Sumbermanjing, sangat positif. "Kami sangat terbantu. Tanah kami diolah dengan baik, bibit dan pupuk disediakan. Sekarang hasil panen kami naik dua kali lipat," ujarnya.

Dengan keberhasilan panen raya ini, Presiden Prabowo optimistis Indonesia dapat mewujudkan swasembada pangan pada 2025. "Jangan ada keraguan. Kita buktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User