HUT Ke-80 Bhayangkara, Bamsoet Dorong Polri Kian Profesional hingga Adaptif

Jakarta, Apaberita.com - Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Warga Kehormatan Utama Korps Brimob Polri, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8

Jul 07, 2026 - 23:17
0 0
HUT Ke-80 Bhayangkara, Bamsoet Dorong Polri Kian Profesional hingga Adaptif

Jakarta, Apaberita.com - Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Warga Kehormatan Utama Korps Brimob Polri, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus menjadi momentum strategis untuk mempercepat transformasi institusi. Ia mendorong agar Polri semakin profesional, modern, adaptif, dan tetap memegang teguh kepercayaan publik sebagai fondasi utama penegakan hukum.

Bamsoet menyampaikan bahwa dalam kurun waktu delapan dekade, wajah ancaman keamanan telah berubah drastis. Polri tidak lagi sekadar berhadapan dengan kejahatan konvensional, melainkan juga harus siap menghadapi kejahatan siber, penipuan digital lintas negara, perdagangan orang, terorisme, pencucian uang, hingga kejahatan yang memanfaatkan kecerdasan buatan. Perubahan lanskap ancaman ini menuntut Polri untuk terus berbenah dan tidak boleh berpuas diri pada pembenahan internal semata.

Transformasi Pelayanan Publik

Lebih lanjut, Bamsoet menggarisbawahi bahwa transformasi Polri harus menyentuh aspek pelayanan publik secara langsung. Polri dituntut untuk menghadirkan layanan yang semakin cepat, transparan, akuntabel, dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, institusi Bhayangkara tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga memiliki hubungan yang solid dan saling percaya dengan warga negara.

Menurutnya, usia 80 tahun merupakan fase kematangan yang menandai kematangan institusi Polri. Momentum ini, kata dia, harus dimanfaatkan untuk mempercepat pencapaian visi Polri Presisi—sebuah transformasi menuju institusi yang profesional, modern, humanis, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

"Usia 80 tahun merupakan fase kematangan institusi Polri. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi Polri Presisi sehingga semakin profesional, modern, humanis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus semakin dipercaya masyarakat. Kepercayaan publik merupakan modal utama penegakan hukum dan menjaga stabilitas nasional," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kepercayaan publik adalah inti dari legitimasi Polri. Tanpa kepercayaan, segala upaya penegakan hukum akan kehilangan kekuatan dan dukungan masyarakat. Oleh karena itu, HUT ke-80 Bhayangkara kali ini tidak hanya menjadi seremoni peringatan, tetapi juga penanda komitmen baru untuk terus mendengarkan aspirasi publik dan memperkuat demokrasi melalui pelayanan yang prima. Dengan bekal pengalaman 80 tahun, Polri diharapkan mampu melangkah lebih mantap sebagai pengayom masyarakat yang selalu dirindukan kehadirannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User