Polres Bogor Raih Juara Kedua Lomba Inovasi Ketahanan Pangan Polri

Polres Bogor ditetapkan sebagai juara kedua dalam Lomba Ketahanan Pangan Polri kategori Inovasi Tingkat Polres Klaster I pada perhelatan Awarding Day Apresiasi Kreasi Polri yang diselenggarakan di Ged...

Polres Bogor Raih Juara Kedua Lomba Inovasi Ketahanan Pangan Polri

Polres Bogor ditetapkan sebagai juara kedua dalam Lomba Ketahanan Pangan Polri kategori Inovasi Tingkat Polres Klaster I pada perhelatan Awarding Day Apresiasi Kreasi Polri yang diselenggarakan di Gedung The Tribrata, Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Agustus 2026. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, atas keberhasilannya menindaklanjuti program prioritas pemerintah di sektor kedaulatan pangan melalui terobosan pengolahan limbah organik menjadi pakan ternak yang efisien, mandiri, dan berwawasan lingkungan.

Inovasi Ekologis sebagai Penggerak Ketahanan Pangan

Dalam ajang apresiasi kreasi tingkat kepolisian negara tersebut, Polres Bogor menyajikan program inovatif berbasis konversi limbah hasil produksi pangan organik. Keputusan juri menempatkan Polres Bogor pada posisi kedua di klaster I setelah melalui proses penilaian yang mengukur nilai kebermanfaatan, keberlanjutan, dan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Program yang diusung tidak sekadar mengelola limbah, melainkan menciptakan sebuah sistem rantai pasok pakan yang mampu mengurangi ketergantungan pada sumber pakan impor sekaligus menekan dampak lingkungan dari limbah pertanian.

AKBP Wikha Ardilestanto menyatakan bahwa capaian ini merupakan buah dari komitmen seluruh jajaran Polres Bogor dalam mewujudkan peran aktif kepolisian daerah sebagai motor penggerak pembangunan. "Penghargaan ini menegaskan bahwa Polres Bogor tidak hanya berfokus pada pemeliharaan kamtibmas dan penegakan hukum, melainkan juga hadir melahirkan program-program strategis yang menyentuh hajat hidup masyarakat banyak, khususnya di bidang ketahanan pangan," ujar Kapolres Bogor dalam keterangan resmi usai menerima penghargaan.

Transformasi Peran Kepolisian Daerah

Keberhasilan Polres Bogor meraih posisi runner-up dalam kompetisi yang diikuti oleh perwakilan Polres se-Indonesia itu menandai sebuah transformasi signifikan dalam paradigma tugas kepolisian di tingkat daerah. Berdasarkan arahan kebijakan nasional, institusi kepolisian diharapkan mampu beradaptasi dengan tantangan multidimensional, termasuk di dalamnya isu-isu pangan, energi, dan lingkungan yang menjadi pilar utama stabilitas nasional.

Dalam Rapat Koordinasi teknis yang menjadi bagian dari rangkaian Awarding Day, berbagai Fraksi peserta menyampaikan bahwa inovasi dari Polres Bogor telah memenuhi indikator utama yang ditetapkan panitia, yakni kelayakan teknis, reproduktifitas, serta dampak sosial-ekonomi bagi komunitas peternak dan petani di wilayah hukumnya. Proses konversi limbah organik yang dijalankan tidak memerlukan biaya operasional tinggi sehingga memudahkan replikasi di tingkat kecamatan maupun desa.

"Kami menyadari bahwa kedaulatan pangan tidak bisa dicapai hanya dengan satu sektor. Sinergi antara penegakan hukum, pengabdian masyarakat, dan inovasi teknologi sederhana menjadi kunci utama dalam program ini," tegas AKBP Wikha Ardilestanto.

Dukungan terhadap Agenda Nasional Kedaulatan Pangan

Puncak acara di Gedung The Tribrata tersebut dihadiri oleh perwakilan jajaran pimpinan Mabes Polri, para Kapolres, serta unsur staf ahli bidang pembangunan dan kesejahteraan. Dalam konteks kebijakan nasional, penghargaan yang diraih Polres Bogor dianggap sejalan dengan instruksi presiden terkait percepatan program ketahanan pangan dan energi yang disahkan dalam berbagai keputusan pembangunan jangka menengah.

Langkah Polres Bogor dalam mengelola limbah produksi pangan juga mendapat apresiasi karena mampu mengurangi jejak karbon di sektor pertanian lokal. Sejumlah data hasil uji coba menunjukkan bahwa pakan hasil olahan limbah tersebut memiliki kandungan nutrisi yang setara dengan pakan konvensional, dengan harga produksi yang jauh lebih rendah. Kondisi ini, menurut analisis tim inovasi Polres Bogor, akan memperkuat ketahanan ekonomi peternak rakyat di wilayah Kabupaten Bogor yang menjadi salah satu lumbung pangan utama di Jawa Barat.

Ke depan, AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti capaian ini dengan menyusun standar operasional pelaksanaan yang lebih komprehensif. Rencana tersebut mencakup perluasan cakupan area pengolahan limbah, pelatihan bagi kelompok tani dan ternak, serta koordinasi intensif dengan Dinas Pertanian dan Peternakan setempat untuk memastikan keberlanjutan program. "Penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan stimulan bagi kami untuk terus berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan ketahanan nasional secara keseluruhan," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User