PGN Pasok Gas Bumi ke Pabrik Sepeda Motor Listrik di Semarang
SEMARANG — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) resmi memulai penyaluran gas bumi untuk menopang operasional pabrik baru milik PT Roda Pasifik Mandiri di Kawasan Industri Terboyo, Semarang, ...
SEMARANG — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) resmi memulai penyaluran gas bumi untuk menopang operasional pabrik baru milik PT Roda Pasifik Mandiri di Kawasan Industri Terboyo, Semarang, Jawa Tengah. Pasokan perdana disalurkan pada Senin (3/6) dengan volume kontrak awal sebesar 1,2 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), mendukung lini produksi sepeda, sepeda listrik, dan motor listrik nasional.
Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan memperluas pemanfaatan gas bumi ke sektor industri manufaktur berorientasi ekspor dan ramah lingkungan. “Kami memastikan keandalan pasokan melalui infrastruktur pipa terintegrasi yang telah teruji. Gas bumi yang kami salurkan akan digunakan untuk proses pembakaran di tungku pengecatan, pengelasan rangka, serta pembangkit listrik mandiri pabrik, sehingga efisiensi energi dan konsistensi kualitas produksi dapat terjaga,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Selasa (4/6).
Dukungan Konkret terhadap Industri Kendaraan Listrik
Pabrik PT Roda Pasifik Mandiri yang baru diresmikan pada April 2024 memiliki kapasitas produksi terpasang mencapai 150 ribu unit sepeda dan motor listrik per tahun. Kehadiran suplai gas bumi dari PGN diharapkan mampu menekan biaya energi pabrik hingga 23 persen dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak, sekaligus mengurangi emisi karbon sejalan dengan peta jalan Net Zero Emission pemerintah.
Direktur Operasi PT Roda Pasifik Mandiri, Hendra Kusuma, menegaskan bahwa pemilihan gas bumi sebagai sumber energi utama merupakan keputusan strategis.
“Kami tidak hanya memproduksi kendaraan rendah emisi, tetapi juga ingin proses produksinya sendiri berkelanjutan. Dengan gas bumi, kami dapat menjaga stabilitas suhu tinggi yang dibutuhkan untuk pengerjaan logam ringan dan pengecatan elektrostatik, yang sangat krusial untuk ketahanan produk,”jelasnya. Ia menambahkan bahwa saat ini perusahaan tengah memenuhi pesanan ekspor perdana ke pasar Asia Tenggara sebanyak 2.000 unit motor listrik.
Infrastruktur dan Keandalan Pasokan
Penyaluran gas ke PT Roda Pasifik Mandiri memanfaatkan jaringan pipa transmisi Semarang–Batang yang dikelola anak usaha PGN, PT Pertamina Gas. Kepala Divisi Komersial Wilayah Jawa Bagian Tengah PGN, Dwi Martono, menyebutkan bahwa pihaknya telah menyelesaikan uji laik operasi dan kalibrasi stasiun pengatur tekanan pada 27 Mei 2024, memastikan tekanan gas stabil di angka 19–21 bar sesuai kebutuhan pabrik.
“Kami juga memasang sistem pemantauan digital berbasis Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang memungkinkan pengawasan real-time 24 jam. Cadangan pasokan dari floating storage regasification unit (FSRU) Jawa Tengah siap dialirkan jika terjadi fluktuasi permintaan mendadak,” terang Dwi dalam rapat koordinasi teknis yang digelar di Semarang, Jumat (31/5).
Data yang dihimpun Apaberita menunjukkan bahwa hingga Mei 2024, total volume gas bumi yang disalurkan PGN ke sektor industri di Jawa Tengah mencapai 112 MMSCFD, naik 8,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan permintaan dari industri pengolahan logam, makanan dan minuman, serta kendaraan listrik.
Efek Berganda bagi Ekonomi Lokal
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Ratna Kawuri, dalam keterangan terpisah menyebutkan bahwa operasional penuh pabrik PT Roda Pasifik Mandiri diproyeksikan menyerap 1.200 tenaga kerja langsung dan membuka 400 lapangan kerja tidak langsung di sektor logistik dan komponen pendukung.
“Pemerintah provinsi telah menetapkan kawasan industri Terboyo sebagai salah satu klaster manufaktur hijau. Masuknya investasi semacam ini memperkuat ekosistem kendaraan listrik yang sudah dirintis dengan keberadaan pabrik baterai dan perakitan di wilayah sekitar,”ujarnya, Rabu (5/6).
Ratna menambahkan bahwa pihaknya tengah menyusun peraturan daerah tentang insentif fiskal bagi industri pengguna energi bersih, yang rencananya akan disahkan sebelum akhir triwulan ketiga 2024. Langkah ini diharapkan semakin menarik investasi serupa dan mempercepat transisi energi di sektor manufaktur Jawa Tengah.
Kerja sama antara PGN dan PT Roda Pasifik Mandiri diikat dalam perjanjian jual beli gas berdurasi lima tahun dengan mekanisme harga fixed and variable yang mengacu pada formula Indonesian Crude Price (ICP) dan indeks harga gas global. Nilai kontrak tersebut ditaksir mencapai Rp420 miliar, bergantung pada volume serapan riil. PGN mencatat, hingga Juni 2024 pihaknya telah menggandeng 3.200 pelanggan industri dan komersial di seluruh Indonesia, dengan total volume penyaluran nasional lebih dari 900 MMSCFD.
Comments (0)