Polisi Buru Tersangka Pembunuhan Ayah dan Balita di Palu

Kota Palu — Aparat Kepolisian Resor Kota Palu tengah melakukan pengejaran intensif terhadap seorang pria berinisial AK yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang ayah dan anak...

Polisi Buru Tersangka Pembunuhan Ayah dan Balita di Palu

Kota Palu — Aparat Kepolisian Resor Kota Palu tengah melakukan pengejaran intensif terhadap seorang pria berinisial AK yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang ayah dan anak balitanya yang baru berusia 2 tahun. Peristiwa tragis ini terjadi di wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat malam (25/7/2026). Hingga saat ini, AK masih buron dan polisi meminta masyarakat turut membantu dengan melaporkan keberadaannya.

Kepala Kepolisian Resor Kota Palu, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) I Made Sudarma, menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan seluruh kekuatan untuk menangkap AK. "Kami sudah membentuk tim khusus dan menyebar anggota ke sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian pelaku. Kami mohon kerja sama masyarakat untuk segera melapor jika melihat keberadaan yang bersangkutan," tegas Kombes Pol I Made Sudarma dalam konferensi pers di Mapolresta Palu, Minggu (27/7/2026). Ia menambahkan bahwa pihaknya telah meminta bantuan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah untuk memperluas jangkauan pencarian hingga ke kabupaten tetangga seperti Donggala dan Sigi.

Kronologi Penemuan Korban

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut pertama kali diketahui pada Sabtu dini hari (26/7/2026) sekitar pukul 02.30 WITA. Seorang tetangga korban yang mendengar suara mencurigakan dari dalam rumah korban segera melaporkan kepada pihak keamanan setempat. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan jasad ayah dan anaknya yang masih balita dalam kondisi mengenaskan dengan sejumlah luka akibat senjata tajam.

Tim Identifikasi dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palu yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, korban ayah berinisial MR (35) dan anaknya yang berusia 2 tahun, AF, diduga mengalami kekerasan berat yang menyebabkan kematian. Barang bukti berupa sebilah pisau dapur yang diduga digunakan pelaku telah diamankan oleh petugas. Selain itu, penyidik juga mengumpulkan sampel DNA dan sidik jari dari lokasi untuk memperkuat proses identifikasi pelaku.

"Berdasarkan hasil otopsi sementara, korban dewasa mengalami luka tusuk di bagian dada dan leher, sementara korban anak ditemukan luka sayatan di beberapa bagian tubuh. Kami masih menunggu hasil lengkap dari Rumah Sakit Bhayangkara," jelas Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Palu, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rudi Hartono. Ia menambahkan bahwa kondisi TKP yang berantakan menunjukkan adanya perlawanan dari korban dewasa sebelum akhirnya tewas.

Kesaksian Istri Korban yang Selamat

Keberhasilan polisi dalam mengidentifikasi pelaku tidak lepas dari keterangan krusial yang diberikan oleh istri korban, NH (30), yang selamat dari insiden tersebut. NH yang saat kejadian berada di dalam rumah mengalami luka ringan dan sempat menyaksikan langsung aksi pelaku. Ia kemudian memberikan ciri-ciri spesifik kepada petugas yang langsung melakukan pengejaran. Menurut polisi, NH menggambarkan pelaku dengan tinggi sekitar 170 sentimeter, kulit sawo matang, rambut hitam ikal pendek, dan memiliki tato naga di lengan kanan.

"Keterangan saksi korban sangat membantu dalam proses identifikasi. Beliau menggambarkan ciri-ciri pelaku secara detail, termasuk pakaian yang dikenakan dan arah pelarian. Berkat informasi itu, kami langsung mengantongi identitas terduga pelaku," ungkap AKBP Rudi Hartono. NH saat ini masih dalam perlindungan pihak berwenang dan telah diberikan pendampingan psikologis untuk mengatasi trauma yang dialami. Polisi belum mengungkap secara rinci hubungan antara pelaku dengan keluarga korban untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Pengejaran dan Imbauan Kepada Masyarakat

Polresta Palu telah menyebarluaskan foto dan identitas AK ke seluruh jajaran kepolisian di Sulawesi Tengah serta pos-pos pemeriksaan di perbatasan. Foto pelaku juga telah dirilis melalui akun media sosial resmi Polresta Palu dan Polda Sulteng untuk mempercepat pengungkapan kasus. Kombes Pol I Made Sudarma menekankan bahwa pelaku dianggap berbahaya sehingga masyarakat diminta untuk tidak melakukan tindakan sendiri jika menemukannya.

"Kami meminta masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. Laporkan segera ke kantor polisi terdekat atau hubungi call center kami di 110 jika melihat terduga pelaku. Kami jamin keamanan informasi pelapor," tegasnya. Kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi tambahan, termasuk rekan kerja korban dan beberapa kerabat dekat, untuk menggali motif di balik pembunuhan keji ini. Dugaan sementara mengarah pada motif ekonomi, namun polisi belum memberikan pernyataan resmi hingga bukti-bukti cukup terkumpul.

Respons Pemerintah dan Dukungan Psikologis

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini dan meminta aparat penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus tersebut. "Ini tragedi kemanusiaan yang sangat menyayat hati. Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolresta dan meminta agar pelaku segera ditangkap. Pemerintah kota siap memberikan bantuan yang diperlukan bagi keluarga korban, termasuk pemakaman dan pendampingan trauma," ujar Hadianto.

Dinas Sosial Kota Palu juga telah diterjunkan untuk memberikan bantuan psikososial kepada NH dan anggota keluarga lainnya. Kepala Dinas Sosial, Dr. Andi Nurul, menyebutkan bahwa tim psikolog akan mendampingi selama masa pemulihan. "Korban selamat membutuhkan dukungan penuh agar bisa melewati masa sulit ini. Kami akan memastikan layanan trauma healing berjalan maksimal," katanya.

Pengumpulan Bukti dan Analisis Motif

Selain mengandalkan keterangan saksi, penyidik juga tengah menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) dari beberapa titik di sekitar TKP. AKBP Rudi Hartono mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi rekaman yang menunjukkan pergerakan terduga pelaku sebelum dan sesudah kejadian. "Kami sedang memperkuat alat bukti untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam penetapan tersangka. Prinsip kehati-hatian tetap kami kedepankan," ujarnya.

Sementara itu, motif pembunuhan masih terus didalami. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi termasuk rekan bisnis korban yang disebut-sebut memiliki hubungan dengan AK. Informasi awal menyebutkan adanya permasalahan utang piutang antara korban dan pelaku, tetapi polisi belum berani memastikan. "Kami masih melakukan pendalaman dan belum bisa menyimpulkan motif pasti. Semua kemungkinan masih kami selidiki," pungkas AKBP Rudi.

Hingga berita ini diturunkan, AK masih dalam status buron. Polisi optimistis dapat meringkus pelaku dalam waktu dekat mengingat jejak yang ditinggalkan cukup jelas. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta segera melaporkan setiap informasi yang mencurigakan kepada pihak berwajib.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User