Prabowo Arahkan Kampus Prioritas Riset Industri Kapal

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengumumkan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan perguruan tinggi untuk menjadikan riset industri perkap...

Prabowo Arahkan Kampus Prioritas Riset Industri Kapal

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengumumkan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan perguruan tinggi untuk menjadikan riset industri perkapalan sebagai prioritas utama. Arahan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pendidikan Tinggi di Jakarta, Rabu, 9 Juli 2026.

"Presiden Prabowo memandang bahwa kemandirian maritim hanya bisa dicapai bila kita menguasai teknologi pembuatan kapal dari hulu hingga hilir," ujar Brian Yuliarto di hadapan ratusan rektor dan pejabat pendidikan tinggi.

Arahan Strategis Presiden

Brian Yuliarto menjelaskan bahwa perintah Presiden bukan hanya sekadar imbauan, melainkan bersifat instruktif. "Presiden menginginkan agar dalam waktu lima tahun ke depan, Indonesia mampu memproduksi sebagian besar kebutuhan kapal nasional dari hasil riset dan inovasi yang dilakukan kampus-kampus kita," tegasnya.

Dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia membutuhkan armada kapal yang sangat besar. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, permintaan kapal nasional diperkirakan mencapai 2.500 unit dalam kurun 2025-2030. Namun demikian, kemampuan galangan kapal dalam negeri baru memenuhi sekitar 60 persen dari total permintaan, sementara sisanya diimpor dari luar negeri. Presiden Prabowo menginginkan agar ketergantungan impor itu ditekan seminimal mungkin.

Riset Tematik dan Dana Khusus

Untuk menindaklanjuti arahan Presiden, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi segera menyusun program riset tematik industri kapal yang akan melibatkan minimal 15 perguruan tinggi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung akan menjadi koordinator klaster riset sesuai bidang unggulan masing-masing.

"Kita telah menyiapkan dana riset tematik sebesar Rp250 miliar untuk tahun anggaran 2026-2027. Fokus riset mencakup desain lambung kapal yang lebih efisien, sistem propulsi hibrida, pemanfaatan material komposit ringan, hingga integrasi kecerdasan buatan untuk navigasi dan keselamatan pelayaran," papar Brian Yuliarto. Ia menambahkan bahwa riset juga akan menyentuh pengembangan kapal perintis untuk rute-rute di pelosok, kapal penangkap ikan modern, serta kapal cepat untuk logistik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Kolaborasi Kampus-Industri

Brian Yuliarto menegaskan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada sinergi antara kampus dan industri galangan kapal. Untuk itu, Kementerian akan memfasilitasi nota kesepahaman antara perguruan tinggi dengan PT PAL Indonesia dan sejumlah galangan kapal swasta nasional. "Riset tidak boleh berhenti di publikasi jurnal. Prototipe kapal hasil riset harus sudah bisa diuji dan diproduksi secara komersial," tegasnya.

Sebagai langkah awal, dua kapal perintis hasil riset ITS dan Undip yang telah lolos uji statis dijadwalkan akan melakukan pelayaran perdana di perairan Kepulauan Seribu pada akhir tahun 2026. Kapal dengan spesifikasi panjang 30 meter dan kapasitas 150 penumpang itu diklaim lebih hemat bahan bakar hingga 20 persen dibandingkan kapal sejenis yang ada saat ini.

Respons dan Kesiapan Kampus

Rektor ITS Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., menyambut baik arahan Presiden. "ITS sangat siap. Kami telah memiliki Pusat Unggulan Iptek Kemaritiman yang fokus pada riset kapal. Dengan dukungan dana ini, kami akan mengakselerasi pengembangan kapal listrik dan kapal otonom untuk mengurangi emisi karbon sektor maritim," ujar Ashari.

Sementara itu, Universitas Diponegoro juga telah menyiapkan laboratorium desain kapal digital dan menggandeng biro klasifikasi untuk memastikan hasil riset memenuhi standar keselamatan internasional. "Kami akan konsentrasi pada pengembangan kapal perikanan ramah lingkungan," kata Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., Rektor Undip, melalui sambungan telepon.

Harapan dan Tantangan

Pengamat ekonomi maritim Dr. Ir. Sjarief Widjaja, Ph.D. menilai bahwa arahan Presiden Prabowo sangat tepat waktu. "Industri kapal global sedang bertransformasi menuju kapal hijau dan kapal pintar. Kalau kampus kita mampu berkontribusi, Indonesia bisa menjadi pemain utama di kawasan," ujarnya. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan utama adalah ketersediaan sumber daya manusia peneliti yang kompeten dan kesinambungan pendanaan.

Brian Yuliarto menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi secara berkala. "Presiden meminta laporan kemajuan setiap tiga bulan. Saya sendiri akan turun ke lapangan untuk memantau langsung perkembangan riset ini. Target kita jelas: menciptakan kemandirian kapal nasional yang berdaya saing tinggi," pungkas Brian Yuliarto.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User