PKB Siapkan Marzuki Mustamar sebagai Calon Gubernur Jatim
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara resmi mengarahkan dukungannya kepada mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, untuk diusung sebagai calon gubernur p...
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara resmi mengarahkan dukungannya kepada mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, untuk diusung sebagai calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Keputusan ini mencuat setelah melalui serangkaian Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Jakarta yang menetapkan tokoh berpengaruh di kalangan nahdliyin tersebut sebagai kandidat prioritas.
Langkah PKB ini dinilai sebagai strategi untuk memperkuat basis dukungan di wilayah yang secara tradisional menjadi kantong suara partai berlambang bintang sembilan itu. Jawa Timur memegang peranan krusial dalam peta politik nasional, dan pengusungan figur ulama kharismatik diharapkan mampu mempertahankan dominasi elektoral PKB di provinsi tersebut.
Penjaringan Internal dan Keputusan Strategis
Menurut Wakil Ketua Umum PKB Bidang Pemenangan Pemilu, Maman Imanulhaq, proses penjaringan telah melalui evaluasi ketat terhadap figur-figur yang memiliki akar massa di Jawa Timur. “KH Marzuki Mustamar adalah tokoh yang diterima luas di kalangan nahdliyin, memiliki rekam jejak kepemimpinan yang jelas, dan tingkat pengenalan publik yang tinggi,” ujar Maman dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (10/2/2025).
Data internal partai menunjukkan bahwa elektabilitas Marzuki di segmen pemilih Nahdlatul Ulama menyentuh 32 persen, menempatkannya di posisi teratas dibanding kader PKB lainnya. Keputusan ini sekaligus menindaklanjuti amanat Musyawarah Kerja Wilayah PKB Jawa Timur yang mendorong pengusungan tokoh berlatar Nahdlatul Ulama untuk memperkuat identitas keagamaan partai.
Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, menegaskan bahwa seluruh jajaran partai di tingkat provinsi hingga cabang telah menyatakan soliditas untuk memenangkan kandidat yang direkomendasikan DPP. “Kami sudah berkoordinasi dengan pengurus ranting, dan mayoritas menghendaki sosok kiai yang mampu merepresentasikan suara umat Islam di tingkat pemerintahan,” kata Halim dalam pertemuan dengan tim media di Surabaya.
Respons KH Marzuki Mustamar
Menanggapi manuver tersebut, KH Marzuki Mustamar menyatakan kesiapannya untuk mempertimbangkan tawaran jika mendapat restu dari para kyai dan struktur organisasi NU. “Saya bukan orang yang mengejar jabatan. Tapi kalau memang itu kehendak partai dan para masyayikh mendukung, tentu akan saya pertimbangkan dengan serius,” kata Marzuki saat ditemui di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Malang, seusai pengajian umum, Selasa (11/2/2025).
Marzuki saat ini masih aktif sebagai pengasuh pondok pesantren dan kerap mengisi ceramah di berbagai daerah. Sebagai mantan Ketua PWNU Jatim, pengaruhnya di kalangan nahdliyin sangat kuat, menjadikannya magnet elektoral yang potensial. Ia juga dikenal dalam kiprahnya di bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi pesantren.
Beberapa kyai sepuh di Jawa Timur, di antaranya dari Pesantren Tebuireng dan Lirboyo, disebut telah memberikan sinyal dukungan. Meski demikian, Marzuki menekankan bahwa keputusan final tetap menunggu saran dari para gurunya. “Saya tidak akan melangkah sendiri. Restu ulama adalah yang utama,” tegasnya.
Konstelasi Pilkada Jatim Memanas
Pilkada Jawa Timur diprediksi akan menjadi salah satu kontestasi politik paling ketat di Indonesia. Selain Marzuki, sejumlah nama telah mengemuka seperti Khofifah Indar Parawansa yang diproyeksikan maju kembali, serta Emil Dardak dari kubu koalisi lain. PKB sendiri, yang memiliki 27 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, berpeluang mengusung pasangan sendiri tanpa harus berkoalisi, namun tetap terbuka untuk membangun poros.
Halim Iskandar menyebut bahwa partainya telah memetakan strategi koalisi dan akan mengajak komunikasi dengan partai-partai lain yang sejalan. “Kami tidak bisa jalan sendiri, tapi kami juga tidak akan tinggal diam. Jawa Timur harus dipimpin oleh kader partai atau tokoh yang selaras dengan nilai-nilai PKB,” tegas Halim.
Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Prof. Suko Widodo, menilai bahwa pencalonan Marzuki akan mengubah peta kompetisi. “Figur ulama akan menggerus basis pemilih tradisional partai lain, khususnya di kalangan Nahdliyin akar rumput. Jika PKB mampu menjaga soliditas, Marzuki bisa menjadi penantang serius,” ujarnya.
Dukungan dari Basis Nahdliyin
Langkah PKB ini mendapat sambutan positif dari sejumlah organisasi sayap dan tokoh Nahdliyin di daerah. Sejumlah ormas menyatakan dukungannya terhadap pencalonan Marzuki karena dianggap mampu menjaga marwah ulama dalam pemerintahan. “Kiai Marzuki bukan hanya tokoh agama, tetapi juga pemimpin yang memiliki kapasitas manajerial. Kami mendukung penuh,” ujar perwakilan Banser Jatim, Ahmad Faizin, dalam deklarasi dukungan di Surabaya.
Dukungan juga mengalir dari kalangan santri dan alumni pesantren. Mereka menilai Marzuki adalah figur yang tepat untuk menjembatani kepentingan umat Islam dengan kebijakan pemerintah provinsi. Partai Gelora Indonesia dan sejumlah ormas Islam lainnya juga disebut akan merapat apabila PKB resmi mengusung Marzuki.
Jadwal dan Mekanisme Pencalonan
PKB telah menetapkan timeline internal untuk pengusungan calon gubernur. Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid menyatakan bahwa partai akan menggelar uji kelayakan pada pekan ketiga Februari 2025. “Kami akan menggelar uji kelayakan pada pekan ketiga Februari. Setelah itu, keputusan final akan diumumkan pada Maret mendatang,” kata Jazilul. Ia menambahkan bahwa partai membuka peluang bagi siapapun yang memenuhi kriteria, namun nama Marzuki Mustamar tetap menjadi prioritas utama.
Selain itu, PKB juga menjadwalkan deklarasi resmi pasangan calon setelah penetapan dari Dewan Syuro Partai. Posisi Ketua Dewan Syuro yang dipegang oleh KH Ma’ruf Amin menjadi jaminan bahwa keputusan tersebut akan sejalan dengan aspirasi ulama.
Tantangan dan Strategi Pemenangan
Meski di atas kertas memiliki elektabilitas tinggi, pengamat mencatat sejumlah tantangan yang dihadapi Marzuki. Salah satunya adalah persaingan dengan petahana yang memiliki mesin politik mapan dan sumber daya finansial besar. Di sisi lain, PKB harus memastikan konsolidasi di seluruh lini, terutama di daerah-daerah yang bukan basis tradisional NU.
Untuk mengatasi hal itu, PKB berencana membentuk tim pemenangan khusus yang terdiri dari kiai kampung, pengurus pondok pesantren, dan relawan. Tim tersebut akan bergerak melakukan pendekatan personal ke berbagai majelis taklim, pesantren, dan komunitas Nahdliyin. “Kami ingin menang dengan cara yang santun dan sesuai tata nilai NU. Tidak perlu kampanye negatif, cukup sampaikan rekam jejak dan visi Kiai Marzuki,” ujar Maman Imanulhaq.
Comments (0)