Pimpinan Ponpes di Bogor Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati

Bogor – Kasus pencabulan yang dilakukan oleh pimpinan sebuah pondok pesantren di wilayah Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhirnya memasuki babak baru. Pria berinisial N tersebut kini resm

Jul 07, 2026 - 23:17
0 0
Pimpinan Ponpes di Bogor Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati

Bogor – Kasus pencabulan yang dilakukan oleh pimpinan sebuah pondok pesantren di wilayah Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhirnya memasuki babak baru. Pria berinisial N tersebut kini resmi ditetapkan sebagai tersangka dan telah dijebloskan ke dalam tahanan oleh kepolisian. Penahanan dilakukan oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Depok dan dititipkan di Polsek Bojongede.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim Apaberita.com, perbuatan bejat sang pimpinan ponpes itu diduga melibatkan anak kandungnya sendiri yang berinisial S. Keduanya diduga melakukan aksi pencabulan tersebut secara bersama-sama terhadap sejumlah santriwati yang menimba ilmu di ponpes milik N. Meski sang anak hingga saat ini masih berstatus sebagai saksi, polisi tidak menutup kemungkinan status hukum S akan berubah seiring terungkapnya fakta-fakta baru dalam proses penyidikan.

Kronologi dan Pengungkapan Kasus

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas yang tidak wajar di lingkungan ponpes tersebut. Setelah menerima laporan, tim gabungan dari Unit PPA Polres Metro Depok dan Polsek Bojongede langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Dari hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk para korban, polisi menemukan cukup bukti untuk menaikkan status N dari saksi menjadi tersangka.

"Jadi yang satunya, bapaknya (N) sudah ditahan. Sudah jadi tersangka dan ditahan," ujar Kanit PPA Polres Metro Depok AKP Tamar saat dikonfirmasi oleh media kami, Rabu (1/7/2026).

AKP Tamar menambahkan, pihaknya masih terus mendalami peran S dalam kasus ini. Sementara itu, S masih berstatus sebagai saksi. Polisi belum memberikan keterangan rinci mengenai jumlah korban maupun kronologi detail peristiwa tersebut karena masih dalam tahap pengembangan. Namun, informasi dari lingkungan sekitar ponpes menyebutkan bahwa aksi bejat tersebut diduga telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Kasus ini menambah daftar panjang pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pesantren, sebuah institusi yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi para santri untuk mencari ilmu agama. Publik berharap polisi dapat menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya serta memberikan hukuman setimpal kepada para pelaku yang telah menodai marwah lembaga pendidikan keagamaan tersebut.

Pihak kepolisian menjamin akan memberikan pendampingan psikologis kepada para korban yang sebagian besar masih berusia di bawah umur. Hingga berita ini diturunkan, proses hukum terhadap N masih terus berlanjut, sementara pihak ponpes belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi terbaru kepada pembaca.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker. Memverifikasi klaim publik dan informasi viral.

Comments (0)

User