Formas dan Untar Bahas Ketahanan Ekonomi Nasional di Tengah Tekanan Global

Jakarta — Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) bersama Universitas Tarumanagara (Untar) menggelar diskusi publik bertajuk "Menguji Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Turbulensi Global: Tahan ...

Jul 20, 2026 - 03:26
0 0
Formas dan Untar Bahas Ketahanan Ekonomi Nasional di Tengah Tekanan Global

Jakarta — Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) bersama Universitas Tarumanagara (Untar) menggelar diskusi publik bertajuk "Menguji Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Turbulensi Global: Tahan Banting atau Rentan?" pada Jumat (17/7/2026) di Auditorium Kampus Untar, Jakarta. Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi, pengamat ekonomi, serta perwakilan pelaku usaha untuk membahas kapasitas struktural ekonomi nasional dalam menghadapi dinamika perdagangan internasional, fluktuasi harga komoditas, serta ketidakpastian geopolitik yang berlangsung sejak awal 2026.

Konteks Geopolitik dan Tekanan Ekonomi Global

Diskusi dibuka dengan pemaparan mengenai situasi internasional yang diwarnai oleh fragmentasi rantai pasok, konflik dagang antarblok ekonomi besar, serta ketidakstabilan pasar keuangan global. Koordinator Formas, Dr. Hendro Wibowo, dalam pidato pembukaannya menegaskan bahwa Indonesia perlu memetakan ulang posisi ekonominya di tengah perubahan lanskap dunia yang berlangsung cepat.

"Ketahanan ekonomi bukan sekadar soal angka pertumbuhan, melainkan kemampuan struktural untuk bertahan ketika guncangan datang dari luar. Kita harus jujur menilai di mana titik lemah dan titik kekuatan kita," ujar Hendro Wibowo.

Menurut data yang disampaikan dalam forum, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh sebesar 5,08 persen secara year-on-year. Angka tersebut dianggap moderat oleh sebagian peserta, mengingat tekanan eksternal yang bersumber dari perlambatan ekonomi mitra dagang utama di Asia Timur dan Eropa, serta menurunnya permintaan terhadap beberapa komoditas ekspor andalan.

Sektor Riil dan Ketergantungan pada Komponen Impor

Rektor Universitas Tarumanagara, Prof. Dr. Amalia E. Maulana, menekankan pentingnya memperkuat basis industri dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada komponen impor. Ia menyoroti sektor manufaktur yang masih menanggung beban biaya logistik tinggi dan fluktuasi nilai tukar yang belum sepenuhnya stabil.

"Selama struktur industri kita masih bergantung pada bahan baku dan mesin dari luar, setiap guncangan kurs rupiah akan langsung terasa di lantai produksi. Ini adalah pekerjaan rumah yang belum selesai," jelas Amalia Maulana.

Dalam sesi panel, ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Dr. Bhima Yudhistira, memaparkan bahwa defisit transaksi berjalan masih menjadi kerentanan utama dalam neraca pembayaran. Ia mengingatkan bahwa pembiayaan defisit tersebut sangat bergantung pada aliran modal asing jangka pendek yang rentan terhadap perubahan sentimen global.

"Ketahanan fiskal kita sebenarnya cukup baik, namun ketahanan eksternal masih rapuh. Ketergantungan pada hot money adalah bom waktu yang harus kita antisipasi sejak dini," tegas Bhima Yudhistira.

Bhima juga menyoroti posisi cadangan devisa yang berada di kisaran 145 miliar dolar Amerika Serikat, yang dianggap cukup untuk kebutuhan transaksi, namun belum optimal jika digunakan sebagai instrumen stabilisasi jangka panjang.

Peran UMKM dan Akselerasi Transformasi Digital

Diskusi kemudian bergeser pada pembahasan mengenai peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penyangga ekonomi domestik. Direktur Eksekutif Formas, Ratna Kusuma, menyampaikan bahwa lebih dari 61 persen kontribusi UMKM terhadap PDB nasional menjadikan sektor ini sebagai indikator penting dalam mengukur daya tahan ekonomi secara keseluruhan.

"Ketika UMKM tangguh, konsumsi rumah tangga relatif stabil dan menjadi bantalan ketika sektor ekspor tertekan. Karena itu, kebijakan afirmatif untuk UMKM harus konsisten, bukan sekadar wacana lima tahunan," kata Ratna Kusuma.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Ekonomi Digital, Irvan Santoso, memaparkan akselerasi transformasi digital yang dilakukan oleh pelaku usaha kecil di berbagai daerah. Ia menyebut bahwa adopsi platform digital oleh UMKM telah meningkatkan akses pasar, meskipun tantangan literasi digital masih menjadi pekerjaan besar di luar Jawa.

Irvan menambahkan bahwa lebih dari 23 juta UMKM telah terhubung dengan berbagai platform marketplace domestik pada semester pertama 2026, namun hanya sekitar 18 persen di antaranya yang mampu mengelola pembukuan secara digital.

Rekomendasi Kebijakan dan Penutup Forum

Menjelang penutupan acara, moderator diskusi, Dr. Ferry Kusuma dari Untar, merangkum sejumlah rekomendasi yang muncul sepanjang forum. Pertama, pemerintah didorong untuk mempercepat diversifikasi pasar ekspor agar tidak terkonsentrasi pada beberapa negara mitra utama. Kedua, penguatan industri pengolahan dalam negeri perlu menjadi prioritas agar nilai tambah sumber daya alam tidak keluar dalam bentuk mentah dari Indonesia. Ketiga, literasi keuangan dan digital bagi UMKM harus diperluas melalui kolaborasi perguruan tinggi, swasta, dan pemerintah daerah.

Forum ditutup dengan pernyataan bersama dari Formas dan Untar yang menegaskan komitmen untuk melanjutkan seri diskusi serupa secara berkala. Hasil diskusi rencananya akan dihimpun dalam dokumen kebijakan yang akan diserahkan kepada kementerian terkait sebagai bahan pertimbangan.

"Kami berharap diskusi seperti ini tidak berhenti di ruang akademis. Hasil pemikiran para narasumber harus sampai ke meja pengambil kebijakan agar benar-benar memberi dampak bagi masyarakat," tutup Hendro Wibowo.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 250 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa pascasarjana, peneliti, serta perwakilan asosiasi pengusaha dari berbagai sektor. Diskusi berlangsung selama empat jam dengan tiga sesi panel dan satu sesi tanya jawab interaktif yang melibatkan audiens secara langsung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User