Polda Metro Jaya Cari Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Kali Licin Depok
DEPOK — Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian potongan tubuh korban mutilasi di aliran Kali Licin, Kelurahan Pancoran Mas, K...
DEPOK — Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian potongan tubuh korban mutilasi di aliran Kali Licin, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, pada Jumat (7/2/2025). Operasi pencarian ini dilakukan setelah aparat menemukan indikasi kuat adanya bagian tubuh manusia yang hanyut terbawa arus sungai.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, membenarkan bahwa tim gabungan masih melakukan penyisiran di sepanjang bantaran kali. "Benar, kami masih melakukan pencarian potongan tubuh korban mutilasi di aliran Kali Licin. Penyisiran dilakukan secara intensif sejak pagi hingga sore hari," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.
Pencarian melibatkan personel dari Polres Metro Depok, Polsek Pancoran Mas, Basarnas, serta relawan dari berbagai unsur masyarakat. Mereka menyisir sungai menggunakan perahu karet dan alat pendeteksi bawah air. Penyisiran difokuskan pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi hanyutnya potongan tubuh setelah sebelumnya ditemukan temuan awal oleh warga sekitar.
Kronologi Penemuan Awal
Peristiwa ini bermula dari laporan warga yang menemukan bungkusan plastik mencurigakan di sekitar aliran Kali Licin pada Kamis (6/2/2025) malam. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas, bungkusan tersebut diduga berisi bagian tubuh manusia. Temuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Pancoran Mas dan ditindaklanjuti dengan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, bungkusan plastik berwarna hitam itu tersangkut di bebatuan dekat jembatan kecil. Warga yang curiga kemudian membukanya dan menemukan potongan tubuh yang sudah dalam kondisi tidak utuh. "Kami langsung mengamankan lokasi dan memanggil tim identifikasi untuk melakukan evakuasi," kata Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Tito Indriawan, saat ditemui di lokasi.
Proses Evakuasi dan Identifikasi
Tim Inafis Polda Metro Jaya telah melakukan evakuasi terhadap potongan tubuh yang ditemukan. Bagian tubuh tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses identifikasi lebih lanjut. Dokter forensik akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk analisis DNA untuk memastikan identitas korban.
"Kami tidak bisa memastikan jenis kelamin maupun usia korban sebelum hasil pemeriksaan forensik keluar. Proses identifikasi memerlukan waktu dan ketelitian," jelas Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi. Ia menambahkan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan rumah sakit terdekat untuk mencocokkan data orang hilang yang dilaporkan dalam beberapa hari terakhir.
Penyelidikan awal mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan dengan mutilasi. Hal ini berdasarkan pada pola luka yang ditemukan pada potongan tubuh, yang menunjukkan bekas sayatan tajam dan terpotong secara tidak wajar. "Kami masih mendalami motif dan pelaku. Tim kami bekerja keras untuk mengungkap kasus ini secepatnya," tegas Ade Ary.
Penyisiran Diperluas ke Hilir
Pada hari kedua pencarian, tim gabungan memperluas area penyisiran hingga ke hilir Kali Licin yang bermuara ke Sungai Ciliwung. Hal ini dilakukan karena arus sungai yang cukup deras berpotensi membawa potongan tubuh lainnya ke area yang lebih jauh. Personel juga menggunakan drone udara untuk memantau titik-titik yang sulit dijangkau dari permukaan air.
Warga sekitar diminta untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan benda mencurigakan di sepanjang aliran sungai. Pihak kepolisian juga memasang garis polisi di beberapa titik yang dianggap rawan sebagai lokasi pembuangan bagian tubuh korban. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyentuh atau memindahkan temuan apa pun dan langsung menghubungi petugas terdekat," imbau Kompol Tito Indriawan.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan pencarian dan penyelidikan intensif. Polda Metro Jaya berjanji akan mengumumkan perkembangan kasus ini secara berkala kepada publik. Sementara itu, keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarga diminta untuk melapor ke kantor polisi terdekat guna membantu proses identifikasi.
Kasus mutilasi ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena menambah daftar panjang tindak kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto, telah memerintahkan jajarannya untuk mengerahkan seluruh sumber daya dalam mengungkap kasus ini dan memastikan pelaku segera ditangkap.
Comments (0)