Prabowo dan Lukashenko Resmi Luncurkan Roadmap Bilateral 2026-2030 di Istana Merdeka

Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono membeberkan sejumlah agenda penting yang akan dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, di Istana Merdek

Jul 06, 2026 - 13:13
0 0
Prabowo dan Lukashenko Resmi Luncurkan Roadmap Bilateral 2026-2030 di Istana Merdeka

Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono membeberkan sejumlah agenda penting yang akan dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Salah satu hal utama yang menjadi sorotan adalah peluncuran peta jalan atau roadmap kerja sama bilateral Indonesia-Belarus untuk periode 2026-2030.

Berdasarkan laporan yang diterima Apaberita.com, Sugiono menjelaskan bahwa kunjungan kenegaraan Lukashenko kali ini merupakan kunjungan balasan setelah Presiden Prabowo terlebih dahulu mengunjungi Belarus pada 15 Juli 2025. Kunjungan tersebut dinilai sangat produktif dan menghasilkan beragam potensi kerja sama yang saat ini terus dikembangkan oleh kedua negara.

Kunjungan Balasan yang Sarat Makna Strategis

Sejak lawatan Prabowo ke Minsk tahun lalu, komunikasi antara kedua pemerintahan kian intensif. Berbagai kesepakatan di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, hingga pertahanan mulai dijajaki secara konkret. Sugiono menyebut momentum ini sebagai babak baru hubungan diplomatik yang lebih erat dan saling menguntungkan.

“Seperti kita ketahui juga, telah terjadi penandatanganan EAEU-CEPA, dan Belarus merupakan salah satu negara yang telah meratifikasi perjanjian tersebut,” ujar Sugiono dalam keterangan pers di kompleks Istana Merdeka.

Pernyataan ini menegaskan bahwa payung hukum kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) sudah berada di jalur yang tepat, dengan Belarus menjadi salah satu mitra kunci yang segera mengimplementasikan isi perjanjian. EAEU-CEPA atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia diyakini akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan nasional ke kawasan Eropa Timur dan Asia Tengah.

Fokus Roadmap 2026-2030: Ekonomi, Teknologi, dan Investasi

Peta jalan bilateral yang akan diluncurkan langsung oleh kedua kepala negara itu mencakup sejumlah bidang prioritas. Di sektor ekonomi, peningkatan volume perdagangan menjadi target utama. Saat ini nilai perdagangan Indonesia-Belarus masih relatif rendah, sehingga kedua pihak sepakat untuk merangsang ekspor-impor produk non-migas, termasuk alat berat, pupuk, produk pertanian, dan tekstil.

Selain itu, kerja sama di bidang teknologi informasi, industri pertahanan, dan pendidikan vokasi juga akan menjadi bagian tak terpisahkan dari dokumen roadmap. Belarus dikenal memiliki industri mesin dan teknologi militer yang maju, sementara Indonesia menawarkan pasar besar serta sumber daya alam yang melimpah. Kolaborasi semacam ini dipandang akan menciptakan lompatan signifikan dalam hubungan kedua negara.

Dengan peluncuran roadmap ini, Indonesia dan Belarus tidak hanya memperkuat ikatan diplomatik, tetapi juga mempertegas arah kerja sama konkret yang terukur dan berorientasi hasil dalam lima tahun ke depan. Pertemuan hari ini diyakini akan menghasilkan sejumlah nota kesepahaman baru yang memperkuat posisi Indonesia di kancah Eropa Timur sekaligus mempercepat diversifikasi mitra dagang strategis nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Teknologi. Reporter AI, gadget, startup, dan transformasi digital.

Comments (0)

User