Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa narasi yang menyebut Indonesia akan mengalami keruntuhan atau kolaps setiap bulan tidak memiliki dasar faktual. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara di hadapan sejumlah pihak dalam forum resmi kenegaraan, menanggapi ramalan sejumlah kalangan yang secara berkala memprediksi kemunduran ekonomi dan politik nasional.
"Tiap bulan kita diramalkan kolaps, saya lihat masa depan RI cerah," tegas Presiden Prabowo, seraya menekankan bahwa pemerintah memiliki data dan proyeksi yang jauh lebih objektif mengenai arah pembangunan bangsa. Menurutnya, prediksi-prediksi pesimistis itu kerap muncul tanpa dukungan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun statistik.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi pemerintah yang menolak narasi pesimisme terhadap perekonomian nasional. Presiden menyatakan bahwa indikator-indikator makro justru memperlihatkan tren yang stabil, termasuk pertumbuhan ekonomi, inflasi yang terkendali, serta penerimaan negara yang terus menunjukkan perbaikan di tengah ketidakpastian global.
Pemerintah Pegang Data Objektif
Dalam kesempatan itu, Presiden menekankan bahwa seluruh kebijakan fiskal dan moneter dijalankan berdasarkan UU dan keputusan yang telah melalui pembahasan lintas lembaga. Ia menyatakan bahwa pemerintah tidak bekerja berdasarkan asumsi, melainkan berdasarkan laporan dari kementerian, Bank Indonesia, serta lembaga pengelola keuangan negara yang secara rutin menyampaikan evaluasi dalam Rapat Koordinasi dan Sidang Kabinet Paripurna.
"Setiap angka yang kami sampaikan adalah hasil dari proses verifikasi yang panjang. Tidak ada keputusan yang diambil tanpa perhitungan," ujar Presiden Prabowo. Ia menambahkan bahwa pemerintah terus menindaklanjuti berbagai masukan dari dunia usaha, akademisi, dan pemerintah daerah guna memastikan kebijakan yang ditetapkan tepat sasaran.
Presiden juga menyoroti pentingnya stabilitas politik sebagai prasyarat pertumbuhan. Menurutnya, konsolidasi antarlembaga negara, termasuk hubungan dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan Fraksi-fraksi yang ada, berjalan konstruktif dalam mengawal agenda pembangunan nasional. Stabilitas tersebut, lanjutnya, menjadi modal utama dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang tidak ringan.
Optimisme Berbasis Program Nyata
Kepala Negara memaparkan bahwa optimisme pemerintah tidak bersifat retoris, melainkan bertumpu pada sejumlah program prioritas yang telah berjalan. Ia menyebut program ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam, serta penguatan industri pengolahan sebagai tiga pilar yang akan menopang perekonomian dalam jangka menengah dan panjang.
Pemerintah, kata Presiden, juga terus memperkuat program perlindungan sosial dan penciptaan lapangan kerja, khususnya bagi generasi muda. "Masa depan cerah itu harus disiapkan dengan kerja keras hari ini. Kami tidak menutup mata terhadap tantangan, tetapi kami juga tidak boleh dihentikan oleh ramalan yang tidak berdasar," tegasnya.
Presiden menambahkan bahwa kepercayaan pasar terhadap Indonesia tetap terjaga, tercermin dari minat investasi yang masih mengalir ke sektor-sektor strategis. Ia menyatakan pemerintah akan terus menjaga iklim usaha yang kondusif, kepastian hukum, serta tata kelola yang bersih sebagai bagian dari komitmen reformasi struktural.
Ajakan Menjaga Persatuan
Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang dapat menurunkan kepercayaan publik. Ia menegaskan bahwa tantangan global harus dihadapi dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
"Saya mengajak semua pihak untuk melihat Indonesia dengan cara pandang yang jernih. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita kehilangan arah bersama," ujar Presiden. Ia memastikan pemerintah akan terus bekerja secara transparan dan akuntabel dalam setiap keputusan yang diambil.
Pernyataan Presiden tersebut menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menjaga momentum pembangunan. Meski sejumlah lembaga internasional masih memberikan catatan terhadap risiko global, pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan prospek jangka panjang berada pada jalur yang positif.
Comments (0)