Oct 19, 2026
Politik

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan Pelajar SMA di Garut

Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat, menangkap seorang pemuda berinisial MH (19) yang diduga kuat sebagai pelaku penembakan menggunakan senjata airgun terhadap seorang pelajar sekolah menengah atas ber...

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan Pelajar SMA di Garut

Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat, menangkap seorang pemuda berinisial MH (19) yang diduga kuat sebagai pelaku penembakan menggunakan senjata airgun terhadap seorang pelajar sekolah menengah atas berinisial PP (15). Penangkapan tersebut dilakukan di kediaman salah satu kerabat pelaku di wilayah Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, dan diumumkan secara resmi oleh Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Niko N. Adi Putra pada Sabtu malam, 10 Oktober.

"Sudah ditangkap di rumah saudaranya di Kecamatan Cilawu, Garut," ujar Niko.

Usai ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Markas Polres Garut guna menjalani pemeriksaan intensif. Penangkapan ini menindaklanjuti laporan keluarga korban yang sebelumnya sempat kebingungan karena korban tidak langsung mengungkap peristiwa sebenarnya.

Kronologi Peristiwa di Vila Sukawening

Berdasarkan keterangan resmi kepolisian, peristiwa penembakan terjadi pada Sabtu malam, 26 September, di sebuah vila yang berlokasi di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. Saat itu korban bersama sejumlah teman sebayanya tengah berkumpul dan bermalam di lokasi tersebut. Pelaku kemudian datang dan bergabung ke dalam perkumpulan itu.

Dalam pemeriksaan awal, penyidik memperoleh keterangan bahwa pelaku merasa tidak dianggap atau dicueki oleh kelompok tersebut. Rasa sakit hati itu diduga menjadi pemicu tindakan penembakan.

Menurut Niko, pelaku mulanya melepaskan tembakan ke arah sembarang tempat menggunakan airgun yang dibawanya. Naas, salah satu proyektil mengenai kelopak mata kiri korban.

"Awalnya pelaku menembak-nembak ke sembarang tempat. Akhirnya mengenai kelopak mata sebelah kiri korban," ungkap Niko.

Akibat kejadian itu, korban menderita luka serius pada bagian mata kiri. Hasil pemeriksaan medis mengungkapkan bahwa proyektil airgun bersarang di area mata korban sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.

Korban Awalnya Tidak Mengaku Terkena Tembakan

Kepolisian mengungkapkan bahwa korban semula tidak menceritakan kejadian sebenarnya kepada keluarganya. Korban sempat mengaku bahwa matanya sakit karena terkena bola. Namun setelah diperiksa dokter dan ditemukan benda asing berbentuk logam pada bagian mata, korban barulah mengakui bahwa dirinya terkena tembakan airgun.

Pengakuan tersebut membuka jalan bagi penyidik untuk menelusuri peristiwa hingga akhirnya menetapkan pelaku. Polisi menyatakan masih mendalami sejumlah aspek perkara, termasuk asal-usul senjata yang digunakan.

Menurut pengakuan awal pelaku, airgun tersebut merupakan barang gadaian. Meski demikian, kepolisian belum sepenuhnya memercayai keterangan itu dan terus melakukan pendalaman untuk mengetahui fakta sebenarnya.

"Pengakuannya memang pistol ini adalah gadaian. Tapi hingga saat ini masih kami lakukan pendalaman untuk mengetahui yang sebenarnya," kata Niko.

Penyidikan Berlanjut dan Imbauan Kepolisian

Hingga kini, penyidik Polres Garut masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman-teman korban yang berada di lokasi kejadian. Polisi juga tengah menelusuri kepemilikan sah airgun tersebut serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peredaran senjata itu.

Kepolisian menegaskan bahwa proses hukum terhadap pelaku akan dijalankan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal yang disangkakan berkaitan dengan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat serta kepemilikan senjata yang tidak sesuai ketentuan.

Kasus ini menjadi perhatian publik di Kabupaten Garut, terutama karena korban masih berusia di bawah umur dan menderita luka permanen pada organ penglihatannya. Keluarga korban berharap proses hukum berjalan transparan dan pelaku mendapatkan sanksi setimpal.

Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anak serta mewaspadai keberadaan senjata berbahaya seperti airgun yang dapat menimbulkan korban jiwa. Langkah preventif dan pembinaan terhadap remaja dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User