Polri Gelar Lomba Mobile Legends dan Animasi AI untuk Generasi Muda

Kepolisian Republik Indonesia menggelar kegiatan Apresiasi Kreasi Polri Untuk Masyarakat di Jakarta dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk p...

Polri Gelar Lomba Mobile Legends dan Animasi AI untuk Generasi Muda

Kepolisian Republik Indonesia menggelar kegiatan Apresiasi Kreasi Polri Untuk Masyarakat di Jakarta dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan terhadap inovasi dan pengabdian masyarakat sekaligus wadah bagi generasi Z dan generasi Alpha untuk mengekspresikan kreativitas melalui kompetisi digital, termasuk turnamen Mobile Legends: Bang Bang dan lomba animasi berbasis kecerdasan buatan. Acara yang berlangsung secara resmi ini dihadiri oleh pejabat utama Polri, perwakilan fraksi, serta ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Kompetisi Digital sebagai Wadah Generasi Muda

Dalam rapat koordinasi persiapan kegiatan, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Dr. Budi Prasetyo, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa pihaknya telah menetapkan sejumlah program kreatif untuk mendekati segmen milenial dan generasi pasca-milenial. Salah satu keputusan yang disahkan dalam pleno internal adalah penyelenggaraan turnamen gim daring Mobile Legends: Bang Bang yang diikuti oleh tim-tim dari kalangan pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia. Turnamen tersebut tidak hanya bertujuan untuk memberikan hiburan, tetapi juga menjadi kanal komunikasi baru antara Polri dan generasi muda.

Selain kompetisi gim, Polri juga menyelenggarakan lomba pembuatan animasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Peserta ditantang untuk membuat karya visual yang mengangkat tema keamanan, toleransi, dan pelayanan publik. Berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi pembinaan dan penyelenggaraan keamanan yang berbasis pada partisipasi masyarakat. Irjen Pol. Budi Prasetyo menegaskan bahwa kehadiran kompetisi tersebut menindaklanjuti arahan pimpinan agar Polri terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.

"Kami berkomitmen untuk memberikan ruang bagi generasi Z dan generasi Alpha agar dapat berkontribusi langsung dalam pembentukan narasi keamanan yang positif melalui medium digital yang mereka kuasai," ujar Kepala Divisi Humas Polri.

Panitia pelaksana mencatat bahwa jumlah pendaftar untuk kedua kompetisi tersebut mencapai lebih dari 5.000 peserta dari 34 provinsi. Dari jumlah tersebut, 200 tim lolos seleksi administrasi dan teknis untuk mengikuti babak final yang diselenggarakan di gedung utama kegiatan. Proses seleksi dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari praktisi teknologi informasi, seniman digital, dan perwira Polri yang ditunjuk melalui surat keputusan khusus.

Penghargaan untuk Inovasi dan Pengabdian Masyarakat

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, kegiatan Apresiasi Kreasi Polri Untuk Masyarakat juga memberikan penghargaan kepada individu, kelompok, dan institusi yang dinilai berperan aktif dalam menciptakan inovasi di bidang kamtibmas. Penghargaan tersebut disahkan dalam rapat pleno yang dipimpin langsung oleh pejabat tinggi Polri dan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai fraksi di legislatif. Kategori penghargaan meliputi inovasi teknologi, program pengabdian masyarakat, serta karya jurnalistik yang mengangkat isu-isu kepolisian.

Salah satu penerima penghargaan adalah sebuah komunitas pemuda di Surabaya yang mengembangkan aplikasi pelaporan tindak kejahatan berbasis lokasi secara real-time. Aplikasi tersebut telah terintegrasi dengan sistem command center Polda setempat dan terbukti menurunkan angka kriminalitas di wilayah pelayanannya sebesar 15 persen selama enam bulan terakhir. Dalam sambutannya, perwakilan komunitas tersebut menyatakan bahwa apresiasi dari Polri menjadi pemicu semangat bagi pemuda-pemudi lainnya untuk turut serta dalam menjaga keamanan lingkungan.

"Apresiasi yang diberikan Polri bukan sekadar simbolis, melainkan pengakuan resmi atas peran masyarakat sipil dalam mendukung tugas-tugas kepolisian di era digital," tutur perwakilan penerima penghargaan.

Polri juga memberikan penghargaan khusus kepada sejumlah personel yang berhasil menyusun program pembinaan generasi muda di daerah terpencil. Program tersebut berhasil menjaring ribuan pelajar untuk mengikuti kegiatan literasi digital dan bela negara. Data yang disampaikan dalam rapat koordinasi menunjukkan bahwa program serupa akan diekspansi ke 100 kecamatan prioritas pada tahun anggaran berikutnya berdasarkan evaluasi kinerja satuan kerja terkait.

Transformasi Polri Menyentuh Segmen Milenial dan Gen Alpha

Penyelenggaraan Apresiasi Kreasi Polri Untuk Masyarakat dinilai sebagai langkah konkret dalam transformasi komunikasi kepolisian yang semakin menyentuh segmen usia muda. Dalam rapat koordinasi teknis, pihak Polri menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat kepercayaan publik, khususnya generasi yang tumbuh bersama teknologi. Pendekatan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan platform digital dan ekosistem kreator yang diminati oleh generasi Z dan generasi Alpha.

Asisten Kapolri Bidang Operasi, Irjen Pol. Dedi Prasetyo, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polri tidak lagi menggunakan metode konvensional semata dalam menyampaikan pesan kamtibmas. Menurutnya, keputusan untuk mengadakan lomba animasi AI dan turnamen gim daring telah ditetapkan setelah melalui berbagai pertimbangan strategis, termasuk analisis demografi pengguna internet di Indonesia. Data Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen pengguna aktif media sosial di Tanah Air berusia di bawah 30 tahun, sehingga pendekatan melalui konten digital dinilai paling efektif.

"Kami menyadari bahwa untuk menjalin silaturahmi dengan generasi muda, Polri harus hadir di ruang-ruang digital yang mereka huni. Kehadiran kami dalam ekosistem gim dan animasi AI adalah bentuk adaptasi institusi terhadap dinamika sosial yang terus berkembang," ujar Asisten Kapolri Bidang Operasi.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut juga diisi dengan pameran teknologi keamanan, workshop pembuatan konten digital, serta sesi dialog interaktif antara peserta dan perwira Polri. Panitia menyatakan bahwa seluruh rangkaian acara telah disusun berdasarkan protokol ketat dan diawasi oleh tim internal guna memastikan kelancaran serta keamanan pelaksanaan. Dengan diadakannya apresiasi ini, Polri berharap dapat terus membangun sinergi dengan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mewujudkan kamtibmas yang kondusif di seluruh wilayah NKRI.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User